Desa Kantil

Desa Kantil
kejadian aneh


__ADS_3

"loh kenapa nduk, kenapa kamu menolak lamaran kami, bukankah kamu juga mencintai Haris, bahkan kalian saling melindungi, jika kamu seperti ini, itu membuat kami bingung nduk, pernikahan itu terjadi saat Haris sudah menjadi duda apa salahnya," tanya mami Tasya.


"tak salah mami, tapi jika mas Haris menjadi duda karena aku, itu yang salah, bukankah aku menjadi wanita tak tau malu karena menjadikan seorang wanita menjadi janda karna suaminya memilih ku untuk menjadi istrinya," kata Ilya yang malah berpikiran buruk.


"bukan salah mu, tapi ini salahku yang tak bisa menjadi suami yang baik, hingga memutuskan bercerai, tapi karena tak ada yang mengetahui ini dan kami masih merahasiakan semuanya, jadilah dia tinggal di rumah kami, agar nama baiknya tetap terjaga, terlebih aku takut jika dia tinggal di rumah atau di pondok sesuatu yang buruk bisa saja terjadi," kata ustadz Haris


"tapi anak kalian..."


"itu bukan cucu kami, karena itu adalah bayi milik orang lain," kata mami Tasya.


"mami..."


Ilya kaget melihat semuanya, pasalnya kenapa mami Tasya begitu mudah mengatakan hal seperti itu.


"kenapa mami bilang seperti itu,"


mami Tasya menceritakan Semuanya, dan Ilya makin tak percaya dengan semua yang terjadi.


dia pun melihat ke arah ustadz Haris, "jangan melihatku seperti itu, aku tak butuh tatapan kasihan," kata pria itu merasa buruk.


"maafkan aku ustadz," lirih Ilya yang sudah menangis sesenggukan.


"bagaimana Ilya apa kamu mau menerima lamaran kami, meski ini kurang pantas, tapi jika kalian tak bersama itu malah akan membuat kerepotan tersendiri," kata ayah Arkan.


"tolong minta aku pada orang tuaku, bagaimana pun mereka yang sudah membesarkan diriku," kata Ilya.

__ADS_1


"itu pasti nduk, pasti," jawab mami Tasya.


sedang di tempat lain, di desa Kantil semua warga sedang heboh bahkan ustadz Harun di buat kelimpungan.


pasalnya sudah seminggu ini, di desa itu ada teror makhluk halus, seperti banaspati dan juga kuntilanak merah.


bukannya dia tak bisa menghalau para makhluk itu, tapi kedua makhluk itu seperti tak bisa di musnahkan,bahkan makhluk itu tak takut dengan bacaan ayat suci Al-Qur'an.


seperti malam ini, ustadz Harun sedang mengobati seorang remaja yang kerasukan, saat di bacakan ayat suci.


bocah itu malah tertawa dan membuat semua santri yang membantu terpental.


"he-he-he... awak mu duduk tandingan ku, selama ustadz wingi iku gak Moro, aku kan sak ksbrh isi hutan larangan Iki, bakalan neror desa ini,sebab e awak mu gak ngemehi aku persembahan, hahahaha..." tawa makhluk itu yang kemudian pergi.


dia kesakitan tapi tak bisa melakukan apapun, ternyata dia terluka di dada dan luka itu berbentuk telapak tangan.


"ustadz tak apa-apa?" tanya Ahmad dan Alif.


"aku baik-baik saja, tolong hubungi pondok pesantren untuk mengirimkan seseorang, karena kita butuh pertolongan sebelum bulan purnama lusa, jika tidak kita semua dalam bahaya," kata ustadz Harun.


Alif segera menelpon seseorang di pondok agar segera datang, tapi tanpa di duga mereka tak bisa mengirimkan ustadz Haris karena masih dalam masa pemulihan.


jadi mereka di desa itu harus menunggu dan melihat siapa yang datang untuk memberikan pertolongan.


"jadi kita harus menunggu lagi, semoga pertolongan itu segera datang,"

__ADS_1


sedang di desa yang tak tau dari desa itu ternyata sedang ada kejadian buruk juga.


sudah sebulan ini di desa tetangga desa Kantil terjadi hal yang mengerikan.


karena setiap ada bayi yang baru lahir, dan ari-ari yang baru di tanam di samping rumah.


tiba-tiba keesokan harinya sudah hilang tak bersisa, dan setelah itu bayi-bayi itu akan menangis semalaman.


sudah lima kejadian seperti ini, terlebih tak ada yang bisa menangkap orang yang mencuri Ari-ari para bayi itu.


"pak RW kita harus berjaga, sekarang ini ada dua ibu yang baru melahirkan, jika kita lengah lagi bisa-bisa anak-anak kita yang setelah ini jadi korban, pasti ini ada yang ngilmu," kata seorang pria.


"iya benar itu, jika tak ada yang ngilmu, tak mungkin ari-ari yang biasanya tak pernah ada masalah, kini malah terjadi gal mengerikan, atau jangan-jangan desa Kantil ini yang membuat goro-goro ngilmu, karena dari awal desa itu yang bermasalah," kata para pria itu.


"iya benar itu, ayo pak RW Kuta gruduk kesana dan menangkap para warga, kalau perlu bakar hidup-hidup semuanya," kata para warga yang tak terima.


"kalian ini jangan sembrono, apa kalian tak tau jika para warga di desa itu sudah tobat, bahkan di desa itu sudah ada sekolah dan masjid, kalian semua ini punya agama, kenapa bertindak gegabah dan sembarangan seperti ini," marah pak RW pada warganya.


sedang ada sosok bayangan hitam yang menunggu para warga itu pergi, karena kondisinya belum pulih jika harus melawan mereka semua.


dan dia sendiri menyiapkan diri untuk melawan dua orang yang di takdirkan untuk membunuhnya dan tubuh yang dia gunakan.


"sialan mereka ini, kenapa tidak pergi dari sana, aku butuh ari-ari bayi itu untuk menyempurnakan ilmu ku, karena sebentar lagi purnama," gumam pria itu.


pria itu mencari kegelapan lagi untuk mengintai semuanya.

__ADS_1


__ADS_2