Dermaga Impian

Dermaga Impian
Bab 11


__ADS_3

Sore telah datang Miqdam dan Jennara sudah membereskan keperluan yang akan mereka bawa,Hanya keperluan yang mereka butuhkan saat di dalam pesawat karena kebutuhan seperti pakaian dan yang lain-lain ada di koper yang di bawakan orang tua mereka.


Miqdam duduk di sofa memainkan tab mengecek pekerjaan nya sembari menunggu istrinya yang sedang make up,Sesekali Miqdam melihat istrinya yang terlihat cantik dengan make up yang tipis.


Selesai make up Jennara membereskan peralatan make up nya dan memasukannya dalam koper kecil,Jennara menghampiri Miqdam dan duduk di samping Miqdam.


"Mas lagi ngapain?" Tanya Jennara melihat isi tab Miqdam.


"Mas lagi ngecek kerjaan dek" Jawab Miqdam mengalihlan tatapan nya pada istrinya.


"Aku sudah selesai make up mas" Seru Jennara memberitahu Miqdam,Padahal tanpa di beri tahun pun Miqdam sudah tau.


"Iya sayang" Senyum Miqdam menatap Jennara.


Sedangkan Jennara yang di tatap begitu dalam oleh suaminya merasa malu,Pipi Jennara bersemu merah,Ntah mengapa setiap di tatap Miqdam seperti itu Jennara menjadi salting.


"Pipi nya merah begini jadi pengen gigit" Miqdam mengusap pipi Jennara yang memerah.


Hal itu membuat Jennara semakin tersipu,"Udah ih mas malu aku nya"Protes Jennara menurunkan tangan Miqdam dan menggenggam nya.


"Kenapa malu,mas kan suami adek" Miqdam mematikan tab nya dan berdiri.


"Ayo kita turun semuanya sudah menunggu di bawah" Ajak Miqdam mengulurkan tangannya dan segera di sambut oleh Jennara di sertai anggukan kepala.


Miqdam menarik koper kecil dan mengalungkan tas Jennara di tangan nya,Sedangkan tangan satunya lagi untuk menggenggam tangan Jennara,Berjalan beriringan untuk turun kelobi menemui keluarga mereka yang sudah sedari tadi menunggu mereka berdua.


Sampai di lobi Jennara di sambut pelukan dari Sandra dan Gilang,Senyum bahagia terpancar di wajah Gilang dam Sandra,Begitupun dengan Rasya ia juga bahagia memberikan Jennara kepada Miqdam yang ia percayai akan selalu menjaga dan membahagiakan adik nya.


"Kalian sudah makan belum?,kalau belum makan dulu saja,Waktunya juga masih cukup" Tanya Hilya pada Miqdam dan Jennara.

__ADS_1


"Sudah Ma" Miqdam memenjawab pertanyaan ibu nya dengan santai karena memang mereka berdua sudah makan satu jam yang lalu.


Namun tidak dengan Jennara,Jennara menekuk wajahnya mendengar jawaban Miqdam,Padahal rencana nya ia akan makan cheese cake buatan koki di hotel ini yang sama seperti ia makan tadi,Tapi Jennara malu untuk mengatakannya karena sebentar lagi mereka akan berangkat.


Miqdam tak memperhatikan wajah tertekuk itrinya karena ia masih ngobrol bersama saudara Jennara yang juga akan ikut mengantarkan mereka ke bandara.


Semua barang sudah di masukkan ke dalam mobil mereka semua siap untuk berangkat,Jennara berdiri di samping Sandra ia menarik baju Sandra membuat Sandra menengok ke arahnya.


"Adek kenapa?" Tanya Sandra saat melihat wajah tertekuk putrinya.


Hilya yang tidak jauh dari mereka berdua menghampiri mereka,"Kenapa mba?" Tanya Hilya setelah sampai di samping mereka.


"Ga tau ini mba mukanya Jen di tekuk begitu" Seru Sandra memberi tahu Hilya.


"Sayang kenapa?,ada yang ketinggalan atau ada hal lain?" Hilya menggenggam tangan Jennara mencoba mencari tau apa yang di inginkan menantu tersayang nya ini.


"Ga papa sayang ngomong saja,mumpung kita belum berangkat" Beo Hilya matanya melirik yang lain yang sedang mengobrol sedikit jauh dari mereka bertiga.


"Iya dek,adek bilang saja adek butuh apa?" Sandra ikut berbicara.


Setelah memikirkan sejenak akhrinya Jennara mau mengatakannya"Jen mau cheese cake yang ada disini Ibu mama,tapi Jen malu sama ga enak soalnya tadi mas bilang kita sudah makan"Seru Jennara menahan rasa tidak enak nya dan juga malu dengan ibu mertuanya.


Katakanlah Jennara lebay karena hal seperti ini pun bisa merubah mood dan wajahnya,Namun apa mau di kata Jennara memang semaniak itu dengan chesee cake,Jadi tidak masalah jika ia di bilang lebay oleh orang-orang.


Sandra dan Hilya tesenyum lega karena mereka kira ada hal penting yang terjadi kepada Jennara,"Ibu kira ada apa tadi sampe buat wajah anak ibu di tekuk begitu ternyata mau makan cake kesukaan nya"Ucap Sandra sembari menggeleng-geleng kan kepalanya.


"Tunggu sebentar ya mama panggil mas mu dulu" Hilya meninggalkan mereka berdua untuk menghampiri Miqdam yang sedang mengobrol dengan ayah dan ayah mertuanya.


Sampai di belakang Miqdam Hilya menjewer telinga Miqdam pelan."Aduh sakit ma, kenapa mama jewer Miqdam?"Protes Miqdam yang mendapat jeweran dengan tiba-tiba dari ibunya.

__ADS_1


"Mas ini ya sayang ga sih sama istrinya?,Istrinya bad mood begitu ga tau" Omel Hilya membuat semua melihat arah mereka berdua.


"Ya sayang lah bu sayang banget malah,kalau ga sayang ga Miqdam nikahin" Gerutu Miqdam masih berdiri di tempat yang sama namun setelah itu ia melihat istrinya yang masih bad mood dan berjalan mendekatinya.


"Kenapa sih ma?"Tanya Satria tidak tau apa yang terjadi.


"Itu loh pah mantu kita mau makan cheese cake dulu sebelum mereka pergi tapi Miqdam sudah dulu bilang kalau mereka sudah makan,jadinya mantu kita ga berani ngomong" Jelas Hilya membuat Saterinya geleng-geleng kepala.


"Anak itu ya" beo Satria.


"Sayang kenapa?Ada yang ketinggalan atau ga mau honeymoon?"Tanya Miqdam yang mana langsung mendapat cubitan di pinggangnya dari Hilya.


"Ampun Ma" Mohon Miqdam dengan tampang memelas.


"Kenapa sayang?"Tanya Miqdam lagi.


"Aku mau cheese cake yang tadi boleh ga"Jawab Jennara dengam suara pelan sembari menundukan kepalanya,Sungguh Jennara merasa tidak enak dengan semuanya.


"Astaga sayang"Miqdam tak habis fikir dengan istrinya ini kenapa bisa se lucu ini ketika sedang merasa bersalah.


"Kita balik ke kamar saja yuk dek,Ga usah jadi honeymoon nya" Ucap Miqdam yang mendapat sorakan dari semuanya terutama bobby yang paling keras suaranya.


"Iya iya ampun,Ayok kita masuk mas beliin chesee cake yang banyak untuk istri nya mas ini" Miqdam membawa Jennara masuk kedalam hotel lagi di ikuti dengan yang lain.


Sandra dan gilang yang berjalan paling terakhir hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah putri nya yang masih seperti anak kecil,Namun mereka berdua tidak heran karena memang seperti itu kelakuan Jennara jika menginginkan sesuatu yang sangat ia inginkan.


Beruntung Miqdam mau memaklumi sikap putri mereka itu,Karena jauh sebelumnya Miqdam sudah di beritahu sikap Jennara oleh dirinya dan juga istrinya.


Rasya yang melihat adik perempuannya tersenyum senang saat memakan cheese cake turut ikut senang,Rasya bedoa semoga kehidupan adiknya kelak hanya akan di liputi rasa bahagia,Rasya tidak tau akan sehancur dan semurka apa dirinya jika adiknya sedih terlebih kesedihan itu Miqdam lah yang menciptakan.

__ADS_1


__ADS_2