
Plak.... Tamparan keras mendarat di pipi Miqdam yang di lakukan oleh Satria,Tamparan itu membuat pipi Miqdam terasa kebas bahkan sampai mengeluarkan sedikit darah di ujung bibirnya.
Miqdam sudah menduga jika hal ini pasti akan terjadi,Namun Miqdam tidak menyangka jika tamparan ayah nya begitu kuat padahal Miqdam adalah anak nya.
Saat ini Satria berada di rumah Miqdam dan Jennara,Satria sengaja menunggu Miqdam di rumahnya karena ia tau jika Miqdam akan pulang untuk mengambil pakaian ganti untuk Jennara.
Satria beralasan kepada istrinya jika ia akan pergi bertemu teman nya,Satria tidak memberitahu Hiya tentang masalah ini,Satria sengaja tidak memberitahu istrinya karena tidak ingin membuat istrinya khawatir.
"Untuk apa kau menemui wanita itu lagi?"Tanya Satria yang duduk di sofa dan Miqdam berlutut di bawah.
"Apa kau lupa kau sudah memiliki istri?"
"Bagaimana jika Jennara tau kau menemui wanita ****** itu lagi?"
"Meisya bukan ****** pa"Sela Miqdam membela Meisya,Ia tidak terima Meisya di katakan ****** oleh ayah nya.
"Bahkan kau berani membela wanita itu di depanku,kau lupa siapa yang meninggalkan mu dulu?,kau lupa siapa yang mengobati rasa sakit hati mu itu?"Satria geleng-geleng kepala tak habis fikir dengan kelakuan Miqdam.
"Aku tau pa tapi papa juga harus tau jika Meisya bukan ******"Ujar Miqdam semakin membela Meisya.
"Tutup mulutmu Miqdam,tidak seharus nya kau membela wanita itu,dia bukan siapa-siapa mu lagi"Peringat Satria geram dengan kelakuan Miqdam.
"Kau bahkan tega melupakan istrimu hanya demi wanita itu Miqdam,di saat istrimu terbaring sakit kau malah asik bersama wanita itu,jika Julian tidak menyeretmu papa yakin kau tidak akan pulang dan kau tidak akan tau kondisi istrimu"Ucap Satria serius membuat Miqdam menundukan kepalanya.
"Miqdam dia antara semua orang yang kau sayangi kau harus mendahulukan istrimu terlebih dulu,istrimu lebih berhak atas dirimu dari siapapun,Miqdam papa mohon jangan kau lukai hati istri mu dengan kelakuan mu ini,kau bahkan tidak tahu jika istrimu setres dan berakhir membuatnya sakit"Lanjut Satria memberi nasehat Miqdam.
Saat mendengar kata setres yang di ucapkan ayah nya Miqdam mendongakkan kepalanya,Miqdam belum mengetahui alasan Jennara bisa sakit karena tidak ada yang memberitahunya ia hanya tahu jika Jennara sakit tipes saja,Jennara sengaja meminta mereka semua tidak memberitahu Miqdam alasan ia sakit karena Jennara tidak ingin membuat Miqdam merasa terbebani dengan kondisinya.
__ADS_1
"Apa maksud papa?,setres apa yang papa maksud?"Tanya Miqdam yang kini sudah dekat dengan Satria.
"Papa tidak tau istrimu stres karena apa,dan itu menjadi tugasmu mencari tahu kenapa istrimu bisa stres dan mengakibatkan sakit"
Miqdam merasa berdosa sekali kepada istrinya,Ia benar-benar menjadi suami yang tidak becus,Bagaimana bisa ia tidak tahu jika istrinya mengalami stres selama ini,Namun di sisi lain Miqdam tidak menyesali pertemuanya dengan Meisya.
"Papa peringatkan kepadamu Miqdam,jika kau melukai Jennara papa dan mama tidak akan memaafkan mu sekalipun kau anak kami sendiri,ingat itu Miqdam"Peringat Satria sungguh-sungguh.
Setelah itu Satria pamit pulang karena ia harus segera kembali ke rumahnya,Selepas ayah nya pergi Miqdam meluruhkan tubuhnya ke lantai,Miqdam mengacak-acak rambutnnya,"Kau bodoh Miqdam"Rutuk Miqdam pada dirinya sendiri.
Miqdam masuk kedalam kamar ia mengambil baju ganti untuk dirinya dan juga untuk Jennara,Setelah selesai Miqdam kembali ke rumah sakit namun bukannya langsung ke rumah sakit Miqdam malah membawa mobilnya ke apartemen dimana ia meninggalkan Meisya kemarin.
Nyatanya penyesalan Miqdam hanya ucapan semata yang tidak selaras dengan hati nya,Miqdam naik ke lantai sepuluh di mana unit nya berada,Miqdam memasukan kunci setelah itu pintu terbuka,Kosong apartemen itu kosong dan itu berarti Meisya dan putrinya sudah pergi.
Miqdam duduk di sofa dimana Mesiya duduk kemarin,Miqdam menyenderkan kepalanya ia menutup matanya sembari mengingat pelukannya dengan Meisya kemarin,Memikirkan hal itu membuat Miqdam semakin ingin bertemu dengan Meisya.
Miqdam teringat sesuatu ia segera menghubungi orang suruhannya yang bisa dia handalkan,Panggilan terhubung Miqdam segera berbicara,"Aku ingin tahu alamat rumah Meisya,dalam dua jam kau harus sudah mendapatkan alamat itu"Perintah Miqdam kepada orang suruhannya.
Setelah menghubungi orang suruhannya Miqdam pergi ke rumah sakit,Sesampainya di rumah sakit Miqdam masuk ke ruangan Jennara dan ternyata suster sedang mengganti jarum infus Jennara,Jenanra meringis menahan sakit memejamkan matanya karena ia takut dengan jarum suntik.
Tangannya yang satu menggenggam tangan ibunya,Seketika Miqdam tahu kenapa tadi Jennara menghubunginya,Lagi-lagi dada Miqdam seperti di hantam batu besar menyesali kesalahannya,Miqdam menyadari jika sudah memikirkan Meisya dirinya abai dengan istrinya.
Miqdam mendekati Sandra ia menggantikan Sandra menggenggam tangan Jennara,"Tahan ya sayang sebentar lagi selasai"Bisik Miqdam di telinga Jennara.
"Mas"Jennara membuka matanya melihat Miqdam yang sekarang menggenggam tangannya.
"Sakit mas"Adu Jennara dengan mata yang sudah berair,Jennara memang setakut itu dengan jarum suntik jadi wajar jika ia merasa ingin menangis.
__ADS_1
"Iya sayang,tahan sebentar lagi ya,istri mas hebat mas disini sama adek"Miqdam mencium kening Jennara membuat Jennara tenang.
Miqdam menyembunyikan wajah Jennara di dadanya,Selang beberapa menit suster selesai mengganti jarum infus,"Sudah selesai mba,jangan lupa obatnya di minum ya mba"Pesan suster sebelum pergi dan di angguki Jennara.
"Mas dari mana saja?,kenapa lama sekali?"Tanya Jennara penasaran kenapa suaminya ini lama sekali hanya untuk mengambil baju saja.
"maaf ya sayang tadi mas ketemu temen mas waktu isi bensin,jadi tadi mas ngbrol dulu sebentar"Bohong Miqdam.
Jennara hanya mengangguk saja,"Lalu ini kenapa bibirnya luka?"Tanya Jennara lagi yang baru menyadari ada luka di bibir suaminya.
Sandra yang berada di antara mereka memperhatikan bibir Miqdam,"Iya mas itu bibirnya kenapa sampe luka gitu?"
"Oh ini tadi bibir mas kering terus ga sengaja mas kopek-kopek kulit keringnya jadi nya begini deh"Bohong Miqdam lagi,Ia tidak mungkin mengatakan jika luka ini ia dapatkan dari tamparan ayahnya.
"Lain kali jangan di kopein ya mas,di kasih saleb saja ya"Pesan Sandra yang di angguki Miqdam.
"Assalamualaikum"Salam Rasya yang baru datang.
"Waalaikumsallam"Jawab mereka bertiga.
"Gimana dek sudah enakan?"Tanya Rasya mencium kening Jennara.
"Alhamdulillah sudah lebih baik kak"Jawab Jennara dengan senyum.
"Alhamdulillah,Ini chesee cake pesanan adek"Rasya meletakan paper bag berisi chesee cake di nakas dekat ranjang Jennara.
"Adek mau chesee cake kok ga bilang sama mas?,kenapa minta di beliin kak Rasya?,kan mas bisa beliin adek"Protes Miqdam yang membuat Jenanra,Sandra dan Rasya tertawa.
__ADS_1
"Udah yuk bu kita pulang saja,males kakak liat yang bicin-bucin begini"Ucap Rasya yang membuat mereka tertawa kecuali Miqdam yang memasang muka cemberutnya.