Dermaga Impian

Dermaga Impian
Bab 19


__ADS_3

Sesampainya mereka di rumah Miqdam langsung masuk keruang kerja meninggalkan Jennara yang bahkan belum turun dari mobil,Jennara menatap punggung Miqdam yang semakin meninggalkannya.


Jennara menarik nafasnya sedikit berat,"Ada apa dengan mu mas,tidak biasanya kamu seperti ini?"Monolog Jennara sebelum ia turun dari mobil dan masuk kedalam rumah.


Miqdam mengurung dirinya di dalam ruang kerja,Fikirannya kembali kepada seseorang yang ia lihat tadi,Kali ini Miqdam yakin sekali jika seseorang itu adalah dia,Miqdam menggusar rambutnya ia bingung harus berbuat apa.


Satu sisi Miqdam ingin bertemu dengan seseorang itu namun di sisi yang lain nya Miqdam merasa tak sanggup jika harus teringat rasa sakit saat di tinggalkan seseorang itu.


Miqdam terus memikirkan hal itu sampai ia melupakan sesuatu di luar sana,Setelah lama berfikir akhirnya Miqdam memutuskan untuk mencari orang itu,Miqdam mengambil ponselnya dan menghubungi orang suruhan nya yang dulu sempat ia perintahkan untuk mencari seseorang itu.


"Dia ada di Jakarta,cari dia sampai ketemu"Parintah Miqdam melalui sambungan telfon.


Miqdam tidak perlu menjelaskan secara rinci siapa yang dia maksud dalam telfon itu,Karena orang suruhan nya sudah pasti paham siapa seseorang itu,Miqdam meletakan ponselnya tangan membuka laci yang selalu ia kunci dan kuncinya ia simpan agar tidak ada satupun orang yang bisa membuka laci itu termasuk Jennara.


Yang tidak di ketahui Jennara selama mengenal Miqdam adalah banyaknya rahasia yang Miqdam sembunyikan darinya termasuk tentang masalalu Miqdam,Jennara hanya tau jika Miqdam mempunyai masalalu yang menyakitinya selebihnya Jennara tidak tau apa-apa apalagi termasuk alasan Miqdam tersakiti.


Miqdam mengeluarkan sebuah album yang berisi foto-foto dirinya dengan Meisya,Iya Meisya masalalu yang sampai detik ini masih menjadi pemenang di hati Miqdam walaupun sudah ada Jennara dan seseorang yang Miqdam lihat di lampu merah tadi itu juga Meisya.


"Bagaimana kabarmu?,apa kau baik-baik saja setelah pergi meninggalkanku?,apakah kau sudah menemukan penggantiku?"Monolog Miqdam pada foto Meisya yang sedang tersenyum manis yang ada di tangannya.


"Ah tentu saja kau bahagia buktinya sekarang kau sudah memiliki seorang putri"Beo Miqdam lagi ia menduga jika anak yang di gandeng Meisya tadi adalah putri Meisya.


"Aku tidak merindukanmu hanya saja aku butuh penjelasan kenapa kau meninggalkan ku dulu"Kata Miqdam masih menatap foto Meisya,Namun aneh nya ucapn Miqdam tidak selaras dengan hatinya.


Mulutnya berkata jika ia tidak rindu namun hatinya menggebu-gebu merasakan rindu kepada Meisya,"Tidak aku tidak merindukan mu,sekali lagi aku katakan aku tidak merindukanmu aku hanya butuh penjelasan"Seru Miqdam menolah gejolak rindu di hatinya.


Di balik kegalauan Miqdam yang mengenang masalalu nya di luar ruang kerja tepatnya di ruang keluarga Jennara duduk gelisah menunggu Miqdam keluar dari ruang kerjanya,Jennara merasa khawatir dengan Miqdam,Ia takut jika Miqdam sedang mengalami kesulitan dalam pekerjaan sehingga membuatnya terlihat kebingungan.


"Kamu baik-baik saja kan mas?"Cicit Jennara matanya menatap ruang kerja Miqdam yang masih tertutup.

__ADS_1


"Ya Tuhan mudahkanlah pekerjaan suamiku jangan engkau persulit pekerjaannya"Doa Jennara tulus karena yang ia tau Miqdam sedang kesulitan dalam pekerjaan nya bukan sedang memikirkan mantan kekasih Miqdam.


Andai saja Jennara tahu jika Miqdam seperti itu karena mengingat masalalu nya ntah apa yang akan terjadi dan akan sesakit apa Jennara nanti,Jennara masih duduk dengan gelisah di sofa sembari melihat ke arah pintu ruang kerja Miqdam ia berharap Miqdam segera keluar.


Sebenarnya bisa saja Jennara masuk kedalam ruang kerja Miqdam hanya saja Jennara takut jika kehadirannya malah mengganggu Miqdam,Karena itulah Jennara memilih menunggu Miqdam keluar.


Jam terus berputar sudah dua jam lebih Jennara menunggu Miqdam yang tak kunjung keluar,Jam sholat sudah lewat Jennara memutuskan untuk naik ke kamar nya dan melakukan sholat,Tadinya Jennara ingin menunggu Miqdam untuk sholat bersama namun sepertinya belum ada tanda-tanda Miqdam akan keluar.


Kembali keruang kerja Miqdam saat ini Miqdam tengah melaksanakan sholat di ruang kerjanya,Sujud terakhirnya begitu lama dan khusyuk ntah apa yang ia lantunkan dalam doanya sampai se khusyuk itu.


Siang berganti malam Miqdam baru keluar dari ruang kerjanya,Miqdam ingin ke kamar mengistirahatkan dirinya namun langkahnya terhenti saat melihat Jennara yang tengah menyiapkan makanan di meja makan,Dan pada saat itu barulah Miqdam teringat dan sadar jika dia mengabaikan Jennara sedari mereka kembali.


Miqdam sangat merasa bersalah atas apa yang ia lakukan,Kenapa jika menyangkut tentang Meisya Miqdam selalu melupakan Jennara,Miqdam berjalan perlahan mendekati Jennara dengan rasa bersalah,Setelah sampai di belakang Jennara yang sedang menyiapkan makanan Miqdam langsung memeluk Jennara dari belakang.


Jennara sedikit kaget saat mendapat pelukan dari Miqdam,"Mas"Pekik Jennara kaget.


Jennara mengerutkan keningnya,"Maaf untuk.. "


"Untuk semuanya?,semua hal yang menyakiti adek"


"Mas bicara apa sih,emang siapa yang menyakiti aku?,ibu komplek?kan mas sudah menyelesaikan masalah itu?"Bingung Jenanra Miqdam tiba-tiba meminta maaf.


"Maaf untuk rasa sakit yang ntah sengaja mas perbuat atau ibu komplek dan yang lainnya"Bibir Miqdam tidak mau untuk mengatakan yang sesungguhnya.


"Mas sakit ya?"Jennara membalikkan tubuhnya menghadap Miqdam,Tangannya menyentuh kening Miqdam dan benar Miqdam sedikit demam.


"Badan mas hangat,sekarang mas makan dulu ya habis itu minum obat terus istrihat"Perintah Jennara yang langsung di turuti Muqdam.


Jennara melayani Miqdam mengambilkan nasi beserta lauk pauk nya,Kemudian Jennara mengambil air dan juga obat untuk Miqdam,Melihat Jennara yang melayaninya membuat Miqdam kian merasa bersalah.

__ADS_1


Miqdam sedikit tidak nafau untuk makan karena itu ia tidak menghabiskan makanan nya,Selesai makan Miqdam meminum obat yang Jennara siapkan dan setelah itu pergi ke kamar.


"Mas duluan ya dek,kepala mas sedikit pusing"Pamit Miqdam sebelum ke kamar.


"Iya mas duluan saja,aku beresin ini dulu setelah itu aku nyusul ke kamar"Jawab Jennara sembari membereskan bekas mereka makan.


Miqdam mengangguk dan setelah itu ia pergi kekamar, Miqdam masuk kedalam kamar dan langsung merebahkan durinya tidak lama kemudian Jennara masuk kedalam kamar dia lihatnya Miqdam sudah tidur.


Saat tengah malam suhu badan Miqdam meningkat bahkan Miqdam sampai menginggau,Jennara terbangun dari tidurnya saat mendengar suaminya mengingau,"Sya Sya jangan pergi"Racau Miqdam dalam tidurnya nya.


Jennara sedikit menajamkan pendengarannya saat Miqdam memanggil Sya yang ntah siapa,"Sya jangan tinggalin saya"Racau Miqdam lagi dengan tangan yang seakan ingin menggapai sesuatu.


Jennara mengambil tangan Miqdam dan menggenggamnya,"Mas bangun mas kamu ngingau"Jennara berusaha membangunkan Miqdam.


"Sya tunggu Sya"Miqdam masih meracau.


"Mas bangun"Jennara mengguncang tubuh Miqdam cukup kuat sampai berhasil membuat Miqdam tersadar.


"Kenapa dek"Ucap Miqdam setelah membuka mata.


Jennara bernafas lega Miqdam sudah sadar,"Mas ngigau tadi"Jelas Jennara,ia tidak mengatakan siapa yang Miqdam sebut dalam tidurnya tadi.


"Astagfirullah"Miqdam mengelus dadanya.


"Maaf ya sudah buat adek bangun"Sesal Miqdam.


"Iya ga apa-apa mas,mas minum obat dulu ya abis itu tidur lagi"Jennara mengambilkan obat untuk Miqdam dan langsung meminummya.


Setelah itu mereka melanjutkan tidur mereka namun Jennara tidak bisa tidur kembali ia masih kefikiran siapa yang Miqdam sebut tadi.

__ADS_1


__ADS_2