Dermaga Impian

Dermaga Impian
Bab 22


__ADS_3

Tepat pada hari ini sudah genap satu bulan Miqdam datang ke tempat dimana ia melihat Meisya waktu itu,Iya satu bulan,Satu bulan yang penuh harapan untuk Miqdam dapat bertemu dengan Meisya secara langsung setidak nya satu kali saja.


Selama satu bulan itu pula Miqdam tidak pernah makan siang bersama Jennara lagi dengan alasan pekerjaan,Bahkan bekal yang di bawakan Jennara pun tidak Miqdam sentuh dan berakhir di tong sampah.


Sungguh sangat menyedihkan hanya karena Meisya Miqdam mulai abai terhadap Jennara,Pernah sekali Jennara datang ke kantor Miqdam dengan membawa kotak bekal agar mereka bisa makan bersama tapi Miqdam menolaknya dengan alasan ia ada pertemuan di luar.


Hari itu Jennara kembali ke butik dengan perasaan sedih,Padahal ia sudah menyempatkan datang ke kantor Miqdam walau hanya mempunyai sedikit waktu,Namun usahanya tak Miqdam hiraukan,Jennara sempat merasa kecewa namun ia mencoba berfikir positif jika suaminya memang ada pertemuan penting,Apalgi melihat Julian yang juga tidak berada di kantor.


Memang betul selama satu bulan ini Julian tidak ada di kantor saat jam makan siang,Tapi kepergiannya bukan untuk membantu Miqdam melainkan ingin membuktikan sendiri jika fikirannya tidak salah.


Ditengah terik matahari yang sangat cerah Miqdam mencari Meisya di sretiap sudut jalan itu,Namun lagi dan lagi ia tidak menemukannya,Miqdam sudah hampir putus asa tapi ia tetap tidak ingin menyerah karena ia yakin akan menemukan Meisya.


"Aku akan menunggumu sampai aku bisa menemukan mu"Monolog Miqdam pada dirinya sendiri yang saat ini tengah duduk di depan minimarket.


Miqdam menenggak minuman yang sudah ia beli,Saat pertengahan minum mata Miqdam melihat sosok yang selama ini ia cari,Mata Miqdam melotot seketika,Bahkan ia sampai memuncratkan air yang sudah ia tenggak.


Miqdam meletakkan asal minuman yang ia pegang dan langsung mengejar Meisya,"MEISYA"Pekik Miqdam dengan menarik tangan Meisya.


Meisya kaget seseorang menarik tanganya dan saat melihat siapa seseorang tersebut Meisya tak kalah kaget,"M-mas Miqdam"Ucap Meisya lirih.


"Bagus kau masih mengingatku Meisya"Ujar Miqdam dengan suara dingin.


Meisya yang merasa jika pertemuan mereka salah langsung menarik tangannya yang di genggam Miqdam dan langsung berlari pergi,Meisya pergi bukan karena tak merindukan Miqdam hanya saja Meisya takut Miqdam akan marah kepadanya karena pernah meninggalkannya dulu,Ya walaupun Meisya tahu Miqdam tidak akan melakukan itu.


Sedangkan Miqdam yang menyadari jika Meisya sudah cukup jauh darinya segera mengejar nya,Ia tidak mau kehilangan Meisya lagi karena urusannya dengan Meisya belum selesai.


Arsyila yang sedari tadi ada di antara mereka berdua hanya diam mengikuti ibu nya yang berlari sampai membuat pergelangan tangannya sakit,Ia hanya bisa meringis dan takut mengeluarkan suaranya apalagi melihat ibunya yang berlari ketakutan sambil menangis.

__ADS_1


Di belakang Miqdam memanggil nama Meisya,"Meisya tunggu"Pekik Miqdam namun Meisya tak menghiraukan nya.


"Tunggu Meisya kita perlu bicara"Pekik Miqdam lagi namun masih sama.


"Meisya berhenti dulu kasihan anakmu kesakitan"Pekik Miqdam terakhir kali dan beruntung Meisya mendengarkannya dan berhenti.


Mendengar pekikan terakhir Miqdam Meisya langsung berhenti dan langsung melihat putrinya,"Umi sakit"Lirih Arsyila saat Meisya menatapnya.


Meisya berjongkok melihat pergelangan tangan Arsyila yag memerah,"Maafin umi nak"Ucap Meisya dengan lelehan air mata.


Bisa-bisa nya ia melupakan anak nya hanya karena bertemu dengan Miqdam,Sungguh Meisya tidak sadar jika Arsyila ada bersama dirinya,Ketakutannya bertemu Miqdam membuat dirinya melupakan putri nya dan karena kebodohannya tangan putrinya jadi sakit.


"Meisya kenapa kau lari"Ucap Miqdam dengan nafas terengahnya.


Meisya berdiri menyembunyikan Arsyila di belakangnya,"Apa yang kau inginkan mas?kenapa kau menemuiku?"


"Itu sudah berlalu dan aku rasa mas sudah tidak mebutuhkan penjelasan itu"Jawab Meisya masih dengan menutupi tubuh Arsyila.


"Itu bagimu tapi....."Belum selesai Miqdam berbicara ponselnya berdering panggilan telfon dari Jennara.


Miqdam mengambil ponselnya melihat siapa yang menelfon dan mematikannya,"Itu bagimu tapi tidak bagiku,Karena penjelasan itu sangat penting untuk ku"Miqdam melanjutkan ucapannya yang terpotong tadi.


"Semua sudah berlalu mas untuk apa di bahas lagi"Kekeh Meisya menolak memberikan penjelasan.


Ponsel Miqdam berdering lagi dan lagi dan panggilan itu masih dari Jennara,Miqdam mengambil ponselnya menolak panggilan itu dan menonaktifkan ponselnya,Ntah apa yang ada dalam otak Miqdam sampai ia menolak panggilan Jennara.


Setelah menyimpam kembali ponsel dalam sakunya Miqdam melihat sekeliling mereka,Beberapa orang memperhatikan perdebatan mereka,Miqdam merasa kurang nyaman dengan perhatian orang-orang karena itu ia menarik tangan Meisya dan membawanya ke mobil.

__ADS_1


Meisya jelas memberontak ia tidak mau ikut dengan Miqdam,Beberapa orang ingin menghampiri Miqdam yang sedang menarik Meisya namun dengan cepat Miqdam mengagatakan sesuatu,"Dia istri saya pak dan kami hanya sedang bertengkar kecil"Ucap Miqdam agar orang tidak curiga.


Mendengar Miqdam mengakuinya sebagai istrinya ntah mengapa Meisya diam tak lagi memberontak dan dengan suka rela mengikuti Miqdam,Ada rasa hangat dan senang saat Miqdam mengakui nya sebagai istrinya.


Di sisi lain di tempat yang sama Julian melihat semua yang Miqdam dan Meisya lakukan,Tangan Julian mengepal kuat sampai urat-urat di tangannya terlihat,"Akan ku pastikan kau akan menyesali perbuatanmu ini Miqdam"





Di butik Jennara Lyla Mega dan karyawan lain di buat panik dengan keadaan Jennara yang terlihat pucat,Lyla sudah menawarkan Jennara untuk mengantarkan nya pulang tapi Jennara menolaknya karena ia ingin Miqdam yang mengantarkannya pulang.


Berkali-kali Jenara menghubungi Miqdam namun tidak ada yang di jawab bahkan saat ini nomor Miqdam tidak aktif,Jennara semakin pucat dan lemas bahkan untuk berdiripun Jennara tidak sanggup.


"Mba,Lyla sama mega antar pulang saja ya"Tawar Lyla yang khawatir dengan keadaan Jennara.


"Tunggu sebentar La mungkin sebentar lagi mas Miqdam datang"Jawaban bodoh Jennara padahal sedari tadi Miqdam tidak menjawab panggilannya.


"Mba tadi bapak kan tidak menjawab panggilan mba,jadi kemungkinan pak Miqdam tidak akan datang"Mega mencoba mengingatkan Jennara.


"Iya tapi tunggu sebentar lagi ya"Pinta Jennara mau tidak mau Mega dan Lyla menyetujuinya.


Bermenit-menit Jennara menunggu dan menghubungi Miqdam tapi tetap tidak bisa,Kondisi Jennara sudah kian lemas,Kepalanya pusing badan nya menggigil,Lyla yang melihat itu sudah tidak tahan lagi,Ia memberi kode kepada Mega untuk memaksa Jennara pulang.


Mega dan Lyla memapah Jennara namun baru beberapa langkah Jennara tidak kuat dan dia pingsan,Mega dan Lyla panik mereka berusaha membangunkan Jennara namun tidak berhasil,Lyla melihat ponsel Jennara yang menyala karena ada panggilan masuk dari Rasya.

__ADS_1


Rasya menghubungi Jennara di saat yang tepat,"Halo pak Rasya ini saya Lyla,Mba Jen pingsan pak tolong pak Rasya segera kesini"


__ADS_2