Dermaga Impian

Dermaga Impian
Bab 26


__ADS_3

Tiga hari telah berlalu selama tiga hari itu pula Jennara di rawat di rumah sakit,Kondisi Jennara perlahan mulai membaik,Selama Jennara di rawat di rumah sakit Miqdam memang selalu di sisi Jennara namun fikiran nya tetap ada pada Meisya.


Selama tiga hari menunggu Jennara di rumah sakit fikiran Miqdam merasa tidak tenang,Apalagi sampai hari ini Miqdam belum mendapat kabar dimana rumah Meisya,Anak buah nya belum berhasil menemukan dimana rumah Meisya.


Sebenarnya orang suruhan Miqdam sudah mendapatkan alamat rumah Meisya hanya saja tanpa sepengetahuan Miqdam Satria melarang anak buah Miqdam untuk memberitahu Miqdam dan berbohong jika dirinya belum menemukan rumah Meisya.


Satria mengancam anak buah Miqdam akan membuat hidupnya menderita jika memberitahu Miqdam alamat Meisya,Satria tidak sendiri ia bersekongkol dengan Julian,Mereka berdua tidak ingin Miqdam melakukan kesalahan fatal dalam hidupnya.


Saat ini Jennara sedang memakan buah yang sudah di potong oleh Miqdam,Sembari memakan buah mata Jennara memperhatikan Miqdam yang hanya diam sedari tadi,Jennara ingin bertanya ada apa dengan Miqdam namun Jennara tidak berani menanyakan itu.


Jennara merasa belakangan ini suaminya sedikit aneh,Suaminya lebih sering mengabaikan dirinya bahkan akhir-akhir ini mereka tidak pernah mengobrol bersama lagi,Miqdam selalu pulang larut malam saat Jennara sudah tidur dan berangkat pagi saat Jennara sedang bersiap-siap dengan alasan pekerjaan yang sedang menumpuk.


Jennara mencoba memahami namun menurutnya itu sudah tidak wajar karena itu Jennara memberanikan diri untuk bertanya,"Mas"Panggil Jennara.


"Mas Miqdam"Panggil Jennara lagi.


"Mas"Panggilan ketiga Jennara barulah Miqdam menjawab panggilannya.


"Iya sayang,butuh sesuatu?"Tanya Miqdam yang berjalan mendekati Jennara.


"Engga mas"Jawab Jennara.


"Lalu kenapa adek panggil mas"Miqdam menatap Jennara dengan wajah bingung.


"Ada yang mau aku tanyain sama mas,bisa mas duduk di sini"Tunjuk Jennara pada kursi di samping ranjang nya.


Miqdam mengerutkan dahinya tapi tidak urung ia mengikuti arahan istrinya untuk duduk di kursi,"Adek mau tanya apa?,kayanya serius ya?"

__ADS_1


Jennara menganggukan kepalanya menatap Miqdam,"Ada apa dek?"Tanya Miqdam memulainya.


"Sebelumnya maaf kalau seandainya pertanyaan aku terkesan ikut campur urusan mas,tapi rasa-rasa nya aku sudah tidak tahan lagi kalau tidak bertanya langsung sama mas"Miqdam mendengarkan ucapan Jennara,Mereka saling menatap.


"Mas sadar ga kalau akhir-akhir ini mas terkesan abai sama aku,akhir-akhir ini kita juga sudah jarang mengobrol lagi,kita jarang makan bareng,kita jarang pergi bareng seperti dulu,mas kenapa?,mas lagi ada masalah?,atau ada sesuatu yang lain yang mas ga mau cerita sama aku?,aku udah berusa buat mengerti dan memahami semuanya tapi rasanya aku tidak bisa"Lanjut Jennara mengungkapkan keluh kesah yang dia rasakan dan yang menjadi salah satu penyebab dirinya setres.


Hati Miqdam terenyuh mendengar keluh kesah istrinya tentang dirinya,Seabai itukah dirinya akhir-akhir ini pada istrinya,Sampai-sampai istrinya mengeluh seperti ini,atau jangan-jangan istrinya sakit juga karena memikirkan tentang hal ini.


Ah betapa bodohnya dirinya,Bisa-bisa nya ia menyakiti istrinya dan abai kepada istrinya hanya gara-gara masa lalu nya,Dirinya menyesal sungguh sangat menyesal,Seharusnya ia tidak boleh seperti ini kepada wanita yang sudah menyembuhkan rasa sakitnya karena di tinggalkan wanita itu,Batin Miqdam menyesali semuanya.


Miqdam tidak menjawab pertanyaan Jennara ia langsung berdiri dan memeluk Jennara,Miqdam erat memeluk Jennara tak terasa air matanya menetes merasa bersalah dengan istrinya.


"Mas kenapa?,mas nangis?,kata-kata aku nyakitin mas ya?,maafin aku mas?,aku ga bermaksud menyakiti mas?"Panik Jennara karena mendengar isakan tangis Miqdam.


Jennara merutuki dirinya yang sudah menanyakan hal itu,Sungguh jika tahu Miqdam akan menangis selerti ini Jennara tidak akan menanyakan alasan kenapa Miqdam berubah akhir-akhir ini,Iya lebih memilih memendamnya.


Mendengar Jennara meminta maaf Miqdam menggelengkan kepalanya,"Tidak sayang jangan meminta maaf,ini bukan salah adek ini salah mas,mas yang harus minta maaf karena sudah abai sama adek,maafin mas dek"Ucap Miqdam masih memeluk Jennara.


"Iya mas aku sudah maafin mas,mas jangan nangis ya,aku merasa bersalah kalau mas nangis begini"Jennara mengusap punggung Miqdam.


Miqdam melepas pelukannya pada Jennara dan menatap Jennara,Tangan Jennara mengusap air mata Miqdam yang masih menetes,"Jangan nangis ya mas"Ucap Jennara yang mana membuat air maya Miqdam kembali mengalir deras.


Rasa bersalah yang besar membuat Miqdam tak sanggup melihat wajah istrinya yang masih sedikit pucat,Apalagi mendengar ucapan istrinya rasanya Miqdam ingin bersujud meminta maaf kepada Jennara.


Jennara tahu suaminya sedang tidak baik-baik saja karena itu ia merentangkan tangannya dan Miqdam langsung masuk dalam pelukan istrinya,Miqdam menangis keras mengeluarkan rasa bersalahnya,Tangan Jennara mengusap punggung Miqdam menyalurkan ketenangan untuk Miqdam.


Di luar Satria dan Hilya melihat adegan dramatis tersebut,Mereka sudah datang sedari tadi namun saat mereka ingin masuk mereka mengurungkan niat mereka saat mendengar obrolan serius anak dan menantunya,Hilya bertanya-tanya kesalahan apa yang telah anak laki-lakinya lakukan sampai membuatnya menangis seperti itu.

__ADS_1


Sedangkan Satria yang tau kesalahan apa yang di lakukan anak laki-laki nya merasa lega karena sepertinya Miqdam sudah sadar dan merasa bersalah,Satria berharap Miqdam tidak mengulangi kesalahan nya lagi.





di tempat lain tepat nya di butik Jennara mereka sedang kedatangan tamu,Tamu tersebut adalah Meisya dan putrinya,Meisya datang ke butik ingin bertemu Jennara,Meisya membawa bingkisan sebagai rasa terimakasih nya kepada Jennara karena sudah membuatkan gaun untuk putrinya tanpa ingin di bayar.


Saat itu Jennara memberikan gaun itu secara gratis bahkan Jennara membuatkan gaun di luar ekspektasi Meisya,Gaun yang sangat cantik dan mewah yang Meisya yakin hanya putrinya yang memilikinya karena gaun itu buatan tangan Jennara.


Jennara memberikan gaun itu sebagai hadiah dari nya,Saat bertemu dengan Arsyila ntah mengapa Jennara langsung jatuh cinta dengannya,Senyum manis Arsyila membuat Jennara berharap akan memiliki putri seperti Arsyila,Karena merasa sayang dengan Arsyila Jannara memberikan gaun itu secara Gratis.


"Permisi mba Lyla saya mau betemu mba Jen,apa mba Jen nya ada?"Tanya Meisya kepada Lyla.


"Maaf mba Meisya mba Jen nya sedang tidak ada di butik,Mba Jen sedang sakit dan sekarang sedang di rawat di rumah sakit"Jelas Lyla membuat Meisya keget.


"Ya allah mba Jen sakit,di rumah sakit mana mba Jen di rawat mba Lyla?"Tanya Jennara penasaran.


"Mba Jen di rawat di rumah sakit Permata mba"


"Apa boleh jika saya dan Arsyila menjenguk kesana mba Lyla?"Meisya ingin sekali menjenguk Jennara sekalian mengucapkan terimakasih.


Lyla dia sejenak ia tampak berfikir menimang-nimang haruskah dia mengiyakan permintaan Meisya,"Boleh mba Meisya,mba datang saja ke rumah sakit Permata ruang vip nomor 04,mba Jen pasti senang mba Meisya menjenguknya apalagi ada Arsyila"


Meisya tampak senang medapat izin menjenguk Jennara,Karena itu ia pamit kepada Lyla dan segera pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Jennara,Ntah apa yang akan terjadi disana karena disana Miqdam masih setia menunggu Jennara.

__ADS_1


__ADS_2