Dermaga Impian

Dermaga Impian
Bab 17


__ADS_3

Waktu berlalu begitu saja tanpa terasa pernikahan Miqdam dan Jennara sudah menginjak usia satu tahun, Sudah banyak suka duka yang mereka berdua lalui selama satu tahun pernikahan,Termasuk dengan perihal soal anak sampai saat ini Tuhan belum mempercayai mereka berdua.


Tak jarang Jennara mendapat sindiran atau pertanyaan-peratnyaan tentang anak yang kadang membuat hati Jennara merasa sakit,Jennara tidak pernah menceritakan hal ini kepada Miqdam ia tidak mau merepotkan Miqdam karena Miqdam sudah cukup repot dengan pekerjaan nya di kantor.


Namun tidak dengan kali ini saat Jennara pulang dengan keadaan yang sudah menangis memeluk Miqdam,"Sayang ada apa?,kenapa menangis?"Tanya Miqdam bingung melihat istrinya datang menemuinya sembari menangis.


Setau Miqdam tadi Jennara pamit untuk jalan-jalan di sekitaran komplek tapi kenapa istrinya cepat sekali kembali dan menangis,Ada apa sebenarnya.


"Bilang sama mas adek kenapa?,jangan bikin mas khawatir dek?"Tanya Miqdam lagi yang masih belum mendapatkan jawaban.


Jennara semakin menangis saat Miqdam menanyakan kenapa kepadanya,Mengingat kembali apa yang di katakan ibu-ibu tadi sungguh membuat hati Jennara terasa sakit dan sesak.


Miqdam tidak lagi bertanya ia mengeratkan pelukannya sembari mengusap punggung Jennara,Miqdam membawa Jennara untuk duduk di sofa dan membiarkan Jennara meluapkan tangisannya.


Setelah beberapa saat Jennara sudah lebih tenang,Miqdam melepas pelukannya dan mulai mencari tau apa yang terjadi,"Apa mas sudah boleh bertanya?"Ujar Miqdam dan Jennara menganggukan kepalanya.


"Adek kenapa?,pulang-pulang kok nangis?,waktu jalan-jalan adek jatuh?,atau ada yang menyakiti adek?"Jennara menganggukan kepalanya mendengar pertanyaan terakhir Miqdam.


"Siapa yang membuat adek tersakiti?,bisa adek jelasin sama mas?"Miqdam ingin menjadi suami yang bijak karena itulah Miqdam tidak akan langsung marah kepada orang yang menyakiti istrinya sebelum mendengar penjelasan istrinya.


Dengan isak tangis yang masih terdengar Jennara menceritakan apa yang terjadi tadi,"Tadi waktu aku mau jalan ke taman komplek aku ketemu sama ibu-ibu yang rumah nya ga jauh dari taman,saat aku lewat ibu-ibu itu nyindir aku sambil bawa anaknya,dia bilang kalau sudah menikah itu ya punya anak,sudah nikah kok ga punya-punya anak"


Flashback

__ADS_1


Jennara berjalan santai di area komplek ia menghirup udara segar di minggu pagi,Jenanra berniat untuk pergi ke taman komplek karena disana setiap minggunya banyak anak-anak dan juga warga komplek yang berolahraga dan juga bermain.


Jennara juga sudah ada janji dengan tetangga samping rumahnya untuk berolahraga di taman,Saat di perjalanan Jennara bertemu dengan ibu-ibu yang tengah mengendong anaknya,Sebagai tetangga yang baik Jennara menyapa ibu-ibu itu,"Selamat pagi bu"Sapa Jennara ramah.


Bukan menjawab salam Jennara ibu-ibu itu malah membuang muka dan mengucapkan kata yang tidak sepantasnya di katakan oleh orang yang tidak mengetahui kehidupan Jennara,"Sudah menikah lama kok ga punya-punya anak,sudah menikah itu ya punya anak,jangan-jangan mandul ya makanya ga punya anak,kasian suaminya punya istri kok mandul"Sakit sungguh sakit hati Jennara mendengar perkataan ibu itu,Jennara bahkan tidak bisa menjawab ucapan ibu itu karena rasa sakit yang teramat sakit di hatinya.


Ibu-ibu itu masuk kedalam rumah setelah mengatakan ucapan yang menyakitkan untuk Jennara,Jennara berbalik kembali ke rumah nya ia tidak jadi pergi ketaman,Di jalan air matanya tumpah ia tidak bisa lagi menahan untuk tidak menangis,Ini terlalalu sakit untuknya yang belum punya anak.


flashback off


"Kurang ajar"Marah Miqdam yang kini sudah berdiri dengan kilatan marah setelah mendengar semu penjelasan Jennara.


Sungguh ia tidak terima jika istrinya di katakan mandul oleh orang yang tidak mengenal istrinya,Jangankan orang yang di di kenal jika ada keluarganya maupun keluarga Jennara yang mengatakan mandul kepada Jennara Miqdam pun akan marah.


"Adek tunggu di rumah sebentar ya?,mas mau samperin ibu-ibu itu,mas mau kasih pelajaran sama ibu-ibu itu yang mulut nya ga pernah di sekolahin itu"Ujar Miqdam kepada Jennara setelah itu ia pergi ke rumah ibu-ibu yang Jennara ceritakan.


Dengan rasa marah Miqdam datang ke rumah ibu itu, Miqdam menggedor pintu rumah ibu itu hingga membuat beberapa tetangga keluar untuk melihat apa yang terjadi.


"Apa yamg anda lakukan?jangan menggedor pintu rumahku ku seperti itu,memang kalau rusak anda mau tanggung jawab"Oceh ibu itu saat keluar rumah mendapati seorang Miqdam yang menggedor pintu rumahnya dengan kencang.


"Jangankan untuk mengganti membeli rumah anda pun sayang mampu"Sombong Miqdam.


"Cih dasar sombong"Beo ibu itu menyilangkan tangannya di dada.

__ADS_1


"Tentu saja saya sombong apalagi untuk orang yang mulutnya busuk seperti anda"


"Apa masud anda bilang mulut saya busuk,berani sekali anda berbicara seperti itu kepada saya,dasar tidak ada sopan santunnya"Maki ibu itu yang usianya hanya terpaut 5 tahun lebih tua dari Miqdam.


"Memang seperti itu mulut anda busuk,apa maksud anda mengatakan jika istri saya mandul,anda tidak ada hak untuk mengatakan istri saya seperti itu"Tunjuk Miqdam kepada ibu itu dengan wajah yang sangat emosi.


Ibu-ibu itu kelabakan mendengar perkataan Miqdam, Ia tidak menyangka jika suami dari Jennara akan mendatangi rumahnya,Ibu-ibu itu melihat para warga yang berkumpul di depan rumah nya,Ia merasa malu dengan semua ini,"Jangan asal tuduh,mana buktinya jika saya mengatakan istri anda mandul"Tantang ibu itu dengan membusungkan dada,Ibu itu yakin jika tidak ada bukti yang membuktikan jika dia bersalah.


"Saya ada buktinya om"Ucap gadis remaja yang berada pada sekumpulan warga.


Gadis itu berjalan mendekati Miqdam dan memberikan ponselnya yang berisikan vidio ibu itu menghina Jennara,Di vidio itu terlihat dan terdengar jelas apa yang ibu itu katakan.


Miqdam menunjukan vidio itu kepada ibu itu,"Bukti apa lagi yang anda inginkan ha,dengan bukti ini saya bisa menjebloskan anda dalam penjara"Ancam Miqdam mengembalikan ponsel itu kepada pemiliknya.


Ibu-ibu itu seketika panik mendengar kata penjara dari mulut Miqdam,Ia tidak akan sudi masuk penjara apalagi ia memiliki anak yang masih kecil,"Penjarain saja pak Miqdam,ibu ini memang mulutnya sudah banyak menyakiti orang"Beo salah satu warga yang penah menjadi korban mulut jahat ibu itu.


"Iya betul pak penjarakan saja atau usir saja dari komplek ini"Warga yang lain pun ikut bersuara.


Mendengar ancaman-ancaman itu ibu-ibu bermulut jahat pun langasung berlutut di hadapan Miqdam,Ia memohon ampun dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan nya lagi.


"Mau anda berlutut sekalipun saya tidak akan memafkan anda,saya pastikan anda akan pergi dari komplek ini"Ucap Miqdam setelah itu pulang kerumahnya.


Sebelum itu Miqdam menghampiri gadis remaja itu meminta gadis remaja itu untuk datang kerumahnya nanti,Miqdam ingin mengucapkan terimaksih dan meminta vidio yang remaja itu punya sebagai bukti.

__ADS_1


__ADS_2