
Hari berganti hari namun Miqdam belum juga sadar dari koma nya sejak alat-alat di tubuh nya sudah di lepas semua dan hanya menyiksakan selang oksigen saja.
Hilya dan Jennara masih bergantian untuk menjaga Miqdam,Bukan waktu yang mudah untuk Jennara dapat melalui ini semua,Jennara harus siap dan rela mendapat komplain dari customer yang memesan baju di butik nya.
Jennara sempat menelantarkan butik nya untuk menjaga Miqdam,Sehingga Jennara tidak dapat menyelesaikan beberapa desain pesanan milik customer nya,Banyak nya pesan yang Jennara terima dari customer nya membuat Jennara sadar jika ia memiliki tanggung jawab untuk hal lain.
Karena itu lah saat ini Jennara sudah kembali ke butik dan setelah pulang dari butik nanti Jennara
akan ke rumah sakit untuk bergantian dengan Hilya.
Tok... tok... tok...Suara ketukan pintu membuat Jennara menghentikan gerakan tangannya yang sedang menggambar sesuatu,"Masuk" Saut Jennara dai dalam.
Klek... Pintu di buka oleh Lyla karyawan Jennara,"Permisi mba,Ada tamu yang mencari mba di bawah"
"Siapa La?"
"Maaf aku lupa ga tanya namanya,Tapi katanya temen mba Jen"
Jennara mengerutkan keningnya bingung,Teman...Seingat nya hari ini ia tidak membuat janji dengan siapapun apalagi teman nya.
"Laki-laki atau perempuan La temen saya itu?" Tanya Jennara meletakan pensil di meja.
"Laki-laki mba,Seumuran sama pak Miqdam" Jelas Lyla.
Jennara semakin di buat bingung,Siapa laki-laki itu kenapa mengaku sebagai teman nya,Sebab lingkup pertemanan Jennara terhadap lawan jenis sangat lah minim hanya ada beberapa saja yang mampu di hitung menggunakan jari.
"Jadi gimana mba,Mba jadi temui tamu nya ga?,Atau aku bilang saja kalau mba lagi ga bisa di ganggu" Tawar Lyla karena melihat wajah kebingungan Jennara.
"Eh jangan La,Kita temuin dulu siapa tau emang itu temen aku," Jennara berdiri membereskan mejanya,"Tapi kamu temenin aku ya" Lanjutnya.
"Iya mba"
Setelah itu mereka berdua turun bersamaan,Lyla mengantarkan Jennara untuk bertemu dengan laki-laki yang sudah menunggu di ruang tunggu yang ada di butik Jennara,Sesampai nya di depan ruang tersebut Lyla masuk terlebih dahulu.
"Maaf membuat bapak menunggu lama" Lyla membungkukkan tubuh nya sopan.
__ADS_1
"Ini Mba Jennaranya" Lanjut Lyla mengenalkan Jennara.
Jennara tersenyum sekilas setelah itu duduk di sofa,"Silahkan duduk Tuan" Jennara mempersilahkan Tamu itu duduk.
Laki-laki itu mengangguk setelah itu duduk,"Terimakasih"
"Maaf sebelumnya apa kita saling mengenal?" Tanya Jennara yang memang tidak mengenal laki-laki di depannya.
"Long time no see Jennara" Seru laki-laki itu menatap Jennara dengan senyum dan hal itu membuat Jennara semakin di buat bingung dengan laki-laki di depannya,
"Kau tidak mengenal ku Jen?" Tebak laki-laki itu melihat wajah kebingungan Jennara.
"Maaf saya tidak mengenal anda Tuan" Jawab Jenanra sopan.
"Astaga Jen,Ini aku Leo teman satu angkatan mu di SMA Maldi" Terang Leo yang sudah menegakkan tubuhnya.
"Leo" Beo Jennara diam sejenak mengingat-ingat,"Ah Leo Adyaksa Skala" Seru Jennara mengingat siapa Leo.
"Akhirnya kau ingat juga Jen,Bagaimana kabar mu Jen?" Tanya Leo setelah Jennara mengingatnya.
"Aku baik juga Jen"
"Alhamdulillah" Seru Jennara dan Lyla.
"Mba aku keluar ya,Ga enak nanti aku denger apa yang mba omongin sama pak Leo" Pamit Lyla yang sudah ingin berdiri.
"Tetap disini La,Temenin aku biar ga jadi fitnah" Perintah Jennara menahan tangan Lyla.
Leo yang ada di sebrang duduk Jennara tersenyum sekilas,Ternyata Jennara masih sama seperti Jennara yang dulu iya kenal,Satu-satu nya perubahan yang ada pada Jennara adalah kecantikannya yang semakin bertambah.
Mereka mengobrol bersama bernostalgia semasa SMA dulu,Tawa riang mengiringi pembicaraan mereka bertiga,Iya bertiga karena Lyla juga menceritakan tentang masa-masa sekolah nya.
"Jadi gaun seperti apa yang kamu inginkan untuk calon istrimu Leo?" Tanya Jennara yang sudah mengenggam pensil dan juga kertas di tangan nya.
"Aku mau yang simple tapi tetap cantik dan elegan saat di pakai,Calon istriku tidak suka dengan hal yang terlihat mewah" Jelas Leo.
__ADS_1
Kedatangan Leo di butik Jennara selain untuk bertemu dengan Jennara Leo juga ingin memesan sebuah gaun untuk calon istrinya sebagai hadian anniversary,Leo mengetahui jika Jennara bisa membuat gaun dan membuka butik dari akun intagram Jennara.
Leo sudah lama mengikuti Jennara di akun instagramnya,Hanya saja Leo tidak pernah sekalipun menyapa Jennara dalam instagram,Selama ini Leo hanya diam-diam melihat Jennara melalui postingan yang Jennara unggah termasuk dengan Miqdam calon suami Jennara.
Jika di tanya kenapa Leo tidak pernah menyapa Jennara jawaban nya adalah karena Jennara sudah memiliki Miqdam,Leo tidak berani hanya sekedar menyapa alasannya adalah takut rasa yang sudah ia kubur dalam-dalam kembali hadir,Iya rasa cinta yang Leo pendam sejak mereka masaih SMA.
"Oh benarkah,Jika begitu aku akan membuatkan gaun yang paling cantik untuknya" Semangat Jennara untuk membuatkan gaun calon istri Leo.
"Terimaksih,Aku yakin buatan tangan mu pasti tidak akan mengecewakan" Leo mengacungkan dua jempolnya untuk Jennara.
"Kau ini bisa saja" Jennara tersenyum ramah,Tangan nya menggerakkan pensil mengambar sesuatu di atas kertas,Sesekali Jennara bertanya kepada Lyla tentang detail gaun yang akan ia buat,Karena Lyla juga lulusan di bidang yang sama dengan Jennara.
Leo memperhatikan Jennara tanpa berkedip,Tatapannnya masih sama seperti dulu,Tatapan kagum kepada wanita di depannya,Beberapa saat kemudian Leo tersadar dengan kesalahannya yang tidak seharusnya ia lakukan.
Ia sudah memiliki calon istri yang ia cintai sekarang,Seharusnya ia tidak boleh seperti ini,Buru-buru Leo mengalihkan pandangannya ke hal lain,Mata Leo menatap ponsel Jennara yang menyala.
"Jen ada panggilan masuk di ponselmu" Suara Leo mengalihkan atensi Jennara.
Jennara mengambil ponselnya nama Ibu tertera di layar ponsel Jennara,"Hallo assalamualaikum ibu" Salam Jennara setelah menjawab panggilan telfon.
"Iya bu adek kesana sekarang" Suara Jennara terdengar panik,Jennara berdiri dari duduknya,Perasaan nya campur aduk jadi satu antara sedih dan takut.
"Mba ada apa?" Lyla memangang pundak Jennara.
"La aku harus ke rumah sakit sekarang"
Jennara menatap Leo yang juga sudah berdiri,"Maaf Leo aku harus pergi,Kamu jelaskan saja model seperti apa yang kamu inginkan sama Lyla,Lyla tau apa yang harus dia lakukan"
Setelah mengatakan itu Jennara keluar dari ruangan itu berlari ke lantai atas untuk mengambil tas dan kunci mobilnya,Setelah mendapatkan keduanya Jennara buru-buru pergi dari butik menuju rumah sakit.
Leo dan Lyla yang di tinggalkan Jennara tidak mengerti apa yang sedang terjadi kepada Jennara sampai membuatnya pergi terburu-buru,Walau di hantui rasa penasaran dengan apa yang terjadi kepada Jennara Leo tetap menjelaskan gaun seperti apa yang ia mau kepada Lyla.
Di perjalanan air mata Jennara mengalir dengan sendirinya,Sesekali Jennara menyeka air mata menggunakan tangannya,Perasaan nya menjadi tak karuan,Ia berdoa semoga Miqdam baik-baik saja.
"Aku mohon jangan tinggalin aku mas"
__ADS_1