
Meisya sampai di rumah sakit ia berjalan ke arah resepsionis untuk menanyakan di mana ruang vip no 04,Setelah tahu di mana ruangan itu Meisya berjalan ke ruangan Jennara,Apalagi Arsyila ia sudah tidak sabar untuk bertemu tante cantiknya.
"Umi kenapa tante cantik sakit?"Tanya Arsyila.
"Mungkin tante cantik nya kecapean karena harus buat gaun-gaun cantik uantuk orang-orang"Jawab Meiysa seadanya karena ia sendiri pun tidak tau Jennara sakit karena apa.
"Kalau begitu tante cantik tidak usah buat gaun lagi saja biar tante cantiknya ga kecapean dan sakit"Celoteh Arsyila sembari sesekali mendongak melihat umi nya.
"Tidak bisa begitu sayang,itu kan pekerjaan tante cantik jadi kita tidak bisa melarang tante cantik untuk tidak membuat gaun lagi"Meiysa mencoba memberikan penjelasan kepada Arsyila yang rasa ingin tahunya sedang tinggi.
"Tapi umi.. "
"Sudah sayang,sekarang kita sudah sampai di ruangan tante cantik,umi berharap Arsyila dapat menjaga sikap Arsyila ya,jangan buat tante cantik merasa risih oke"Meisya berjongkok memberi pesan kepada Arsila,Meisya juga merapihkan penampilan Arsyila.
"Oke umi"Arsyila mengacungkan jempolnya.
"Anak umi pinter,yasudah ayo kita masuk"Meiysa mengetuk pintu ruangan Jennara dan setelah itu dia masuk bersama Arsyila.
"Assalamualaikum"Salam Meisya dan Arsyila ketika masuk ke ruangan Jennara.
"Waalaikumsallam,mba Meisya Arsyila"Senyum Jennara menghiasi wajah pucat nya saat melihat Meisya dan Arsyila datang.
"Tante cantik"Arsyila berlari menyalami tangan Jennara.
"Arsyila sayang tante kangen"Jennara mencium pipi Arsyila.
"Arsyila juga kangen sama tante cantik"Mereka terseyum bersama.
"Maaf ya mba Jen kami tiba-tiba datang"Ucap Meisya yang sudah berdiri di belakang Arsyila.
"Ga apa-apa mba Mey,aku malah senang mba Mey datang apalagi bawa si cantik ini"Gemas Jennara pada Arsyila.
"Tadi aku ke butik mau ketemu mba Jen tapi kata mba Lyla mba Jen lagi sakit dan di rawat,jadi tadi aku minta izin sama mba Lyla untuk jenguk mba Jen"Jelas Meisya lebih detail ia takut Jennara merasa tidak nyaman karena dirinya datang tanpa memberitahu Jennara terlebih dulu,Apalagi hubungan mereka hanya sebagai pelanggan dan penjual saja.
"Iya mba Meisya ga apa-apa,aku malah berterimakasih banget mba Mey mau jenguk aku"Jawab Jennara.
__ADS_1
Meisya mengangguk dengan senyuman,"Mba Jen sakit apa?"Tanya Meisya yang penasaran dengan sakit Meisya.
"Hanya tipes saja mba,kecapean karena akhir-akhir ini banyak pesanan baju jadi istirahat nya kurang"Jennara menjelaskan sakit nya ia tidak menjelaskan alasan pastinya karena tidak mungkin ia menceritakan masalah nya kepada orang yang belum lama ia kenal.
"Lain kali walau banyak pesanan mba Jen jangan sampai lupa istirahat ya mba,mba Jen juga jangan lupa minum vitamin biar mba Jen ga sakit lagi"Saran Meisya yang di angguki Jennara.
"Iya mba Mey terimakasih ya"
"Tante cantik"Panggil Arsyila yang membuat Jennara langsung menatap Arsyila.
"Iya sayang ada apa?"
"Tante cantik kenapa hanya sendirian saja?,waktu itu saat Arsyila sakit umi selalu temani Arsyila tapi kenapa tante cantik ga ada yang nemenin"Beo Arsyila yang tidak melihat ada yang menemani tante cantik nya.
"Iya mba kenapa ga ada yang nungguin mba Jen"Meisya pun menanyakan hal yang sama.
"Oh itu,tante cantik ga sendirian sayang,ada suami tante yang menemani hanya saja suami tante sedang menemui dokter sebentar"Jelas Jennara membuat Meisya dan Arsyila menganggukkan kepalanya.
Setelah itu mereka mengobrol bersama lebih tepatnya mereka mendengarkan celotehan Arayila,Tak jarang Jennara tertawa saat Arsyila menceritakan hal lucu,Keinginan memiliki anak perempuan semakin besar saat Jennara mendengarkan cerita lucu dan cara bicara Arsyila.
Saat sudah sampai di ruangan Jennara Miqdam memegang knop pintu dan akan membuka nya tapi saat ia akan mendorong pintu agar terbuka Miqdam di kagetkan dengan tarikan di tangan nya yang di lakukan oleh Julian yang mengakibatkan pintu tidak jadi terbuka.
Miqdam tersentak kaget oleh tarikan Julian bahkan sampai membuat nya hampir jatuh jika saja Julian tidak menahannya,"Kau ini apa-apaan Julian"Kesal Miqdam Julian tiba-tiba menariknya.
"Ikut aku"Julian menarik Miqdam membawanya menjauh dari ruangan Jennara.
"Kau mau membawaku kemana Julian,istriku sendirian disana"Ucap Miqdam mencoba melepaskan tangan Julian yang menarik tangan nya.
"Sebentar saja,ada yang ingin aku bicarakan ini penting"Mau tak mau Miqdam mengikuti Julian tapi dengan syarat Julian melelaskan tangannya,Miqdam malu di lihat orang-orang karena Julian menarik tangan nya,Kesannya seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar.
Disini lah mereka sekarang taman belakang rumah sakit,Julian sengaja membawa Miqdam ke taman belakang karena tempat itu yang kemungkinan kecil tidak akan Meisya datangi kecuali memang sudah takdir mereka bertemu.
Jika bertanya bagaimana Julian bisa tahu jika Meisya ada di rumah sakit menjenguk Jennara jawaban nya adalah dari anak buah yang Julian utus untuk mengawasi Mesiya,Anak buah Julian mengatakan jika Meisya datang ke butik Jennara dan sekarang ada di rumah sakit.
Menurut cerita anak buah Julian sepertinya Meisya dan Jennara sudah saling mengenal buktinya sekarang Meisya menjenguk Jennara,Julian yang saat itu berada di kantor langsung buru-buru ke rumah sakit ia tidak akan membiarkan mereka berdua bertemu lagi.
__ADS_1
Julian mengendarai mobilnya secepat mungkin,Tak jarang Julian mendapat makian dari pengendara lain yang hampir bertabrakan karena ulah Julian,Namun Julian tidak perduli fokusnya hanya agar dia segera sampai di rumah sakit sebelum terlambat.
Sesampainya di rumah sakit Julian berlari secepat mungkin agar segera sampai di ruangan Jennara,Beruntung ia sampai tepat waktu saat Miqdam baru mau membuka pintu,Julian menarik tangan Miqdam dan berhasil membuat mereka tidak bertemu.
"Hal penting apa yang ingin kau bicarakan?"Tanya Miqdam saat ini mereka duduk di bangku taman di bawah pohon besar,Mereka persis seperti orang yang berpacaran,Bahkan orang yang tidak mengenal mereka pasti menduga jika mereka berpacaran.
Julian tidak langsung menjawab ia masih mengatur nafasnya yang terengah-engah,"Sabar sebentar kau tidak melihat jika nafas ku sudah hampir habis"Julian sengaja tidak menjawab pertanyaan Miqdam agar mengulur waktu.
"Lagi pula kenapa kau berlari seperti di kejar setan?,apa kau tidak ingat umurmu?"Ejek Miqdam dengan senyuman mengejek melihat Julian yang masih terengah-engah.
"Sialan"Maki Julian,Julian masih muda ia belum sampai kepala empat dan dengan seenak nya Miqdam mengatakan untuk mengingat umurnya hanya karena ia terengah-engah saat berlari.
Plak.. Miqdam memukul punggung Julian cukup keras,"Apa kau bilang sialan,aku bos mu beraninya kau memaki bos mu"
"Kau lupa,ini bukan di area kantor itu berati kau bukan bos ku"Mereka mulai berdebat,Orang-orang di sekitar melihat perdebatan itu dengan pandangan aneh,Dua laki-laki berdepat di bawah pohon besar bukan kah itu aneh.
"Tutup mulutmu jika tidak ada yang ingin kau katakan lebih baik aku kembali keruangan istriku"Miqdam berdiri hendak pergi namun Julian mahan tangannya.
"Tunggu dulu,bahkan aku belum mengatakan apapun"Miqdam duduk kembali.
"Apa yang ingin kau bicarakan?"Tanya Miqdan ia ingin segera mengakhiri pembicaraan ini dan segera bertemu istrinya.
"Itu apa emm"Julian bingung harus berbicara apa karena memang tidak ada hal yang penting yang ingin dia bicarakan.
"Apa Jul jangan membuang waktuku,Jennara sudah harus minum obat"Kesal Miqdam Julian tak juga berbicara.
"Ah itu PT Lateil ingin mengajukan penambahan kontrak dan nominal,Mereka tidak setuju dengan nominal yang tertera"Untung saja Julian mengingat kontrak itu dan bisa untuk di jadikan alasan.
"Itu perkara kecil Jul,kau bahkan bisa menyelesaikan nya sendiri kenapa kau jauh-jauh datang menemuiku"Rasa kesal Miqdam semakin memuncak mendengar hal yang katanya penting dari Julian.
Julian menggaruk kepalanya dengan cengiran tak bersalah nya,Miqdam berdiri dan langsung pegi meninggalkan Julian,Julian berusaha mengejar Miqdam,Sebisa mungkin ia menahan Miqdam agar tidak kembali ke ruangan Jennara,Karena Julian tidak tahu Meisya masih ada di sana atau tidak.
Julian pun tidak bisa bertanya kepada anak buah nya karena ponselnya tertinggal di mobil,Sebisa mungkin Julian menahan Miqdam namun nyatanya Julian tidak berhasil Miqdam sudah sampai di ruangan Jennara dan membuka pintu,Julian menutup matanya saat Miqdam membuka pintu,Julian takut jika Meisya masih ada di dalam.
"Astagfirullah kalian ini kenapa datang-datang bikin kaget saja"Ucap Jennara yang kaget dengan kedatangan mereka berdua.
__ADS_1
Perlahan Julian membuka matanya dan berungtung Meisya sudah tidak ada,Julian mengusap dada nya,"Dasar manusia aneh"Ucap Miqdam setelah itu ia menghampiri Jennara.