Dermaga Impian

Dermaga Impian
Bab 12


__ADS_3

Drama chesee cake selesai kini mereka semua sudah dalam perjalanan menuju bandara,Sepanjang perjalanan tangan mereka saling menggenggam,Mereka tidak satu mobil dengan orangtua mereka karena itu sepanjang perjalanan mereka saling mengegenggam tangan bahkan sesekali Miqdam juga menciumi kepala Jennara.


Tiga puluh menit kemudian mereka semua sampai di bandara,Beruntung jalanan tidak macet karena belum jam pulang kantor namun jika tadi mereka tidak segera berangkat sudah di pastikan mereka telat karena jalanan macet.


Rasya dan Bobby menurunkan koper-koper milik Miqdam dan Jennara membawa nya masuk ke dalam bandara,Miqdam pergi untuk check in meninggalkan Jennara bersama yang lain.


"Kak nanti pulang dari honeymoon bawa dedek ya"Beo Bobby memamerkan gigit putihnya.


"Sembarangan kalo ngomong,memang bikin boneka apa ga perlu lama proses bikin nya"Rasya menjawapi celotehan tidak penting Bobby.


"Sudah jangan di dengerin mereka berdua,yang terpenting disana keponakan tante ini harus happy terus ya" Ucap Lidya tante Jennara adik dari Gilang.


"Iya tante terimakasih"Jawab Jennara tersenyum senang.


"Nanti disana kalau butuh sesuatu atau terjadi apapun langsung bilang sama mas ya sayang,kalau lagi jalan-jalan liat aurora jangan jauh-jauh dari mas ya,pokoknya pegang terus tangan mas nya jangan sampai lepas ya"Pesan Hilya kepada Jennara.


"Benar apa kata mama Jen,kalau terjadi sesuatu saat disana kamu langsung panggil nomor darurat disana,kamu tau kan Jen nomornya berapa?" Satria turut berpesan kepada Jennara.


"Iya pa Jennara tau nomor daruratnya" Jawab Jennara yang mendapat usapan di kepalanya dari papa mertuanya.


"Pintar sekali mantu papa ini"


Sejak Jennara menjadikan Norwegia sebagai negara yang akan ia keunjungi bersama pasangannya,Jennara sudah mencari tau tentang negara itu termasuk nomor darurat di negara Norwegia,


Selain itu Jennara juga tau dimana tempat-tempat yang sangat indah yang jarang di datangi wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk bisa melihat aurora,Walau belum pernah sekalipun ke Norwegia namun Jennara sudah tau banyak tentang negara itu.


"Nanti disana juga jangan telat makan ya dek,kalau mau keluar jangan lupa pakek mantel dan syal nya,disana dingin jangan sampai adek sakit"Pesan Sandra kepada putrinya.


"Ibu tenang saja ya,adek janji adek akan jaga diri adek disana"Jawab Jennara menenangkan ibu nya.


Jennara tau ibunya khawatir kepadanya,karena ini keli kedua dirinya pergi jauh tanpa ibu atau ayahnya walaupun kali ini Jennara pergi bersama suaminya namun tetap saja rasa khawatir itu tetap ada.

__ADS_1


"Selalu aktifin ponsel adek sama mas ya dek,jangan pernah di matiin ya ponselnya biar kami bisa telfon adek ataupun sebaliknya"Gilang ikut memperi pesan kepada putrinya.


Jennara tersenyum senang semua keluarga maupun mertuanya begitu menyayangi nya,Jennara membenarkan duduk nya,"Ayah ibu mama papa dan semuanya kalian tenang saja ya,Jen sama mas akan menjaga diri kami,jadi kalian jangan khawatir ya.


Miqdam kembali membawa paspor mereka setelah selesai chek in,Miqdam menggendong tas phnggung yang akan mereka bawa karena sebentar lagi mereka akan naik ke pesawat.


"Pah mah mas pergi dulu ya"Pamit Miqdam kepada Hilya dan Gilang.


"Iya mas hati-hati ya disana,jagain mantu mama baik-baik ya"Pesan Sandra kemudian Sandra memeluk putra semata wayangnya itu.


"Ingat pesan papa mas,jagain istrinya baik-baik"


"Pasti pa,mas akan jagain istrinya dengan sangan sangat baik" Miqdam memeluk papa nya.


"Ibu adek pergi dulu ya"Pamit Jennara.


"Iya adek,baik-baik ya disana,ingat semua pesan ibu ya" Sandra menciumi pipi Jennara dengan sayang.


"Pasti bu,ibu jangan khawatir ya" Jwwab Jennara dalam pelukan Sandra.


"Dasar anak ayah ini,adek baik-baik ya disana,aingat jangan pernah pergi tanpa mas Miqdam ya"Pesan Gilang memeluk putrinya erat.


Setelah itu Jennara berpamitan kepada Rasya,Jennara langsung memeluk Rasya membisikkan sesuatu di telinga Rasya yang membuat Rasya tersenyum dengan apa yang di ucapkan adiknya.


"Dasar anak kecil"Rasya mencubit pipi Jennara pelan.


Ntah apa yang di bisikan Jennara kepada Rasya sampai membuat Jennara tersenyum jail setelah membisikan sesuatu di telinga Rasya.


Jennara juga berpamitan kepada tante Lidya dan dan Bobby,Begitupun dengan Miqdam yang juga berpamitan kepada semuanya,Panggilan untuk Miqdam dan Jennara terdengar,Mereka berdua berjalan bergandengan meninggalkan keluarga mereka.


Pesawat yang mereka tumpangi sudah mengudara di langit,Di dalam pesawat Jennara tertidur bersandarkan lengan Miqdam,Walaupun Miqdam merasa pegal karena lengan nya di jadikan bantal istrinya Miqdam tidak keberatan.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih delapan belas jam akhirnya mereka berdua sampai di Norwegia,Mereka sampai di Norwegia saat malam menjelang,Setelah selesai mengurus hal yang di perlukan di bandara mereka langsung menuju hotel Grand Oslo.


Sekarang mereka berdua sudah berada di mobil yang akan membawa mereka kemanapun saat di Norwegia, Jennara merasakan tubuhnya sangat lelah karena selama delapan belas jam hanya duduk saja,Melihat wajah kelelahan istrinya Miqdam membawa kepala Jennara unduk bersandar di pundaknya kemudian tangan Miqdam memijat punggung Jennara.


"Mas" Panggil Jennara pelan mendongakan kepalanya menatap Miqdam.


"Iya kenapa sayang?"Senyum Miqdam menjawab panggilan istrinya.


"Masih lama ga mas"


Miqdam melihat jam yang melingkar di tangan nya,"Kurang lebih empat puluh lima menit lagi sayang,Kenapa?,sayang butuh sesuatu?"


"Aku laper mas" Keluh Jennara yang memang sangat lapar karena terakhir kali mereka makan saat mereka masih di pesawat siang tadi.


"Astagfirullah" Kaget Miqdam ia lupa jika mereka berdua belum makan,pantas saja perutnya juga sedikit perih.


"Masf sayang mas lupa,yasudah kita singgah dulu untuk makan ya" Jennara menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Miqdam berbicara kepada sopir untuk membawa mereka ke rumah makan yang menjual makanan halal,Sepuluh menit kemudian mereka sampai di sebuah tempat makan yang berlogo halal,Mereka memesan beberapa makanan tak lupa mereka juga memesankan sopir mereka.


Setelah selesai makan mereka melanjutakan perjalanan menuju hotel,Beberapa saat kemudian mereka sampai di Hotel Grand Oslo,Sampai di hotel mereka di sambut teman Satria pemilik hotel tersebut.


Srtelah berbasa-basi sebentar mereka di antarkan ke kamar mereka,Sampai di kamar Miqdam langsung merebahkan tubuhnya di ranjang,"Mas mandi dulu biar seger badan nya"Suara Jennara dari ruang walk in closet.


"Sebentar sayang" Jawab Miqdam sedikit berteriak.


Jennara menghampiri suaminya ia duduk di samping suaminya,Melihat istrinya ada disebelahnya Miqdam menidurkan kepalanya di pangkuan Jennara,"Ayo mandi dulu mas"Rayu Jennara mengusap kepala Miqdam.


"Nanti sebentar lagi sayang"Jawab Miqdam yang kini memejamkan matanya.


"Ayo mas nanti keburu malam" Rayu Jennara lagi.

__ADS_1


Miqdam langsung bangun dan turun dari ranjang setelah itu itu ia gendong tubuh Jennara,"Masss" Kaget Jennara.


"Ayo kita mandi" Dan kejadian selanjutnya hanya mereka berdua yang tau.


__ADS_2