
Jennara sampai di rumah sakit,Ia memarkirkan mobil nya di parkiran khusus keluarga,Jennara langsung berlari masuk kedalam rumah sakit,Jennara ingin segera sampai di ruangan Miqdam.
Naik di dalam di dalam lift Jennara berdoa semoga Miqdam baik-baik saja,Pintu lift terbuka Jennara buru-buru keluar dan berlari,Klekkk..Suara pintu yang di buka secara kasar oleh Jennara membuat semua yang berada di dalam menengok ke arah Jennara yang membuka pintu.
Jennara berdiri kaku melihat hal di depannya,Air matanya mengalir deras iya tidak yakin ini nyata atau tidak hingga suara yang sangat ia rindukan terdengar lagi di telinga nya.
"Dek" Panggilan itu panggilan yang Jennara rindukan.
"Dek.." Panggilnya lagi dan hal itu membuat Jennara yakin jika ini kenyataan.
Mas Miqdam nya sudah bangun calon suami nya kembali,Tanpa menunggu lama lagi Jennara langsung berlari menyambut Miqdam yang sudah merentangkan tangannya.
Tangis bahagia Jennara pecah dalam pelukan Miqdam,Miqdam mengusal-usap punggung Jennara membiarkannya menangis dalam pelukannya, Mereka semua yang ada disitu turut bahagia atas kesadaran Miqdam dan mengucap kata syukur kepada sang pencipta.
"Dek udahan yuk nangisnya,Nanti air matanya abis loh" Bujuk Miqdam masih memeluk Jennara.
Jennara hanya menggelengkan kepalanya untuk menolak bujukan Miqdam,Sebenarnya bukan Jennara tak mau hanya saja Jennara merasa malu dengan semuanya yang ada disitu,Dan jalan satu-satunya untuk menutupi rasa malunya adalah dengan bersembunyi di pelukan Miqdam.
"Udah dong dek kasihan mas Miqdam nya pasti keberatan nahan kepala kamu" Sandra juga membujuk Jennara.
Lagi Jennara menggelengkan kepalanya,"Malu dia itu bu,Tiba-tiba dateng terus nangis histeris kaya tadi mana ingusnya keluar lagi" Celoteh Rasya yang langsung mendapat pelototan tajam dari Sandra.
"Iya mana ingusnya masuk kemulut lagi" Lanjut Boby meledek Jennara.
"Bobby stop ya,jangan sampai tante suruh bersihin taman belakang ya" Ancam Sandra yang langsung membuat Bobby diam tak bersuara.
Mendengar ejekan dari Rasya dan Bobby membuat Jennara semakin menangis dan semakin erat memeluk Miqdam.
"Udah sayang gapapa,Jangan malu ya,Mas Miqdam nya juga tetep sayang kok" Rayu Hilya mengusap kepala Jennara.
"Iya betul kata mama dek,Mau sebagaimanapun bentuk adek mas tetap sayang sama adek,Mau adek banyak ingus juga mas sayang dek" Ujar Miqdam yang mana langsung mendapat sinisan dari mama dan papa nya.
__ADS_1
"Bercanda Ma Pa" Miqdam mengangkat dua jari nya membentuk huruf V.
"Udah yuk dek cuci mukanya dulu" Ajak Sandra menarik punggung Jennara pelan.
Jennara menggeleng,"Adek malu bu" Ucap Jennara setelah lama tak bersuara.
Hak itu membuat semuanya tertawa dan membuat Jennara bertambah malu,Setelah banyak rayuan akhirnya Jennara mau melepas pelukan Miqdam dan mencuci wajahnya dengan syarat Rasya dan Bobby harus keluar,Karena jika ada mereka berdua sudah pasti mereka akan meledek Jennara.
Hari yang mereka nanti-nanti selama satu bulan lebih itu akhirnya tiba hari ini,Miqdam sudah sadar dari tidur panjangnya dan kembali kepada mereka semua.
Tadi sewaktu Jennara di kabari ibu nya jika Miqdam kejang dan sedang di tangani dokter,Fikir Jennara menjadi tak karuan sedih dan takut menjadi satu,Namun sedih dan takut itu menghilang saat melihat sosok yang ia rindukan sudah membuka matanya dan tersenyum kepadanya.
Setelah sadar tadi Miqdam melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya semua bagus,Hanya saja kaki Miqdam sedikit sulit di gerakan efek terlalu lama tidak di gerakan.
Untuk sementara Miqdam harus menggunakan kursi roda atau tongkat untuk membantunya berjalan,Sedari tadi Jennara tidak sedikitpun pergi dari samping Miqdam ia terus berada di sisi Miqdam,Jennara takut jika ia pergi Miqdam akan tidur lagi.
"Kenapa liatin mas terus dek?,ada yang aneh ya sama wajah mas?,atau mas udah ga tampan lagi ya?" Tanya Miqdam heran sebab sedari tadi Jennara menatap nya terus,Saat ini mereka hanya tinggal berdua saja karena yang lain sedang ke kantin rumah sakit.
Jennara menggeleng,"Ga ada apa-apa di wajah mas,mas juga masih tetap tanpan,hanya saja.... " Jennara menjeda ucapannya.
Jennara menarik nafasnya pelan,"Hanya saja aku takut jika mas akan pergi meninggalkan ku lagi" Jelas Jennara membuat satu tetes air matanya jatuh.
Jennara tidak berbohong dengan ucapannya yang takut jika Miqdam meninggalkannya lagi,Ia tidak bisa membayangkan akan sehancur apa jika Miqdam benar-benar meninggalkannya.
Midam tersenyum,Tangan nya terulur mengusap air mata Jennara,"Mas sudah disini dek,mas janji mas ga akan ninggalin adek lagi"
"Mas ga akan bohong kan?" Jennara menatap Miqdam dalam.
"Mas janji dek" Mereka menyatukan jari kelingkin mereka sebagai penguat janji.
"Sudah ya sekarang jangan nangis lagi"
__ADS_1
"Iya mas"
Mereka tersenyum bahagia,tidak akan ada lagi kesedihan yang terpanjar di wajah Jennara seperti saat menunggu Miqdam bangun,Mereka berdua mampu melewati ujian yang sang pencipta beri sebelum pernikahan mereka.
Rencana pernikahan yang sempat tertunda sebelumnya sebentar lagi akan terlaksana,Setelah Miqdam dapat berjalan normal seperti semula dua minggu yang lalu,Miqdan dan Jennara mempercepat acara pernikahan mereka.
Lebih tepatnya Miqdam yang ingin cepat-cepat menikahi Jennara,Ia takut jika sesuatu terjadi lagi padanya sebelum menikahi Jennara,Oleh karena itu Miqdam bersikeras ia harus menikahi Jennara secepat mungkin.
Hari yang di nanti-nanti tiba,Hari dimana Jennara akan resmi menjadi istri dari Miqdam Elbara Hwan putra tunggal keluarga Hwan,Jennara merasakan nervous yang cukup parah dan keringat dingin membasahi tangannya saat mendengar suara Miqdam mengucap ijab qobul di bawah sana.
Saat ini Jennara berada di dalam kamarnya di temani dengan Sandra,Yunisa tantenya dan juga Lyla karyawan di butiknya,Sandra dan Yunisa menggenggam tangan Jennara yang sudah berkeringat dingin saat mendengar ijab qobul dari Miqdam.
"Saya terima nikah dan kawinnya Jennara Bianca Roselyn binti Gilang Hardian Roselyn dengan mas kawin 50 gram emas dan uang tunai 150 juta di bayar tunai" Lantang gilang mengucap ijab qobul dan sautan kata Sah membuat Jennara resmi menjadi istri Miqdam.
"Alhamdulillah" Ucap mereka yang ada di kamar Jennara.
Jennara langsung menangis kala kata SAH terdengar di telinganya,Sandra langsung membawa Jennara dalam pelukannya,Ia tak kuasa menahan air matanya,Anak perempun kesayangan nya kini sudah menjadi istri dari laki-laki yang di cintai nya.
"Selamat ya sayang,Sekarang adek udah jadi istrinya mas Miqdam,Semoga keluarga kalian menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah" Ujar Sandra setelah melepas pelukan putrinya.
"Terimakasih ya bu"
"Selamat ya sayangnya tante,Semoga kebahagiaan selalu menyertaimu dan keluarga kecilmu nanti"Yunisa turut memberikan selamat kepada Jennara.
"Terimakasih tante" Jennara memeluk Yunisa.
"Selamat ya mba atas pernikahannya,Semoga mba selalu bahagia"
"Terimaksih ya La"
Petugas WO datang kekamar Jennara memperpersilahkan pengantin untuk turun ke bawah,Dengan balutan gaun putih yang sangat pas dan cantik di badannya Jennara di apit Sandra dan Yunisa di sampingnya saat menuruni tangga.
__ADS_1
Semua mata tertuju kepada Jennara yang menuruni tangga,Semua tergagum-kagum akan kecantikan Jennara,Jennara berjalan ke arah Miqdam yang sudah menunggunya di ujung,Tangis Miqdam tidak bisa ia tahan saat melihat istrinya mendekat kepadanya.
Jennara sampai di depan Miqdam,Mereka sama-sama menangis bahagia,Miqdam meletakan satu tangannya di kepala Jennara mendokan Jennara agar menjadi istri yang sholehah untuk nya di dunia maupun di akhirat nanti.