Desa Kantil

Desa Kantil
keturunan Suyono


__ADS_3

tiba-tiba suara teriakan dari Marko terdengar memilukan, pria itu terbakar hingga hangus tak tersisa.


Cakra menunduk menyapa sosok yang masuk kedalam tubuh Ilya, "terima kasih kamu sudah mau membantu warga,"


"tidak masalah Dewi," jawab Cakra.


dia tersenyum ke arah ustadz Haris, "ternyata tumenggung Surajaya nitis ya," katanya.


"inggeh Dewi, Mbah Ageng nitis ke keturunan Noviant," jawab Cakra.


tiba-tiba Ilya tertawa dan langsung tubuh wanita itu limbung tak bertenaga.


beruntung ustadz Haris langsung menangkap tubuh istrinya itu, "Ilya..."


"bawa masuk Haris," kata Cakra.


semua warga pun ingat jika yang memiliki keturunan darah dari Dewi Sartika adalah keluarga pak Suyono.


"tunggu dulu, bukankah jika itu Dewi Sartika harusnya memutus ke Rahayu yang menjadi putri kandung pak Suyono," kata seorang pria sepuh.


"jawabannya hanya Allah yang tau," jawab Cakra yang mempersilahkan warga desa bubar.


ternyata Ki Bisono yang menyaksikan semuanya dari jauh murka, dia kecolongan karena keturunan Suyono yang sakti sudah tumbuh dewasa.


"sialan, ku kira anak pria busuk itu cuma satu, ternyata dia punya dua putri yang terpisah, dan sekarang terlambat untuk membunuh wanita itu," marah Ki Bisono yang meninggalkan tempat itu


pasalnya semua orang yang setia padanya sudah tewas tak bersisa, dan dia sekarang benar-benar sendirian.


di dalam gua dia pun bermeditasi, tapi selalu gagal karena organ tubuhnya belum sempurna.


"sialan, karena pria mantan dukun itu, aku gagal mengambil jantung ku," kata Ki Bisono.

__ADS_1


sedang di rumah Rahayu, semua santri kaget kenapa bisa ustadz Haris di izinkan menyentuh Ilya yang bukan mahramnya.


sedang yang aneh Rahayu hanya nampak biasa saja melihat hal itu, "baringkan di kasir lantai," perintah Shafa melihat kondisi Ilya.


tanpa di duga Hamzah menyentuh kepala Ilya dan tersenyum, benar saja tak lama Ilya tersadar dari pingsannya.


Hamzah langsung memeluk Ilya saat wanita itu sadar. "ya!!! bocah ini kenapa malah main peluk," kaget ustadz Haris melihat keponakannya.


"ya Allah ustadz Haris, cuma anak kecil tapi kamu heboh," kata Shafa menjewer kuping pria itu.


"tetap saja pria," jawab ustadz Haris.


tanpa di duga sebuah pukulan mendarat di kepala pemuda itu, "tak usah berlebihan, dia membantu menyadarkan Ilya," ketus Cakra.


dia pun menyentuh ujung hati dari Ilya dan melihat apa yang ingin dia lihat.


dia berada di sebuah aliran sungai dimana seorang bayi yang berada di sebuah keranjang dari kayu rotan hanyut.


tiba-tiba keranjang bayi itu menabrak pohon tumbang di sungai, tapi anehnya ada seekor monyet putih berukuran besar datang ke atas barang pohon itu.


tapi saat Cakra ingin mendekat, monyet itu mendengus dengan mengeram marah menunjukkan taringnya pada Cakra.


dia pun mundur perlahan, dan sosok monyet putih itu melompat ke atas pohon di sekitar sana.


di sanalah Ilya yang baru lahir di ketemukan, tapi sayangnya bayi itu terus sakit-sakitan karena benda yang terbawa bersama dengannya sudah di rampas.


Cakra pun pergi setelah melihat sosok monyet putih itu, karena sosok itu terus mengeram marah padanya.


dua pun membuka mata dan kaget melihat sosok monyet putih itu menatapnya.


"astaghfirullah...." kagetnya.

__ADS_1


tak butuh waktu lama, untuk dia bisa kembali menenangkan diri, dan merasa baikan.


"ada apa ayah?"


"tidak ada, Haris apa kamu menyimpan keris yang ku suruh mengambil dari Rahayu," tanya Cakra


"iya aku selalu membawanya, aku ambilkan," kata ustadz Haris


dia bergegas ke kamar untuk mengambil keris pusaka yang dia peroleh saat malam pertama dengan Rahayu.


keris itu di bungkus kain merah, saat keris itu di keluarkan bayi Rahayu menangis, Hamzah menangis karena sinar dan kekuatan yang besar.


sosok monyet putih itu telihat marah dengan tubuh yang berubah seperti raksasa sebesar rumah.


Cakra menaruh keris itu di atas tubuh Ilya yang memang belum sempat bangun.


tiba-tiba sinar itu menyilaukan mata, dan seketika Ilya berteriak dan pingsan kembali.


"itu sudah kembali ke tempat yang seharusnya," gumam Cakra.


semua pun tidak mengerti apa yang terjadi, Rahayu dan Ilya, "mas Cakra sebenarnya ini kenapa?" tanya Rahayu yang berhasil menenangkan putranya.


"kalian adalah saudara kembar beda ari-ari, Ilya di buang saat bayi karena mewarisi kekuatan dari keluarga ayah kalian, dan bisa menjadi ancaman kehidupan mu, karena dia adalah bayi paling kuat, dan keluarga mu membesarkan dirimu sebagai anak tunggal, tapi sebelum kematiannya, ayah mu berhasil menemukan Ilya, tapi sayang sebelum dia bisa memeluk putrinya dia harus meregang nyawa di tangan ko Bisono," kelas Cakra.


"berarti yang menjadi keturunan Dewi Sartika itu adalah Ilya, tapi jika kami kembar, kenapa wajah ksmintak mirip,"


"itu namanya kembar beda rupa, dan itu umum di Indonesia," jawab Shafa.


"sudahlah, sekarang kalian istirahat, biarkan Ilya juga istirahat, dan Rahayu ingat kamu cari selesai melahirkan masih butuh banyak istirahat," kata Cakra.


mereka semua bubar, mereka tak menyangka jika kita dan Rahayu adalah saudara kembar.

__ADS_1


bukan bahagia, tapi sekarang Rahayu nampak frustasi, karena jika benar mereka saudara kembar maka dia adalah orang paling tak beruntung.


karena Ilya di pastikan unggul dalam segala hal karena hidup di dunia luar, sedang dia hidup terkurung di desa.


__ADS_2