
ustadz Haris menerima mangkuk yang berisi bubur gandum yang tadi di buat oleh Shafa.
Ilya di bantu oleh ustadz Haris untuk bangun dan saat Ilya sudah bersandar dengan baik.
ustadz Haris menyuapi istrinya itu dengan telaten, "sudah berhenti menangis mas,"
"aku mencoba sayang, aku mencobanya," jawab ustadz Haris.
semua keluarga berlarian menuju ke kamar rawat Ilya, mereka pun langsung sujud syukur melihat Ilya yang sudah bisa tersenyum.
bahkan dokter mengatakan jika tubuh Ilya sangat sehat, bahkan seperti orang yang baru bangun tidur.
ustadzah Aisyah memeluk putrinya itu begitupun dengan mami Tasya, "ibu-ibu ku tersayang,"
"Alhamdulillah akhirnya kamu sadar juga nduk..." tangis Keduanya.
"sudah dong, ini Ilya mau makan dulu, jadi tolong lepaskan ya," mohon ustadz Haris yang memancing gelak tawa semua orang.
ustadz Haris pun menyuapi istrinya itu dengan telaten, dan mereka pun kini melanjutkan hidup mereka yang sempat tertunda karena permasalahan yang terjadi.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
tanpa terasa setelah beberapa hari ustadz Haris terus menemani istrinya melakukan terapi.
kini Ilya sudah bisa bangkit dan berjalan seperti biasanya, perlahan berat badan Ilya juga mulai naik dan bayi mereka juga makin aktif di dalam perut
__ADS_1
"kata dokter, awal bulan depan kamu bisa melakukan operasi sesar karena baby sudah siap lahir," kata ustadz Haris.
"iya mas, tapi mau di kasih Nana siapa baby-nya?" tanya Ilya yang sedang duduk di teras rumah sambil melihat anak-anak pondok pulang sekolah.
"Khalid," jawab ustadz Haris.
"setelah Hamzah dan Musa, sekarang ada Khalid nanti kalau anaknya perempuan di kasih nama Khadijah datau Laila?" tanya Ilya tersenyum.
"masih belum kepikiran, yang penting kamu dan baby Khalid sehat dan selamat itu sudah cukup," jawab ustadz Haris yang jongkok di depan istrinya itu.
tanpa di duga tiba-tiba Ilya merasakan mulas yang tak tertahankan.
"mas, sakit aku tak kuat lagi, tolong antar aku ke rumah sakit mas," panik Ilya yang merasakan sakit yang tak tertahankan.
ustadz Haris mengambil tas, dan langsung mengendong ilya, "ibu... Ilya mulas aku bawa ke rumah sakit," kata pria itu panik.
ternyata di dalam mobil, Ilya mulai mengejan dan yang membuat kaget adalah bayi mungil itu seakan tak bisa menunggu lagi.
"mas Haris cepat, ini kepala bayinya sudah mau keluar!" teriak Ilya.
sesampainya di rumah sakit,baru juga di depan UGD, benar saja bayi itu lahir dan yang membuat kaget adalah Ilya melahirkan bayi kembar.
itu membuat ustadz Haris dan ustadzah Aisyah bingung karena selama ini tak pernah dokter bilang jika Ilya hamil bayi kembar.
tapi ayah Arkan sangat bahagia dengan kehadiran kedua cucunya begitu pun dengan mani Tasya.
__ADS_1
semua keluarga datang mengucapkan selamat karena mereka sudah berhasil melewati semua dengan baik.
"siapa namanya?"
"Khalid dan Omar," jawab ustadz Haris.
"dua nama tokoh besar dalam agama Islam, semoga kalian bisa membayangkan seperti mereka ya," kata ustadz sepuh yang menyentuh pipi Omar.
tiba-tiba pria itu terkejut tapi kemudian tersenyum, dan terlihat biasa saat menyentuh pipi Khalid.
〰️〰️〰️〰️〰️〰️
tak terasa tahun berlalu, seorang bocah sedang berlarian membawa layangan.
bocah tampan itu sedang bermain bersama teman-temannya, dan dia menjadi sosok paling besar.
sedang semua orang tua mereka memperhatikan dari jauh, Ilya dan ustadz Haris sudah bahagia dengan dua putranya.
Cakra sudah bahagia bersama Shafa, mereka bahkan menanti putri kecil mereka yang masih di dalam perut.
sedang ustadz Harun masih setia sendiri, karena dia tak mau memiliki pasangan yang tak bisa menerima putranya Musa yang memiliki keistimewaan di banding anak seusianya.
🤧🤧🤧🤧🤧🤧
terimakasih sudah mendukung selama ini,maaf jika ceritanya kurang berkenan...
__ADS_1
terus dukung cerita author ya🙏🙏🙏🙏