Dermaga Impian

Dermaga Impian
Bab 23


__ADS_3

Jennara di bawa ke rumah sakit oleh Rasya,Sesampainya di rumah sakit Jennara langsung di tangani dokter,Rasya menghubungi orangtuanya dan juga orantua Miqdam memberitahu jika Jennara pingsan dan sekarang ada di rumah sakit.


Rasya juga menghubungi Miqdam tapi nomor Miqdam masih belum bisa di hubungi,Beberapa menit kemudian Gilang dan Sandra sampai di rumah sakit,Sandra langsung menemui Rasya dan menanyakan keadaan Jennara,"Kak adek dimana?,bagaimana keadaan adek?,adek kenapa bisa pingsan kak?"Tanya Sandra berentetan.


"Ibu,ibu tenang dulu ya,adek ada di dalam bu,dokter sedang memeriksanya,kakak ga tau adek pingsan kenapa sebelum kakak sampe butik adek sudah pingsan"Jelas Rasya membuat Sandra semakin khawatir.


"Miqdam dimana kak?,sudah di hubungi belum?"Gilang bertanya kepada Rasya karena tidak melihat wajah mennatunya ada di antara mereka.


"Kakak sudah menghubungi Miqdam tapi nomornya ga aktif yah"Jawab Rasya membuat Gilang mengangguk mengerti.


"Orangtua Miqdam sudah di hubungi kak?"Tanya Gilang lagi.


"Sudah yah"Tak lama setelah itu orangtua Miqdam datang mereka segera menuju ruang UGD.


Satria dan Hilya jalan terburu-buru di lorong rumah sakit,Tadi setelah mendapat kabar menantunya pinsang dan di bawa ke rumah sakit Hilya dan Satria yang sedang ada pertemuan penting langsung meninggalkan acara dan pergi ke rumah sakit,Mereka berdua begitu khawatir dengan keadaan menantu mereka.


"Mbak"Panggil Hilya yang sudah berada di dekat mereka.


"Mba gimama keadaan Jennara?,baik-baik saja kan mba?,ga ada yang serius kan mba?"Tanya Hilya khawatir.


"kita juga belum tau keadaan Jen mba,Jen masih di dalam di tangani dokter"Jelas Sandra.


"Dimana Miqdam?,apa dia ada di dalam bersama Jen?"Tanya Satria membuat mereka semua melihat Satria.


"Miqdam tidak ada disini,Rasya sudah menghubungi Miqdam tapi nomornya tidak aktif"Gilang menjawab pertanyaan Satria.


Satria dan Hilya saling menatap,Mereka berdua merasa heran kemana putranya,Tidak bisasanya Miqdam tidak mengaktifkan ponselnya biasanya Miqdam selalu mengaktifkan ponselnya.

__ADS_1


Satria mencoba menghubungi Miqdam dan ternyata benar nomor Miqdam tidak aktif,Berkali-kali Satria menghubungi Miqdam namun tetap saja nomornya tidak aktif,Satria menghubungi Julian,Satria yakin Julian tau dimana Miqdam sekarang.


Panggilan tersambung suara Julian terdengar,"Di mana tuanmu Julian?"Tanya Satria langsung saat sambungan telfon terhubung.


Mata Satria mendelik wajahnya terlihat marah mendengar jawaban Julian,Beruntung tidak ada yang melihatnya karena dirinya berada sedikit jauh dari keluarga Gilang dan istrinya.


"Seret tuan mu kemari katakan padanya jika istrinya masuk rumah sakit!"Setelah mengatakan itu Satria mematikan telfonnya.


Satria begitu marah dengan kelakuan Miqdam,Sebisa mungking Satria menahan emosinya untuk saakarang agar besannya tidak curiga,Satria kembali bersama besan dan istrinya,Beberapa saat kemudian dokter keluar dari ruangan.


"Bagaimana keadaan putri saya dok?"Tanya Sandra ketika dokter keluar.


"Tenang dulu ya bu,tidak ada yang serius dari sakitnya putri ibu,putri ibu terkena tifus yang kemungkinan besar di sebabkan oleh stres yang berlebih"Terang dokter menjelaskan sakit Jennara.


"Astagfirullah"Ucap Sandra lirih,Stres...bagaimana mungkin Jennara bisa sampai stres dan mengakibatkan dirinya sakit,Apa yang di fikirkan putrinya sampai ia stres begini, Batin Sandra bertanya-tanya.


"Sekarang putri ibu masih belum sadarkan diri dan perawat kami akan memindahkan putri ibu ke ruang perawatan"Stelah mengatakan itu dokter pamit meninggalkan mereka.


"Ibu tenang dulu ya,nanti kalau adek sudah sembuh kita tanya sama adek ya bu"Rasya mencoba menenangkan ibunya.


"Betul kata kakak bu nanti kita tanya adek ya kalau sudah sembuh,sekarang ibu tenang dulu ya"Gilang membawa Sandra dalam pelukannya.


Satria dan Hilya sungguh di buat malu dengan kelakuan Miqdam,Di saat seperti ini putra nya belum menampakan batang hidungnya,Sedangkan Satria sudah mengepalkan tangan nya sungguh ia begitu marah dengan putranya.



__ADS_1



Di tempat lain tepatnya di apartemen Miqdam yang tidak Jennara ketahui Miqdam membawa Meisya masuk kedalam apartemen itu,Miqdam berhasil membawa Meisya masuk kedalam apartemen nya tanpa ada berontakan.


Sampai di parkiran Miqdam turun terlebih dahulu ia memutari mobil dan membukakan pintu untuk Meisya,"Biar aku saja yang menggendong putrimu"Miqdam mengambil Arsyila yang sedang tidur dari pangkuan Meisya.


Meisya membiarkan Miqdam menggendong putrinya setelah itu ia turun dari mobil,Miqdam menggenggam tangan Meisya dengan tangannya yang lain,Meisya diam mengikuti langkah Miqdam,Meisya merasakan kenyaman yang selama ini belum pernah ia rasakan.


Sungguh perlakuan Miqdam masih tetap sama kepadanya seperti dahulu,Bahkan genggaman tangan nya tetap terasa hangat,Padahal Meisya pernah membuatnya teluka.


Sampai di depan unit apartemen Miqdam memasukan kunci sandi yang dapat Meisya lihat jika itu adalah tanggal lahirnya,Meisya sempat kaget namun rasa kaget itu tergantikan dengan rasa senang.


"Kau duduk lah dulu,aku akan menidurkan putrimu di kamar dulu"Miqdam meninggalkan Meisya di ruang tamu dan ia menidurkan Arsyila di kamarnya.


Miqdam kembali ke ruang tamu setelah menidurkan Arsyila,Miqdam duduk berhadapan dengan Meisya,"Bisa sekarang kau jelaskan alasanmu meninggalkan ku dulu?"Ucap Miqdam meminta penjelasan yang ingin ia ketahui.


"Itu sudah masa lalu mas,untuk apa kau ingin tau?"Tanya Meisya ia ngin mengetahui alasan kenapa Miqdam menginginkan penjelasan yang seharusnya sudah tidak penting untuk sekarang.


"Agar aku dapat membuat keputusan untuk membencimu atau tidak"Jawab Miqdam srius menatap Meisya.


Mendengar kata benci dari mulut Miqdam ntah mengapa membuat Meisya merasa takut,Ia takut jika Miqdam membencinya setelah ia mengatakan yang sebenarnya kepada Miqdam namun Meisya berfikir berbohong pun percuma.


"Jelaskan kepadaku sekarang"Tuntut Miqdam yang sangat ingin mendengar penjelsan Meisya.


Meisya menarik nafasnya sebelum ia menceritakan alasan dirinya meninggalkan Miqdam dulu,"Waktu itu kondisi keluarga ku sedang menurun mas,usaha papa hampir bangkrut dan mama pergi meninggalkan papa,saat itu aku benar-benar bingung harus berbuat apa,saat itu aku ingin minta tolong dengan mas tapi aku malu lalu Diana temanku datang menawarkan pekerjaan yang memiliki gaji besar tapi bukan di kota ini,setelah memikirkan beberapa kali akhirnya nya aku ikut dengan Diana dan meninggalkan mas,sungguh aku meninggalkan mas bukan karena aku tidak mencintai mas lagi tapi karena keadaan yang lain mas"Jelas Meisya dengan linangan air mata yang mengalir deras,Mengingat hal kelam dalam hidup yang sudah ia kubur sungguh menyakitkan baginya,Namun Meisya tidak menceritakan pekerjaan apa yang ia lakukan itu sampai menghasilkan Arsyila.


Miqdam diam ia mencerna apa yang Meisya katakan,Miqdam berfikir jadi selama ini dia sudah salah sangka kepada Meisya,Dirinya fikir Meisya meninggalkannya karena sudah tidak mencintainya tapi ternyata Meisya meninggalkan nya karena hal lain,Miqdam menyadari betapa bodohnya dirinya saat itu.

__ADS_1


Miqdam berpindah duduk di samping Meisya dan dengan kesadaran hati ia membawa Meisya kedalam pelukannya,Miqdam mengusap-usap kepala Meisya agar Meisya tenang.


Ntah apa yang Miqdam lakukan saat ini,Bersama Meisya Miqdam sutuhnya melupakan Jennara,Bahkan sampai detik ini Miqdam belum mengetahui jika istrinya berada di rumah sakit,Pelukan yang hangat itu harus terlepas saat mereka mendengar gedoran pintu yang sangat kuat dari luar.


__ADS_2