
tak butuh waktu lama, mereka pun berangkat menuju ke rumah yang di sewakan oleh penduduk desa.
ternyata rumah itu sangat terawat dan cukup luas untuk di tinggali berdua.
"ini minta berapa setiap bulannya?" tanya ustadz Haris.
"terserah ustadz saja," kata pemilik rumah.
"jangan seperti itu pak, kita buat harga sama seperti di daerah saya saja ya, satu tahun itu biasanya delapan juta, begitu saja ya, atau bapak mau di penuhi sekalian?" kata ustadz Haris yang tak enak karena tidak bisa menentukan harga.
"itu saja cukup ustadz itu sudah sangat banyak untuk kami," kata pemilik rumah.
"baiklah, sayang tolong berikan uangnya," kata ustadz Haris.
Ilya pun memberikan uang tunai pada suaminya, dan terlihat pemilik rumah sangat senang menerima uang itu.
setelah itu, pemilik membantu membersihkan rumah itu hingga bisa di tempati.
kasur busa juga datang atas pesanan dari Cakra untuk hadiah untuk pasangan berbahagia itu.
sedang Shafa juga tinggal di sana karena tak nyaman dengan Rahayu.
__ADS_1
"neng Shafa, mau di belikan apa?" tanya Ilya.
"berhenti memanggilku seperti itu, aku dan kamu itu sama," kata Shafa yang kesal.
"kan gak sopan mbak, bagaimana pun aku kan adik ipar mu mbak, ya harus sopan dong," jawab Ilya.
mendengar itu Shafa mengerucutkan bibirnya dan Ilya langsung memeluk sahabatnya itu.
mereka pun duduk bersama, ternyata Cakra datang dengan membawa minuman.
sedang di rumah Rahayu, wanita itu terdiam tak bisa bicara apapun, karena semua orang mulai curiga.
"saya tak bisa, bagaimana pun saya harus menjaga Rahayu dan putranya," kata ustadz Harun.
"tapi kenapa ustadz,"
"sudah kalian istirahat saja, besok akan ada santri yang datang, dan kita akan membicarakan semuanya lagi saat mereka ada," kata ustadz Harun.
siang itu Rahayu benar-benar malu, pasalnya dia tak mengira jika apa yang dia ucapkan akan jadi Boomerang seperti ini.
sekarang namanya sudah jelek di mata warga desa, bahkan kemungkinan dia tak akan pernah di hormati lagi
__ADS_1
sedang di lain sisi, ustadz Haris dan Ilya malah mendapatkan hadiah sayur dan buah dari warga desa.
terlebih mereka selalu membantu warga, terlebih mereka tau jika Ilya adalah keturunan Dewi Sartika penjaga desa.
sore pun datang, beberapa anak-anak datang untuk mengaji di tempatnya.
dengan senang hati dia menerima para bocah kecil-kecil itu, sedang di tempat yang berbeda, ustadz Haris mengajar para warga di masjid bersama Cakra.
setelah itu dia melapor dan menunjukkan semua bukti pernikahan dan juga perceraiannya dengan Rahayu.
pak RW dan pak RT tak menyangka akan hal itu, tapi mereka tak bisa mengatakan apapun setelah mendengar semua cerita dari Cakra.
"asalkan anda berdua membantu desa ini bangkit kami akan menerima kehadiran anda semua," kata pak RW.
"terima kasih pak, tapi sekarang minta semua warga menanam bambu kuning di depan rumah, karena itu bisa menangkal marabahaya," kata Cakra
"kami mengerti, dan apa kita perlu melakukan pos kamling lagi?" tanya pak RT.
"tidak perlu, karena dalam seminggu kedepan, tak mungkin ada kejadian buruk, karena antek dari Ki Bisono sudah di singkirkan semuanya," kata ustadz Haris.
"baik kami mengerti ustadz," jawab kedua pria itu
__ADS_1