
semua tim dokter sedang berusaha menyelamatkan dia pasien di tempat yang berbeda.
Farid tak mengira jika perkataannya bisa melukai adiknya sampai sejauh ini.
sedang Rahayu kini terpojok karena dia yang terakhir memberikan makanan dsn minuman pada pada ustadz Haris.
"dokter bagaimana kondisi putri kami?" tanya ustadz Amir Yang sangat khawatir.
"apa ada yang bernama Haris disini, sepertinya pasien sangat membutuhkan orang itu, karena terus memanggilnya saat tak sadar, fisiknya baik-baik saja, sepertinya ada gangguan di otak yang membuatnya kembali dalam kondisi seperti ini,"
"maafkan aku..." kata Farid frustasi.
dia tak berniat membuat adiknya seperti ini, dia hanya ingin melihat Ilya bahagia.
"sudah jangan sedih Farid, kami juga tau kecemasan mu,"terang ustadz Amir menenangkan putranya.
sedang di tempat ustadz Haris, pria itu seperti tak ingin bangun lagi, bahkan dia tak menunjukkan respon apapun saat ini.
"jangan membuat kami takut Haris..." tangis semua orang.
"dokter sebenarnya apa yang terjadi dengan putra kami," tanya ustadz sepuh.
"sepertinya beliau mengalami hal yang buruk, hingga membuatnya tak bisa menerima kenyataan atau kabar yang terlalu mengejutkan, inilah yang memancing stres dan membuat tekanan," kata dokter.
"tunggu dulu, umi... sebenarnya apa yang kamu bicarakan dengan Haris?" tanya ustadz sepuh
"melakukan apa yang seharusnya aku lakukan dari awal, menyingkirkan semua halangan untuk kebahagiaan putraku," jawab umi Kalila.
"tapi kamu membuatnya seperti ini mbak," kata mami Tasya.
"karena kamu sudah menghancurkannya, jadi harus ada seseorang yang bertindak memperbaiki semuanya bukan," jawab umi Kalila.
"terserah kalian bilang aku jahat atau apa, aku tak peduli, cukup aku mohon berhenti memaksanya, dia hanya seorang manusia bukan robot yang bisa kalian atur," tambah umi Kalila yang memilih pergi dari tempat itu.
semua orang diam, tiba-tiba Rahayu syok dan jatuh pingsan, "dokter tolong," panik mami Tasya.
__ADS_1
Rahayu di bawa ke ruang rawat khusus, terlebih dia sedang hamil takutnya bisa berpengaruh ada janinnya.
Shafa datang bersama Cakra ke rumah sakit, mereka melihat umi Kalila pergi dengan marah.
"sayang tanya umi, biar aku ke tempat Haris,"
"iya mas," jawab Shafa berpencar dengan suaminya
"bagaimana keadaannya ayah?" tanya Cakra saat sampai di tempat adiknya di rawat.
"kondisinya buruk, entah apa yang mbak Kalila katakan pada Haris, tapi kondisi Rahayu juga tak baik," kata ayah Arkan frustasi.
"ayah sebenarnya Rahayu tak akan bisa menolong Haris, karena dia tak akan bisa membunuh Ki Bisono, yang bisa membunuh pria itu adalah saudara kembar dari Rahayu yang di buang saat bayi, itulah sosok yang di takuti pria itu, di tambah jika sosok itu bisa mengunakan pusaka keluarga kita, maka akan bisa memusnahkan semuanya hingga akarnya," kata Cakra.
"jadi apa yang kita lakukan salah," kata ayah Arkan kaget.
"maaf ayah, tapi sepertinya Haris dan Rahayu harus berpisah,"
plak....
"bagaimana jika bayi itu bukan milik Haris, apa mami tak sadar, atau mami ingin terus membuat putra mu sengsara, padahal mami mendengar jelas jika Haris mencintai Ilya," kata Cakra menantang wanita itu.
"apa?" kaget keduanya.
"sebenarnya kami ingin merahasiakan ini terlebih dahulu, tapi karena semua sudah tak terkendali, baiklah aku jelaskan, apa mami tak curiga, bagaimana bisa saat pernikahan Lima bulan tapi usia kandungan dari Rahayu empat bulan, padahal setelah pengambilan keris itu, mereka tak berhubungan badan sama sekali, kecuali..."
"dia melakukannya dengan orang lain," kata ayah Arkan.
"hanya dia yang bisa menjawabnya, dan tunggu dulu mami, jangan membuatnya stres, bagaimana pun bayi itu harus tetap bertahan," kata Cakra menahan mami Tasya yang terlanjur kecewa.
"kenapa harus putra ku... kenapa... kami hanya ingin membantu warga desa, tapi kenapa malah harus berakhir seperti ini..." tangis mami Tasya.
ayah Arkan membawa mami Tasya pulang untuk menenangkan diri, Cakra pun menghela nafas, karena ujian ini terus bertubi-tubi.
kondisi dari ustadz Haris juga tak kunjung membaik, dan tanpa sepengetahuan siapapun.
__ADS_1
mami Tasya bergerak untuk membuat ustadz Haris dan Rahayu bercerai secara resmi.
sudah sebulan ustadz Haris dan Ilya sama-sama dalam kondisi vegetatif.
dan kandungan dari Rahayu sudah mencapai enam bulan, dan kini dia kaget saat ustadz Harun di tarik oleh pondok pesantren.
"ada apa ini ustadz sepuh?" tanya ustadz Harun.
"aku bertanya padamu Harun, aku selalu membanggakan dirimu sebagai murid terbaik ku, tapi kenapa kamu bisa melakukan ini," kata ustadz sepuh lirih.
"saya tak mengerti ustadz?"
"kalian berzina hingga Rahayu hamil, dan kalian tetap bungkam selama ini, Rahayu sudah mengaku, jadi apa yang ingin kamu jelaskan?" tanya ustadz sepuh.
"itu bohong ustadz, saya tak ingat apapun saat itu, bagaimana bisa dia hamil bersama saya," kata ustadz Harun masih berkilah
"saat kalian mengadakan acara makan malam bersama warga desa untuk pembangunan masjid dan sekolah, saat Haris baru masuk rumah sakit, kalian berdua minum jamu, apa ingat itu?" kata Cakra yang duduk di samping ustadz sepuh.
ustadz Harun langsung menunduk dan menangis, "itu kesalahan satu malam dan terjadi saat kami mabuk tanpa sengaja, saya tak mengira akan membuat neng Rahayu hamil," tangisnya.
"seharusnya saat kamu tau hal itu terjadi, kalian bukan menutupi melainkan langsung mengambil tindakan tegas,dan ini semua salahku yang meminta para pria ikut tinggal di rumah Rahayu padahal mereka bukan muhrimnya," kata ustadz sepuh.
"sekarang Rahayu sudah resmi di ceraikan oleh ustadz Haris karena pilihan orang tuanya, mereka sangat kecewa saat tau dari pengakuan dan permohonan maaf dari Rahayu, sekarang di sedang menjalani masa Iddah, apa setelah bayinya lahir kamu mau bertanggung jawab Harun?" tanya ustadz sepuh tegas.
"iya ustadz,saya akan bertanggung jawab menikahi Rahayu setelah masa Iddah selesai," Jawab ustadz Harun dengan tegas.
Cakra dan ustadz sepuh mengangguk karena pria itu bisa mempertanggung jawabkan semua perbuatannya.
mereka kini merasa lega karena satu kesatuan benang kusut ini bisa di urai dengan baik.
kini tinggal menunggu ustadz Haris sadar, begitupun dengan Ilya yang juga tak ada perkembangan apapun.
setelah berdiskusi secara panjang, akhirnya Ilya dan ustadz Haris di rawat di rumah sakit Yang sama.
bahkan mereka di tempatkan di ruangan yang sama, setiap hari dia terus di panjatkan untuk kesembuhan keduanya.
__ADS_1
entah sampai kapan mereka akan ada dalam kondisi seperti ini.