
warga desa yang m lihat hal tadi, mereka tak bisa terima lagi kalau Ki Bisono kalah dan mati ditangan ustadz Haris dan Ilya.
"kita harus melakukan sesuatu, kita buat berita bohong, kita pastikan warga desa terpengaruh dan meninggalkan ustadz Haris dan istrinya itu," usul salah satu warga.
"kita fitnah dia sudah menodai atau melakukan hal tak senonoh, pasti warga desa percaya," usul seorang pria.
"itu tak akan bisa, karena ustadz Haris tak pernah bepergian tanpa istrinya, terlebih sekarang ustadzah itu menjadi istrinya,mungkin cara kita untuk membuat Rahayu seperti orang gila, tapi ustadzah ini sangat kuat," kata pak Pur.
"kami tak mengerti lagi, bagaimana kami harus membuat mereka pergi agar Ki Bisono bisa kembali menjadi pimpinan desa ini, karena kami tak tahan lagi hidup susah dan di atur seperti ini," kata pak Diman.
"kamu benar, aku lebih menyukai hidup kita dulu yang penuh dengan harta dan kekayaan, bukan hal menyebalkan seperti ini, terlebih para pria santri itu terus membuat pengajuan yang menjadi kegiatan yang mengusir semua sumber harta kita," kata pak pur.
masjid sudah bersih, dan adzan subuh mulai berkumandang dengan keras.
pak RT dan pak RW tergopoh-gopoh ke masjid untuk memberitahukan jika ada gerakan yang mencurigakan.
"assalamualaikum ustadz,"
"waalaikum salam pak RT,ada apa? kenapa anda tergopoh-gopoh seperti di kerja sesuatu," kata ustadz Haris.
__ADS_1
"gawat ustadz, beberapa warga mulai ingin membangkang,karena mereka merasa buruk karena mereka di jelang dengan aturan oleh anda, dan kondisi neng Rahayu itu adalah kerjaan dari mereka juga," kata pak RT.
"untuk masalah Rahayu sudah di tangani oleh orang yang tepat, sedang untuk semua warga itu,apa anda tau dimana mereka,"tanya ustadz Haris yang harus menyelesaikan semuanya secepatnya.
"mereka sedang berada di tempat persembunyiannya ustadz, kami tak tau dimana itu," jawab pak RW.
"sudah mas, kita bahas nanti lagi setelah sholat subuh, jadi sekarang iqomah kumandangkan Ahmad,"kata Ilya.
akhirnya mereka melakukan sholat subuh, tak lama mereka pun berkumpul untuk membahas apa yang terjadi.
tapi Ilya merasa ada yang tak normal, "kita tak ada gunanya tetap disini, kita harus berangkat untuk memancing pria itu,"
"kita harus mulai membereskan semuanya mas, karena pria itu terus membuat pengaruh yang buruk,dan kita tak bisa terus menundanya, dan aku tau harus bagaimana memancing dia keluar dari persembunyiannya," kata Ilya
"baiklah aku akan menuruti perkataan mu," jawab ustadz Haris.
mereka pergi bersama menuju ke arah hutan, ustadz Haris tau mereka akan menuju ke mana.
begitupun pak RT dan pak RW, sesampainya di batu sembah, mereka berdiri berdampingan.
__ADS_1
"kita tak mungkin mengorbankan seseorang untuk bisa membuat pria itu keluar dek,"
"aku punya caranya mas," kata Ilya.
"aku mengundang semua yang sudah menunggu persembahan dari keturunan dari Suryono, aku ada di sini," kata Ilya yang mengambil batu tipis dan langsung melukai tangannya.
darah mulai menetes ke batu sembah itu, tiba-tiba Ki Bisono membuka matanya dengan nyalang.
pria itu bahkan merasakan luka di dadanya sembuh, "keturunan Suryono, tumbal sempurna terlebih aku sudah merasakan kehidupan yang suci..."
dia pun langsung pergi ke arah batu sembah itu, dan saat ki Bisono datang batu itu makin terbelah jadi banyak.
pria itu menyeringai, bahkan dia ingin menyentuh Ilya yang sedang berdiri di depannya.
tapi tiba-tiba tangan pria itu ke arah perut dari Ilya, "he-he-he... aku tak menginginkan mu lagi, tapi ada nyawa lain yang bisa membuatku abadi,"
saat ingin menyentuh dan merenggut sesuatu, ustadz harus memukul tangan Ki Bisono dengan bambu kuning dan membuat tangan pria itu terbakar.
"tak akan aku biarkan kamu menyakiti istriku," kata ustadz Haris.
__ADS_1