Dermaga Impian

Dermaga Impian
Bab 16


__ADS_3

Hari berganti hari tidak terasa sudah satu minggu Miqdam dan Jennara berbulan madu di Norwegia,Selama bulan madu Jennara merasa benar-benar di sayang oleh Miqdam,Selama bulan madu itu pula cinta Jennara berkali-kali lipat bertambah untuk Miqdam.


Bagaimana tidak setiap hari selama di Norwegia urusan makan Jennara Miqdam yang mengurus nya bahkan Miqdam sendiri yang turun tangan untuk memasak langsung,Ketika lelah setelah berjalan-jalan Miqdam dengan senang hati memijit kaki Jennara.


Belum lagi Miqdam memanjakannya dengan membelikan semua baramg yang Jennara sukai termasuk oleh-oleh untuk semuanya,Dalam sujud nya Jennara bersyukur kepada sang penguasa karena memberikan Miqdam sebagai pendamping hidupnya.


Bagi Jennara Miqdam adalah anugrah paling indah yang Tuhan berikan untuknya,Jennara sungguh terlena dengan semua cinta yang Miqdam berikan sampai membuat Jennara lupa jika manusia bisa berubah kapan pun.


Tepat di hari ke delapan adalah hari terakhir mereka di Norwegia karena itulah Jennara meminta Miqdam untuk membawanya ke Tromso tempat terbaik untuk melihat kemegahan aurora di langit Norwegia,Miqdam dengan senang hati mengabulkan keinginan istrinya,Karena baginya kebahagiaan istri nya adalah yang utama.


Saat ini mereka sudah ada di dalam pesawat untuk menuju Tromso,Mereka membutuhkan waktu beberapa jam untuk sampai di Tromso,Walau membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai di Tromso,Tromso berjanji lelah mereka akan tergantikan dengan keindahan langit nya.


Di dalam pesawat Jennara duduk tidak nyaman,Ia merasakan sedikit mual dan pusing,Miqdam yang merasa ada yang tidak beres dengan Istrinya langsung mendekatkan diri kepada istrinya.


"Kenapa sayang ada yang ga nyaman?"Tanya Miqdam khawatir.


Jennara mengangguk"Aku sedikit mual dan pusing mas"Jawab Jennnara.


Mendengar jawaban istrinya tangan Miqdam memeriksa kening istrinya,Tubuh Jennara sedikit hangat dan tangan Jennara dingin,"Mau kekamar mandi"Tawar Miqdam saat melihat istrinya menutup mulutnya karena rasa mual.


"Engga mas,aku mau air hangat ada ga mas?"


"Sebentar ya mas tanya ke pramugari nya dulu"Miqdam meninggalkan Jennara untuk menemui pramugari.

__ADS_1


Setelah beberapa menit Miqdam kembali di ikuti pramugari di belakang yang membawa nampan berisi minuman hangat untuk Jennara.


"Ini sayang air hangat nya"Miqdam memberikan air hangat yang langsung di minum Jennara.


"Terimakasih mas"Ucap Jennara sembari memberikan gelas kosong kepada Miqdam.


"Sama-sama sayang,sekarang sudah enakan apa belum?"


"Alhamdulillah sudah agak reda sedikit rasa mualnya nya setelah minum air hangat mas"


"Alhamdulillah,ya sudah sekarang sayang tidur saja ya"Perintah Miqdam yang langsung di turuti Jennara.


Setelah Jennara tidur Miqdam menyelimuti tubuh Jennara tak lupa Miqdam juga memberikan kecupan sayang di dahi Jennara,Miqdam mengambil Tab memeriksa pekerjaan yang sudah ia tinggalkan selama satu minggu ini.


Setelah berjam-jam menempuh perjalanan yang jauh dan melelahkan akhirnya mereka sampai di Tromso,Miqdam tidak melepaskan tangan Jennara dari genggaman nya,Suhu badan Jennara sudah kembali normal setelah tidur di pesawat tadi.


Lima jam telah berlalu mata Jennara berbinar senang dan kagum saat mrlihat pemandangan indah di depannya padahal dirinya masih berada di dalam mobil karena belum sampai di tempatnya,Miqdam yang melihat istrinya begitu bahagia turut senang.


"Jangan di buka jendelanya,dingin sayang"Larang Miqdam saat Jennara ingin membuka jendela.


"Sebentar saja ya mas"Mohon Jennara.


"Jangan sayang,tahan sebentar ya sebentar lagi kita sampai"Tolak Miqdam dengan lembut.

__ADS_1


Jennara tersenyum mendengar nada lembut Miqdam karena itu dia langsung menuruti perintah suaminya,Setelah sepuluh menit berlalu mobil yang mereka tumpangi sampai di sebuah hamparan salju yang sangat luas dengan aurora yang terlihat begitu dekat.


Jennara langsung turun dari mobil dan berlari di ikuti Miqdam di belakang nya,Sungguh Jenanra merasa takjub dengan ke indahan langit ciptaan Tuhan yang ada di atasnya kepalanya ini,Bahkan Jennara sampai meneteskan air mata karena merasa bersyukur bisa melihat keindahan ini.


"Mas langit nya cantik banget"Ucap Jennara melihat langit.


"Iya langit nya cantik sama kaya adek"Jawab Miqdam yang juga melihat langit.


Jennara beralih menatap Miqdam dan langsung memeluknya,"Terimakasih ya mas sudah mau membawa aku kesini,karena mas akhirnya impian aku terwujud"Ujar Jennara.


"Sama-sama dek,mas senang jika adek senang"Jawab Miqdam memberikan ciuman sayang di pipi Jennara.


"Suatu saat nanti jika mas kehilangan aku mas cari aku disini ya,akan aku pastikan aku berdiri disini saat mas kebingungan mencari aku"Ucap Jennara tiba-tiba yang membuat Miqdam mendelik tak suka.


"Mas ga suka adek bicara seperti itu,mas janji akan selalu bersaama adek agar mas tidak kehilangan adek"Mereka berpelukan di bawah keindahan aurora di langit Tromso.


Mereka banyak mengabadikan momen saat melihat aurora,Miqdam banyak memotret istrinya dalam kamera yang ia bawa ntah mengapa Miqdam merasa jika ia harus mengambil banyak-banyak foto istrinya sebagai kenangan.


Mereka mendirikan tenda yang sudah di persiapkan supir yang membawa mereka,Malam ini mereka akan bermalam di hamparan salju daerah itu,Sudah lewat tengah malam baik Jennara ataupun Miqdam tidak ada yang menutup mata,Mereka tidak mau melewatkan keindaham ini yang mungkin tidak bisa mereka lihat lagi dalam waktu dekat.


Jam terus berputar keindahan aurora perlahan menghilang berganti sinar matahari yang mulai bersinar,Mereka membereskan tenda dan segera pergi kebandara karena mereka harus kembali ke tanah air.


Benar kata Tromso rasa lelah mereka menempuh perjalan yang lama akan terbayarkan dengan keindahan langit Tromso,Sebelum pergi mereka mengbil foto saat matahari sudah terlihat sempurna dan setelah itu mereka pergi ke bandara.

__ADS_1


Sebelum sampai di bandara mereka berhenti di hotel untuk mandi dan makan setelah itu langsung kebandara,Penerbangan ke indoneaia agar segera berangkat mereka segera menaiki pesawat.


"Terimakasih Tromso terimaksih Norwegia tunggu aku datang kembali"Ucap Jennara lirih tepat saat pesawat lepas landas.


__ADS_2