
Malam yang dingin tidak membuat Meisya berhenti mengerjakan pekerjaan nya,Malam ini Meisya di minta oleh majikannya yang kedua untuk mengganti pekerjaan nya besok menjadi malam ini karena majikannya besok akan pergi.
Saat ini Meisya sedang mencuci pakaian keluarga majikan nya di luar ruangan dengan suhu yang dingin karena malam sudah hampir semakin larut,Meisya tidak sendiri ia bersama Arsyila ke rumah majikannya.
Arsyila sudah tidur sejak satu jam yang lalu,Meisya menidurkan Arsyila di dapur beralaskan kasur lantai yang di sediakan majikan nya memang untuk Arsyila kalau ikut Meisya bekerja.
Saat tengah mencuci majikannya datang menemui Meisya,"Meisya dua hari ke depan kamu libur dulu,saya mau pergi keluar kota,nanti saya kabari lagi kalau saya sudah pulang"Jelas majikan Meisya.
"Baik nyonya"Majikan Meisya yang satu ini orang nya cukup baik berbeda dengan majikan Meisya yang lain.
"Ini uang gajimu dan ini ada sedikit uang untuk Arsyila beli makanan"Majikan nya menyerahkan dua amplop berisi uang kepada Meisya.
Meisya mengelap tangannya yang basah dengan bajunya dan menerima amplop yang di berikan majikannya"Terimakasih nyonya"
"Sama-sama kalau sudah selesai kamu boleh langsung pulang,dan itu sisa sayur dan lauk yang ada di dapur kamu bawa saja,sayur dan lauk itu belum kami sentuh"Setelah mengatakan itu majikannya pergi.
Meisya mengucapkan terimakasih kepada majikannya karena berbaik hati memberikannya makanan dan uang untuk Arsyila,Meisya senang di beri makanan walaupun sisa.
Satu jam kemudian Meisya selesai dengan semua pekerjaan nya,Meisya membangunkan Arsyila dan pamit pulang kepada majikan nya,Di jalan sudah sepi toko-toko dan cafe sudah tutup semua karena sekarang sudah jam sebelas lebih.
Biasanya Meisya tidak takut berjalan sendirian di jam seperti ini tapi kali ini Meisya merasakan takut karena ada dua laki-laki yang mengikutinya,Meisya menggenggam erat tangan Arsyila dan berjalan cepat.
Semakin cepat Meisya berjalan semakin cepat pula dua laki-laki itu mengikuti jalan Mesiya,Sampai akhirnya Meisya berlari dan terjadilah kejar-kejaran.
Meisya ingin meminta tolong namun sayangnya tidak ad satu pun orang yang bisa ia mintai tolong,Meisya merasa lelah dengan pelarian nya begitu pun Arsyila dan akhirnya dua laki-laki itu berhasil menarik tangan Meisya hingga terlepas dari genggaman Arsyila.
"Kalian siapa?,lepaskan tangan ku"Berontak Meisya sedang kan Arsyila sudah menangis ketakutan.
__ADS_1
"Umi umi"Tangis Arsyila yang jatuh di dorong salah satu dari mereka berdua.
"Jangan sentuh anak ku"Meisya berusaha melepas tangannya yang di pegang laki-laki itu.
"Diam atau ku patahkan tanganmu"Ancam laki-laki yang memegang tangan Meisya.
Bukan nya diam menuruti ucapan laki-laki itu Meisya malah berteriak minta tolong"TOLONG TOLONG"Teriak Meisya yang membuat dua laki-laki itu geram dan marah.
"Tutup mulut mu ****** atau anak mu akan ku lempar ke jalanan"Ancam salah satu laki-laki itu.
"TOLONG TOLONG "Geram dua laki-laki itu karena wanita yang di tangkap nya tidak menuruti ucapannya.
"****** ini sepertinya meremehkan kita,kita bawa saja ****** ini ke bangunan kosong itu"Tunjuk salah satu dari mereka ke bangunan kosong yang ada di sekitaran itu.
Setelah itu mereka berdua menyeret Meisya ke bangunan kosong dengan meninggalkan Arsyila di tempat tadi,Arsyila menangis melihat umi nya di bawa laki-laki itu.
Meisya segera menurunkan bajunya saat dua laki-laki itu menatapnya ingin,Meisya bangun dan mencoba untuk pergi namun langkahnya di halau di laki-laki itu.
"Apa mau kalian?,lepaskan aku"Suara Meisya lantang terdengar.
"Setelah kami puas kau baru akan kami lepaskan"Tawa bahagia keluar dari mulut di laki-laki itu,Namun hanya sekejap sebelum sebuah tamparan bersarang di pipi salah satu dari dua laki-itu.
Plak.....Tamparan panas dan kuat Meisya berikan kepada laki-laki yang mengucapkan kata itu.
"****** sialan berani sekali kau menamparku"Marah laki-laki yang di tampar Meisya.
Laki-laki itu menampar Meisya berkali-kali sampai membuat Meisya tersungkur di lantai,Dua laki-laki itu memulai aksi mereka,Mereka merobek baju Meisya sampai terlihat dua gundukan milik Meisya.
__ADS_1
Meisya berteriak minta tolong dan berusaha menahan tangan mereka yang meraba tubuhnya,"Tolong tolong,lepaskan tangan kalian"Meisya menangis tubuhnya di gerayangi dua laki-laki itu.
Meisya sudah kehabisan tenaga dan saat salah satu dari mereka melepaskan celananya Meisya pasrah karena ia benar-benar kehabisan tenaga,Hingga saat yang mengerikan akan terjadi dan Meisya sudah menutup matanya laki-laki itu terkapar karena tendangan seseorang.
"Sialan,siapa kau mengganggu kesenangan kami"Marah laki-laki itu.
Meisya perlahan membuka matanya dan saat matanya terbuka sempurna ia menangis deras namun ia juga lega melihat Miqdam yang datang menolongnya.
Miqdam berjalan menghampiri Meisya ia melepaskan jas ya setelah itu memasangkan jas itu ke tubuh Meisya yang sudah terbuka hampir semuanya,Miqdam merasakan sakit di hatinya melihat keadaan Meisya yang seperti ini.
"Jangan menangis lagi,ada aku disini"Miqdam membersihkan wajah Meisya dengan tangannya.
Dan tanpa sepengetahuan Miqdam salah satu dari dua laki-laki itu mendekati Miqdam dengan balok kayu yang ada di tangannya dan memukulkannya tepat di punggung Miqdam sehingga membuat Miqdam terjatuh menindih tubuh Meisya.
"Mas mas Miqdam"Teriak Meisya histeris.
Miqdam segera bangun"Tenang lah aku tidak apa-apa"Tunggu disini dan tutup matamu"Perintah Miqdam ia tidak mau Meisya melihat apa yang ia akan lakukan.
Meisya menuruti perintah Miqdam dan menutup matanya,Miqdam tersenyum dan setelah itu ia menghajar dua laki-laki itu yang sudah berani menyentuh Meisya nya.
Pertarungan itu terjadi tidak lama karena dua-laki itu sudah kalah telak dengan Miqdam,Miqdam membuang balok kayu yang ia gunakan untuk bertarung dan setelah itu menghampiri Meisya.
"Buka matamu ini sudah selesai"Suara Miqdam meminta Meisya membuka matanya.
Meisya membuka matanya dan melihat Miqdam tepat berada di depannya"Mas"Lirih Meisya dengan air mata yang sudah mengalir.
"Ayo kita pulang"Ajak Miqdam yang di angguki Meisya.
__ADS_1
Miqdam menggendong Meisya,Tangan Meisya merangkul leher Miqdam mesra,Mesiya bersyukur Miqdam datang menolong nya andai saja Miqdam tidak datang mungkin dirinya sudah habis di perkosa dua laki-laki itu.