Desa Kantil

Desa Kantil
kuntilanak berulah


__ADS_3

malam ini suasana desa terlihat begitu sepi, padahal baru saja sholat isya'.


Ilya dan ustadz Haris sedang duduk di ruang tamu sambil mengaji bersama, bahkan setelah selesai pun mereka menyempatkan untuk berbincang berdua agar tak ada sesuatu yang suatu saat akan jadi masalah di kemudian hari.


ustadz Haris pun mengenggam tangan istrinya yang nenakai sarung tangan, "ada apa mas,"


tanpa di duga Ilya, suaminya itu melepaskan cadarnya,"jika kita hanya berdua tolong kepada saja cadar mu dek, aku ingin melihat wajah istriku ini,"


"kamu tukang gombal mas," kata Ilya.


"menggombali istri sendiri tak dosa," jawab ustadz Haris terkekeh.


"dasar mas Haris,"


seorang warga desa sedang keluar untuk membeli beberapa barang di toko kelontong yang ada di ujung desa.


karena di desa itu perlahan-lahan beberapa warga mulai membuka usaha atas dukungan ustadz Haris.


"aduh kok aku merinding gini sih, wong masih jantung malam juga," gumamnya mempercepat langkah kakinya.


saat hampir sampai di toko kelontong, tiba-tiba dia mrlugat sekelebat bayangan muncul.


"aduh usah deh, pasti ini si Kunti nonggol," kesal pria itu yang tau jika sosok kuntilanak itu mencari mangsa.


"bang... tolong antarkan saya pulang .." panggil sosok itu.

__ADS_1


"tidak mau," jawab pria itu.


"tolong bang .." suara itu lagi.


akhirnya pria itu lari menuju ke toko itu, tapi ternyata dia tak bisa berjalan karena dia di tahan oleh sosok kuntilanak berwajah penuh belatung.


belum lagi darah yang deras mengucur mengenai gaun putih lusuh yang sudah kekuningan itu.


"aduh lepaskan dong Kunti, aku cuma mau beli telur untuk anak ku," mohon pria itu yang diam dan jongkok.


kuntilanak itu pun bingung, melihat pria itu berjongkok tak jelas seperti itu.


sosok kuntilanak itu pun ikut berjongkok, tapi dengan kesal pria itu menendang kuntilanak itu dan kemudian lari.


sosok kuntilanak itu pun terpental kebelakang sambil mengelinding, sosok genderuwo yang berada di atas pohon asem pun hanya tertawa melihatnya.


sedang kuntilanak itu menabrak pohon pisang dan mengejutkan sosok pocong yang ikut jatuh menimpa kuntilanak itu.


"aduh sialan, kamu ini kenapa sih, ganggu orang lagi pacaran saja," kesal pocong itu yang tak mau pindah tempat


"dasar pocong sialan, bangun dari wajahku, kamu tak tau ini wajah cantik ku tak pantas kamu pantatin dengan pantat busuk mu itu," kesal kuntilanak itu mendorong pocong itu hingga ndelosor.


"sialan, kamu yang mengangguk, kenapa sekarang kamu yang menyebalkan sih, lagi pula kamu itu biasanya cari mangsa, kenapa masih disini," ketus pocong itu.


"aku juga pinginnya pergi, tapi dasar sialan, pria yang dulu pernah jadi pengabdian ku itu malah Jabir, ini semua gara-gara ustadz bau kencur sialan itu deh," kata kuntilanak itu kesal.

__ADS_1


"lah si goblok nambah sepertinya, otak mu ketinggalan nih pantes gak mikir dulu kalau ngomong," marah sosok pocong itu menendang otak kuntilanak itu.


"emang bener kan, memang ada yang salah ya, kan semua juga tau, dulu waktu Ki Bisono masih jadi ketua di desa ini, kita sering makan enak,sekarang tak pernah tuh," kata kuntilanak itu kesal.


"kamu lupa pria itu keturunan siapa," kata pocong itu mengingatkan.


"tak tuh, dan tak peduli juga sih, tapi kok aneh ya bocah kemarin sore itu bisa melawan ki Bisono hingga terluka parah, dan sekarang entah dimana pria itu," kata kuntilanak itu melayang ke sebuah pohon mangga yang cukup besar.


pocong itu langsung melompat dan ikut duduk di samping kuntilanak koplak itu.


"kamu lupa ya, jika di sini di larang sebut nama pria itu, sudah jika ada apa-apa di desa ini mah tinggal melihat dan menikmati saja," kata pocong itu


bang Joko merasa tak percaya dengan semua yang dia dengar dan lihat.


bagaimana bisa istrinya di seberang hewan buas, jika iya kenapa harus jantung dan hati yang hilang.


tiba-tiba sekelebatan ingatannya datang, dia ingat mengantar seorang wanita dan menikmati masakan enak yaitu sate hati sapi dan tumis daging yang sangat enak.


tapi dia tak bisa ingat apapun lagi, jadi dia sendiri bingung apa yang terjadi sekarang.


terlebih anak-anaknya masih kecil-kecil, dan tak mungkin dia bisa merawat anak-anaknya sendiri.


sosok kuntilanak yang kemarin lalu menjadi sekutunya datang dan mengintai pria itu dari jauh.


dia hanya tak ingin terluka jika memaksa mendekat karena pria itu sudah di beri perlindungan oleh ustadz Haris.

__ADS_1


jadilah kuntilanak itu terikat tapi tak bisa mendekat karena dia bisa terbakar karena memaksa mendekat.


__ADS_2