Dermaga Impian

Dermaga Impian
Bab 31


__ADS_3

Miqdam membawa Meisya masuk kedalam mobil yang di mana ada Arsyila yang menunggu mereka,Miqdam mendudukkan Meisya di kursi belakang bersama Arsyila yang menangis melihat keadaan uminya.


Meisya memegang erat kemeja Miqdam saat Miqdam akan menutup pintu,"Mas"Panggil Meisya lirih.


Miqdam melihat tatapan takut dalam mata Meisya,Kemudian ia mendekatkan wajahnya pada wajah Meisya"Jangan takut ada mas disini,semua akan baik-baik saja hmm"Miqdam meyakinkan Meisya dan memberi kecupan di dahi Mesiya.


"Arsyila pegang tangan umi ya,umi nya sedang ketakutan jadi Arsyila pegang tangan umi terus ya"Perintah Miqdam yang di angguki Arsyila.


"Baik om"Jawab Arsyila langsung menggenggam tangan Meisya.


"Anak pintar"Tangan Miqdam mengusap kepala Arsyila.


"Jangan takut ya?,kita pulang sekarang"Ucap Miqdam kepada Meisya setelah itu ia menutup mintu kemudian melajukan mobilnya meninggalkan tempat mengerikan bagi Meisya.


Di perjalanan Miqdam merasa bersyukur ia tidak datang terlambat untuk menyelamatkan Meisya dari kejadian buruk,Andai tadi dia tidak melewati jalan itu mungkin setelah ini ia akan menyalahkan dirinya selamanya.


Beruntung Miqdam melewati jalan ini dan bertemu Arsyila jika tidak entah apa yang akan terjadi dengan Meisya tadi.


flashback


Miqdam melirik jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukan pukul sebelas lebih,Miqdam menutup laptopnya dan mengemasi barang-barangnya,Terlalu serius bekerja membuat Miqdam lupa akan waktu,Beruntung tadi dirinya sudah mengabari Jennara jika dirinya lembur.


Miqdam mengendarai mobilnya keluar dari kantor,Jalanan yang sepi membuat Miqdam larut dalam ingatan indah bersama masa lalu nya,Sunyi dan sepinya malam membuat Miqdam tanpa sadar melewati jalan yang tidak seharusnya ia lewati karena terlalu lama untuk sampai rumah jika lewat jalan itu.


Namun karena sudah terlanjur akhirnya Miqdam meneruskan perjalanan nya,Saat melewati pertigaan jalan sebelum lampu merah Miqdam melihat anak kecil menangis di pinggir jalan.

__ADS_1


Karena rasa iba nya Miqdam meminggirkan mobilnya dan menghampiri anak tersebut,"Apa yang kau lakukan disini nak?,dimana ibumu?"Tanya Miqdam,Anak itu sedang menundukkan kepalanya.


Dan saat anak itu mengangkat kepalanya Miqdam terkejut melihat anak itu yang ternyata adalah Arsyila anak Meisya,"Arsyila,kenapa Arsyila disini,dimana umi nak?"Panik Miqdam apalagi melihat lutut Arsyila yang terluka.


"Om siapa?om kenal umi?tolong umi om umi di bawa orang jahat kesana"Tunjuk Arsyila pada bangunan kosong di sebrang jalan.


Miqdam mengikuti arah tunjuk Arsyila dan seketika pikiran Miqdam berpikir yang tidak-tidak"Arsyila ikut om ya?,kita selamatkan umi"Miqdam menggendong Arsyila membawa nya masuk kedalam mobil"


Saat sampai di depan bangunan kosong Miqdam buru-buru turun namun sebelum itu ia memberikan pesan kepada Arsyila,"Arsyila tunggu disini ya jangan keluar dari mobil apapun yang terjadi oke"Setelah itu Miqdam masuk kedalam bangunan itu.


Saat Miqdam masuk Miqdam melihat dua orang yang sedang berlaku tak senonoh kepada Mesiya,Dan saat salah satu dari mereka ingin melakukan hal yang lebih jauh lagi Miqdam langsung menendang orang tersebut.


Miqdam melihat keadaan Meisya yang jauh dari kata baik,Baju yang sudah hampir terbuka semua,Wajah yang lebam dan belum lagi bagian bawah Meisya yang terbuka lebar,Miqdam tidak tega melihat itu dan langsung mendekati Meisya dan memakaikan jas nya untuk menutupi tubuh Meisya.


Miqdam melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi namun tetap hati-hati,Sesekali ia melihat ke arah kaca yang memperlihatkan Meisya dan Arsyila di belakang,Seperti perintah Miqdam Arsyila terus menggenggam tangan uminya.


Miqdam membawa Meisya dan Arsyila ke pinggiran kota di mana di sana ada rumahnya yang ia beli tanpa sepengetahuan siapapun termasuk Satria,Butuh waktu yang cukup lama untuk sampai ke rumah itu namun Miqdam tidak perduli karena yang terpenting ia harus membawa Meisya jauh dari tempat ini.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu setengah jam Miqdam sampai di rumahnya,Rumah yang sederhana namun penuh ketenangan karena tidak banyak warga yang tinggal di sana.


Miqdam turun dari mobil ia membuka pintu rumah terlebih dahulu setelah itu ia kembali ke mobil dan langsung menggendong Meisya untuk masuk kedalam meninggalkan Arsyila yang tertidur,Setelah membawa Meisya ke kamar Miqdam keluar untuk menggendong Arsyila.


Miqdam tidak menempatkan Arsyila di kamar yang sama dengan Meisya,Ia sengaja melakukan itu karena kondisi yang tidak memungkinkan apalagi melihat keadaan Meisya yang hanya diam sedari tadi.


Miqdam membawa baskom yang berisi air dengan handuk kecil di tangan nya,Miqdam membersihkan wajah Meisya dengan handuk basah hingga bersih,Setelah itu Miqdam bingung haruskah ia membersihkan yang lain juga.

__ADS_1


"Meisya sekarang kamu ke kamar mandi ya,bersihin badan kamu dulu setelah itu kamu istirahat"Suara Miqdam menginstruksi namun tidak ada jawaban dari Meisya.


"Meisya tolong jawab mas,jangan seperti ini"Iba Miqdam melihat Meisya hanya diam dengan tatapan kosong.


"Meisya"Lirih Miqdam ia sakit melihat Meisya.


Tidak sanggup melihat Meisya yang seperti itu Miqdam membawa Meisya dalam pelukannya,Ia memeluk erat Meisya berharap pelukan nya dapat menghilangkan rasa trauma dalam diri Meisya.


Pelukan itu terjadi cukup lama,Miqdam melepaskan pelukannya,"Mas minta maaf karena mas harus melakukan ini"Ucap Miqdam sebelum ia membersihkan seluruh tubuh Meisya dengan handuk basah.


Meisya tetap diam dengan apa yang di lakukan Miqdam,Sedangkan Miqdam harus menahan diri untuk tidak tergoda saat melihat tubuh Meisya yang terpampang di depan matanya.


Setelah selesai membersihkan tubuh Meisya Miqdam mengambilkan pakaian wanita yang entah kapan Miqdam membelinya yang pasti pakaian itu memang seperti di siapkan untuk Meisya di lihat dari ukuran nya yang pas dengan Meisya di banding dengan Jennara.


Miqdam juga memakaikan baju itu kepada Meisya setelah itu ia merebahkan tubuh Meisya dan menyelimutinya,Setelah selesai mengurus Meisya Miqdam berencana untuk melihat Arsyila karena ia belum mengobati lutut Arsyila.


Namun saat ia akan pergi Meisya menahan tangannya dan menatapnya dengan tatapan memohon untuk tidak di tinggalkan,"Kau ingin mas menemani mu disini?"Tanya Miqdam.


Meisya mengangguk yang membuat Miqdam tersenyum karena Meisya sudah mau berinteraksi dengannya,Miqdam naik ke atas ranjang ia merebahkan dirinya di samping Meisya,"Baik,mas akan menemanimu disini"Miqdam membawa Meisya masuk dalam dekapannya.


Malam itu Miqdam menemani Meisya sepanjang malam,Ia melupakan istrinya yang menunggunya khawatir di rumah,Berkali-kali Jennara menghubungi Miqdam namun tidak ada jawaban sama sekali.


Jennara terus melakukan panggilan lagi dan lagi tapi hasilnya sama,Rasa khawatirnya kian bertambah saat nomor Miqdam menjadi tidak aktif,Miqdam jelas tidak tau jika Jennara menghubunginya karena ponselnya ia tinggal di mobil.


Segala hal yang berhubungan dengan Meisya Miqdam akan melupakan apapun termasuk istrinya,Dan karena kebodohan ini lah yang mungkin suatu saat nanti Miqdam akan menyesalinya.

__ADS_1


__ADS_2