Dermaga Impian

Dermaga Impian
Bab 29


__ADS_3

Miqdam sudah kembali seperti semua,Perhatian,selalu ada watu untuk Jennara dan menunjukkan bahwa Miqdam benar mencintai Jennara.


Miqdam benar menepati janjinya ia tak lagi memikirkan Meisya,Yang ada di pikiran Miqdam saat ini hanyalah bagaimana membuat istrinya bahagia agar tidak merasakan stres lagi.


Jennara sendiri yang setiap hari menerima cinta yang Miqdam berikan merasa hampir kewalahan,Jennara merasa cinta Miqdam berkali-kali lipat bertambah sejak dirinya mengungkapkan isi hatinya waktu itu.


Jennara bersyukur tidak kehilangan sosok Miqdam dalam dirinya,Sebab saat itu ia berfikir akan kehilangan Miqdam di lihat dari sikap Miqdam beberapa waktu lalu.


Kini mereka berdua menjalani kehidupan yang mereka inginkan,Namun dari semua itu tidak ada yang tahu isi hati seseorang,Mulut bisa saja berkata tidak namun hati tidak akan berbohong.


Seperti hal nya dengan Miqdam ia selalu berkata dengan mulut nya bahwa ia tidak lagi memikirkan Meisya namun tidak selaras dengan hatinya.


Iya benar sampai saat ini setelah lima bulan berlalu pertemuan Miqdam dan Meisya sampai saat ini tidak pernah sekalipun Miqdam melupakan Meisya,Semua ucapannya hanya kebohongan belaka dan rasa bersalah tidak sepenuhnya dari dalam hatinya.


Selama lima bulan ini Miqdam hanya membohongi dirinya sendiri dan juga Meisya,Bahkan Miqdam juga tahu jika Satria dan Julian bekerja sama untuk menjauhkan dirinya dengan Meisya.


Dan tanpa sepengetahuan Satria dan Julian Miqdam tau di mana Meisya dan dimana Meisya tinggal,Selama ini Miqdam memantau Meisya melalui anak buahnya yang sengaja mengontrak di samping kontrakan Meisya.


Nyatanya Miqdam tidak sebodoh itu,Ia tahu apa yang ia lakukan salah namun Miqdam hanya ingin Satria dan Julian tidak ikut campur dengan urusannya,Biar urusan ini ia menyelesaikannya sendiri toh ini hidupnya.


Pagi menyapa Jennara bangun lebih dulu dari Miqdam,Jennara bangun dari tidurnya ia memunguti baju yang berserakan di lantai karena ulah Miqdam semalam,Setelah selesai Jennara masuk ke kamar mandi dan mandi.


Beberapa saat kemudian Jennara selesai mandi ia membangunkan Miqdam dan mandi karena merek akan sholat bersama,"Mas bangun yuk"Jennara mengusap wajah Miqdam dengan tangan nya yang dingin.


Aneh nya bukannya bangun karena merasakan dingin dari tangan Jennara Miqdam justru semakin nyenyak tidurnya.


"Mas bangun sudah hampir habis waktu sholat nya"Jennara masih mencoba membangunkan kan Miqdam.


Tidak kehabisan cara Jennara membangunkan Miqdam dengan berbisik di telinganya,"Mas ayo bangun"Dan berhasil Miqdam membuka matanya saat mendengar bisikan dari Jennara.


"Selamat pagi suamiku"Sapa Jennara dengan senyum manisnya kemudian memberikan kecupan singkat di bibir suaminya.

__ADS_1


Miqdam tersenyum,"Selamat pagi juga istrinya mas yang cantik"Balas Miqdam.


"Bangun yuk terus mandi terus kita sholat karen waktu sholat sudah mau habis"Jennara menarik tangan Miqdam membantunya bangun.


"Mandi bareng yuk dek"Ajak Miqdam dengan semangat.


"Aku sudah mandi mas,mas ga liat di rambut aku sudah ada handuk yang bersarang"Benar Miqdam tidak memperhatikannya tadi.


Semangat Miqdam langsung hilang seketika,"Kok ga ajak mas sih mandinya"Gerutu Miqdam.


Jennara tersenyum melihat wajah cemberut suaminya,"Habis mas di bangunin ga bangun-bangun sih"


"Sudah mandi sana nanti keburu habis beneran loh waktu sholatnya"Lanjut Jennara.


"Yasudah mas mandi dulu ya sayang"Miqdam mengecup dahi Jennara dan berjalan ke kamar mandi tanpa sehelai benang pun yang menutupi dirinya,Bagi Jennara itu hal yang sudah biasa.


Selesai mereka sholat berjamaah Jennara turun ke bawah untuk memasak sarapan setelah selesai mereka sarapan bersama dan pergi bekerja,Hal yang sama yang terjadi setiap hari.


Tok...tok....tok...."Permisi mba Jen ini Mega,boleh Mega masuk"Ucap Mega dari balik pintu.


"Masuk saja Mega"Jawab Jennara tanpa melihat ke pintu karena fokusnya ada pada sketsa gambarnya.


"Mba Jen di bawah ada mba Meisya sama Arsyila mau ketemu mba Jen"Ucap Mega memberitahu Jennara perihal kedatangan Meisya dan Arsyila.


Jennara yang mendengar Arsyila datang menemuinya langsung bahagia dan langsung turun menemui Arsyila,"Halo cantiknya Tante,Tante kangen"Jennara langsung menggendong Arsyila.


"Arsyila juga kangen Tante cantik"Balas Arsyila dalam gendongan Jennara.


Satu hal yang tidak di ketahui anak buah Miqdam dan juga Miqdam adalah hubungan pertemanan Jennara dan Meisya,Karena anak buah Miqdam tidak tau siapa istri tuannya dan jika butik itu adalah milik istri tuannya.


Yang anak buah Miqdam tahu dan yang dia sampaikan kepada Miqdam hanya Meisya yang pergi ke butik,Dan Miqdam pun tidak pernah mencari tau butik itu milik siapa.

__ADS_1


"Mba Mey dateng kok ga kasih tau aku dulu,kan aku bisa siapin cemilan untuk mba dan si cantik ini"Jennara menciumi pipi Arsyila yang terlihat menggemaskan.


"Maaf ya mba Jen kami datangnya dadakan,soalnya tadi Arsyila merengek mau ketemu tante cantiknya,jadi tadi pulang kerja kami langsung kesini"Jelas Meisya apa adanya.


"wah benarkah si cantik ini merengek mau ketemu tante?"Tanya Jennara pad Arsyila yang di angguki Arsyila.


"Karena si cantik ini sudah mau main kesini kalau begitu tante cantik akan kasih hadiah,Arsyila mau?"Tawar Jennara.


"Mau Tante cantik"Jawab Arsyila dengan semangat.


"Kalau begitu ayo keruangan Tante,ayo mba kita keruangan aku saja"Mereka bertiga pergi keruangan Jennara.


Di dalam ruangan Jennara hadiah yang dia maksud adalah sebuah gaun yang simpel dan cantik yang sudah dia buat satu bulan yang lalu yang memang Jennara buatkan untuk Arsyila.


"Ini hadiah untuk si cantik"Jennara menyerahkan gaun itu kepada Arsyila.


"Wah gaun nya cantik Arsyila suka,terimakasih Tante cantik"Arsyila memeluk Jennara sebagai ucapan terimakasih nya.


"Sama-sama cantiknya tante"


Meisya yang melihat itu merasa tak enak dengan Jennara namun di lain sisi Meisya senang karena bisa melihat senyum Arsyila,Meisya mendekati mereka berdua"Mba Jen apa ini tidak berlebihan,gun ini kalau di jual pasti harganya mahal"Ucap Meisya yang sudah memegang gaun yang Jennara berikan untuk Arsyila.


"Tidak berlebihan mba Mey,gaun ini memang sengaja aku buat untuk Arsyila,tidak ada kata mahal jika untuk si cantik ini"Jennara tersenyum kepada Arsyila yang sudah asik makan coklat.


"Terimakasih ya mba Jen sudah menyayangi Arsyila,padahal kita hanya sekedar pelanggan dan penjual saja"


"Tapi sekarang kita sudah berteman kan mba"Jennara merangkul Meisya.


"Tentu saja mba"Jawab Jennara setelah itu mereka mengobrol bersama.


Jennara tidak tau jika teman nya ini bisa saja menjadi duri yang akan menyakitinya suatu saat nanti,Jennara juga tidak tau jika bisa saja teman nya ini lah yang akan menyelamatkan nya dari sakit,Entah bagaimana takdir akan membawa Jennara suatu hari nanti.

__ADS_1


__ADS_2