Desa Kantil

Desa Kantil
bahagia bersama


__ADS_3

ustadz Haris menghela nafas berat, dia masuk kedalam ruangan yang terdengar suara alat kesehatan.


pasalnya dia sudah beberapa bulan ini terus datang untuk melihat keadaan dari Ilya.


ya setelah kejadian buruk itu, ustadz Haris hampir kehilangan istri tercintanya itu.


"selamat sore sayang, apa kamu masih betah seperti ini, ya maaf aku bukan mengeluh karena kondisimu, tapi aku sangat ingin melihat mu tersenyum, dan menyambut ku dengan pelukan hangat mu," kata ustadz Haris duduk di kursi yang sudah ada di ruangan khusus itu.


"dokter tak bisa mengatakan apa yang terjadi, sebenarnya apa yang terjadi padamu, kamu marah padaku ya, hingga membuatku sedih seperti ini," gumam ustadz Haris.


dia mengenggam tangan Ilya dengan erat, bahkan tangan dan tubuh istrinya sudah mulai kurus.


bagaimana tidak, hanya dengan infus itu tak mendukung semua kebutuhan gizi.


terlebih janin yang ada di kandungan Ilya juga semakin besar, dan itu membuat semua heran.


karena itu seperti keajaiban, karena bayi itu bisa tetap tumbuh sehat di saat kondisi ibunya sangat lemah.


suster datang bersama seorang dokter pribadi keluarga yang di cari khusus oleh ayah Arkan.


mereka semua sudah berusaha, tapi sepertinya akan sangat sulit sekali membuat Ilya sadar.

__ADS_1


"permisi ustadz Haris, saya datang untuk mengecek semua keadaan dari nyonya," kata dokter.


"baiklah dokter, apa tak ada yang bisa di lakukan, dia terus seperti ini, bahkan bayi kami juga sudah akan lahir," kata ustadz Haris sedih.


"wo-ho-ho... adik ipar tolong jangan seperti itu, lebih baik ikut aku dulu dan biarkan dokter bekerja," kata Cakra yang menarik adik iparnya itu pergi.


ustadz Haris sudah sangat buruk, dia bukan ingin menyerah tapi dia ingin melihat istrinya sadar kembali.


"tenanglah Haris, insyaallah sebentar lagi dia akan sadar," kata Cakra menikmati waktunya bersama putra kecilnya Hamzah.


"kapan itu mas, aku merasa kasihan padaku, karena kondisinya sudah sangat buruk," jawab ustadz Haris.


"ii...." teriak bocah lucu itu.


Shafa datang membawa bubur gandum dan susu, yang membuat ustadz Haris heran.


sedang Hamzah di taruh di samping Ilya yang masih memejamkan matanya.


Hamzah melihat Ilya dan menoleh ke arah ayahnya, bocah itu kemudian mengusap perut Ilya dengan tangannya.


kemudian dia mencium pipi Ilya dengan lama, itu membuat ustadz Haris tak suka.

__ADS_1


"aduh... bocah ini masih kecil sudah mesum, seperti ayahnya..." kesal ustadz Haris.


"tunggu dulu," kata Cakra menghentikan langkah ustadz Haris.


ternyata kemudian dari mulut Ilya mengalir darah hitam yang membuat semua kaget.


dan tiba-tiba Ilya terbatuk dan kemudian sadar perlahan, Hamzah tersenyum membawa sesuatu di tangannya.


"sepertinya dia sudah mengambil apa yang tertanam, dan ini harus di simpan agar tak akan ada yang kembali setelah sekian lama," kata Cakra yang membuat ustadz Haris bingung.


"omongan orang gila," kata ustadz Haris yang menyeka darah yang keluar dari mulut istrinya itu.


Ilya pun melihat sosok suaminya, "mas... maaf..." lirih Ilya yang membuat ustadz Haris menangis sesenggukan.


"maaf ..."


"halo umma, lihat baby Hamzah sudah bisa tersenyum lebar," kata Shafa dengan senang melihat sosok sahabatnya itu.


Ilya tersenyum, Cakra mengenggam bahu adiknya itu dan menyadarkan ustadz Haris yang langsung memeluk istrinya itu.


"sayang ...."

__ADS_1


__ADS_2