
Siang menjelan sore Jennara baru selesai mandi setelah melakukan kewajiban nya sebagai seorang istri,Dengan handuk yang masih bergelung di kepalanya Jennara menghampiri Miqdam yang masih tiduran.
Jennara mengusap kepala Miqdam dengan lembut membuat sang pemilik merasa nyaman,Lama kelamaan jemari Jennara bergerak memijit kepala Miqdam hal itu membuat Miqdam memindahkan kepalanya pada pangkuan Jennara.
Jari Jennara terus memijat kepala Miqdam sampai membuat Miqdam memejamkan matanya merasakan enak nya pijitan Jennara,"Mas bangun terus mandi"Ucap Jennara dengan tangan nya masih memijat Miqdam.
Miqdam menggelengkan kepalanya,"Nanti ya sayang,pijitan adek enak mas jadi ngantuk"Jujur Miqdam karena memang saat ini Miqdam merasa mengantuk efek pijitan dari tangan istrinya.
Mendengar jawaban Miqdam Jennara langsung berhenti memijit,"Kok malah ngantuk mas,ayo dong bangun kita kan mau liat aurora nanti kita ketinggalan keteta loh"Protes Jennara yang tidak mengizinkan Miqdam tidur karena mereka harus segera pergi ke stasiun.
Miqdam senyum sekilas mendengar protesan Jennara,Karena itulah Miqdam akan sedikit mengerjai istrinya,"Kita tunda saja ya pergi nya,kan masih ada besok-besok,kita di hotel saja kan tujuan kita kesini untuk honeymoon"
Rasa kesal menyelimuti hati Jennara mendengar perkataan Miqdam,Tanpa mengatakan apapun Jennara berdiri membuat kepala Miqdam jatuh ke ranjang dan langsung pergi ke kamar mandi meninggalkan Miqdam.
Brakkk Jennara sedikit membanting pintu kamar mandi membuat Miqdam berjingkat kaget,"Astagfirullah dek dek sayang tunggu"Suara Miqdam menyusul Jennara namun pintu kamar mandi di kunci dari dalam.
"Kalau cuma mau tidur doang di rumah juga bisa,ga perlu jauh-jauh ke negara lain,ngeselin banget"Oceh Jennara di depan cermin dengan menghidupkan air.
Di luar Midam terus mengetuk pintu kamar mandi namun tidak Jennara perdulikan sama sekali,"Sayang buka dong pintu nya,mas cuma bercanda sayang"Usaha Miqdam masih mengetok pintu kamar mandi.
Sungguh keisengan yang membawa petaka untuk Miqdam,Jika tau reaksi istrinya akan seperti ini Miqdam tidak akan mau untuk mengerjai istrinya,Miqdam fikir Jennara akan setuju atau setidaknya merayu nya agar mereka jadi pergi tapi ternyata Jennara malah meninggalkan nya tanpa kata yang membuat nya bingung dan merasa bersalah sekarang.
"Sayang buka pintunya"
__ADS_1
"Mas minta maaf sayang,mas cuma bercanda"
"Mas mau mandi terus kita pergi ya"
"Buka dulu pintunya sayang"
"Mas janji ga akan ulangi lagi"
Berbagai rayuan dan permohonan maaf Miqdam tidak Jennara dengarkan satupun,Hal itu membuat Miqdam berdiri lelah di depan pintu namun ia tidak menyerah sampai di menit ke dua puluh pintu kamar mandi di buka.
Jennara keluar dengan mata sembab nya karena di dalam tadi dia menangis,Ia menangis meluapkan kekesalan nya kepada Miqdam agar tak menjadi bumerang untuk Miqdam,Jennara berfikir lebih baik ia meluapkan kekesalannya dengan menangis dari pada harus marah-marah kepada Miqdam.
Melihat tubuh Jennara dengan mata sembab nya Miqdam langsung meraih tubuh Jennara masuk dalam pelukannya,Miqdam memeluk erat tubuh Jennara dengan rasa bersalah.
"Maaf mas minta maaf,mas cuma bercanda,mas ga tau kalau candaan mas buat adek kesel"Sesal Miqdam memeluk Jennara.
Miqdam mengurai pelukannya tangan nya meraup wajah Jennara agar menatapnya,"Mas bener-bener minta maaf,mas janji ga akan bikin kesel adek lagi,adek mau maafin mas kan"Mohon Miqdam dengan mata memohon penuh sesal.
Melihat mata memohon Miqdam Jennara luluh dan menganggukan kepalanya tanda dia memaafkan Miqdam,Miqdam tersenyum dengan anggukan kepala Jennara,"Terimakasih ya sayang"Miqdam mencium kening Jennara lama.
Kebanyakan wanita akan merasa kesal atau marah jika hal yang sebelumnya membuat mereka terseyum senang tiba-tiba di rusak,Ada juga beberapa dari mereka yang merasa kesenangannya di rusak tiba-tiba menjauh dari si perusak atau menangis seperti yang di lakukan Jennara,Wanita memang memiliki Mood yang gampang berubah jadi jangan heran jika ada wanita yang tiba-tiba marah atau bad mood hanya karena candaan.
"Mas mandi dulu ya sayang setelah itu kita berangkat oke"Ucap Miqdam yang kini duduk di sofa bersama Jennara.
__ADS_1
Lagi-lagi Jennara hanya menganggukkan kepalanya tanpa mengeluarkan suara nya sedikitpun sedari tadi,Ya walaupun Jennara sudah memaafkan Miqdam namun tetap saja rasa kesal itu masih ada.
Miqdam meninggalkan Jennara dan pergi kekamar mandi,Jennara menyiapkan baju ganti untuk suaminya dan juga dirinya,Tepat setelah Jennara selesai berganti baju Miqdam keluar dari kamar mandi.
Jennara sedikit terheran melihat Miqdam yang sudah selesai mandi,Secepat-cepatnya Miqdam mandi paling tidak ia membutuhkan waktu dua puluh sampai tiga puluh menit namun kali ini hanya kurang dari lima menit.
Melihat wajah heran istrinya Miqdam tersenyum kaku sembari menggaruk kepalnya yang masih basah,"Sudah mau telat sayang makanya mas cepet mandi nya takut ketinggalan kereta"Jelas Miqdam padahal Jennara tidak meminta penjelasan.
Miqdam mengambil pakaian yang sudah Jennara siapkan kemudian memakainya,Tiba saat nya mengancingkan kemeja bajunya Miqdam mengalami kesulitan,Ntah mengapa mengancingkan baju menjadi hal yang paling sulit bagi Miqdam.
Jennara mendekat membatu Miqdam mengancingkan kemejanya,"Terimakasih sayang"Ucap Miqdam setelah Jennara selesai mengancingkan bajunya.
Setalah semuanya siap mereka langsung berangkat ke stasiun,Sepanjang perjalanan ke stasiaun Jennara masih diam tidak ingin berbicara,Miqdam menidurkan kepalanya di pundak Jennara.
"Sayang belum maafin mas ya,sayang kok diem saja,sayang pukul mas saja asal jangan diemin mas kaya gini"Beo Miqdam lirih ia menyerah membuat Jennara mau berbicara lagi.
Jennara menarik nafas nya pelan,"Aku udah maafin mas,tapi aku masih kesel saja sama mas"Suara Jennara lirin membuat Miqdam langsung menegakkan kepalanya.
"Sayang mas benar-benar minta maaf janji ga kaya gitu lagi,jangan diemin mas lagi ya"Mohon Miqdam membawa tangan Jennara untuk ia genggam.
"Iya"Jawab Singkat Jennara dan setelah itu Miqdam langsung memeluk Jennara.
Mereka mengakhiri perselisihan mereka di jalan,Lagi pula Jennara tidak mau merusak mood nya lagi,Keinginannya untuk melihat aurora bersama pasangannya akan segera terwujud karena itulah ia berusaha mengembalikan mood nya dengan melupakan kekesalannyaa.
__ADS_1
Mereka berdua akan pergi ke Trondheim untuk melihat aurora,Trondheim adalah salah satu tempat terbaik untuk melihat aurora yang terdekat dari hotel mereka tinggal.
Mereka harus menaiki kereta selama enam jam tigapuluh tuju menit untuk sampai di Trondheim,Perjalnan yang memang cukup memelelahkan namun lelah mereka akan terbayar saat melihat keindahan langit yang ada di Trondheim.