Desa Kantil

Desa Kantil
permintaan menikah


__ADS_3

siang hari, ustadz sepuh memanggil ustadz Amir dan Bu Aisyah, umi Kalila duduk di samping ustadz sepuh, bahkan ayah Arkan serta mami Tasya juga ada di sana.


"maaf ustadz sepuh, sebenarnya ada apa?" tanya ustadz Amir yang bingung karena melihat semua orang penting berkumpul.


"sebenarnya kami ingin meminta izin untuk menikahkan antara ustadz Haris dan bak Ilya, karena kami merasa jika keduanya saling mendukung," kata ustadz sepuh.


"kalian ingin menjadikan putri kami seorang istri kedua, dan menjadi wanita jahat membagi cinta suami untuk istri pertamanya," kata Bu Aisyah.


"tidak seperti itu Bu Aisyah, Haris dan Rahayu sudah berpisah, saat Haris masih koma, karena ada masalah yang mengharuskan kami melakukan hal itu," kata ayah Arkan.


"tapi bagaimana bisa seperti ini, tapi wanita itu masih tinggal di rumah kalian,"


"karena kami menjaga nama baiknya, jika kami tak melakukan itu, dia akan jadi cemoohan dari berbagai pihak,"


"sebenarnya apa yang terjadi, tak mungkin kalian mengizinkan putra kalian bercerai saat istrinya sedang hamil," tanya Bu Aisyah.


tapi ustadz Amir menahan istrinya saat melihat reaksi dari keluarga ustadz sepuh dan ayah Arkan.


"jika Ilya setuju dengan pernikahan ini, kami sebagai orang tua tak bisa menolak keinginan anaknya," kata ustadz Amir.


"terima kasih, tapi pernikahan ini tak boleh di tunda lagi, karena mereka harus membantu Cakra untuk membereskan semua yang terjadi," kata ustadz sepuh.


"baiklah kita semua akan melakukan pemijahan ini, dan mari kita bersiap," jawab ustadz Amir.


mereka semua pun pulang untuk menyiapkan petnikahsn, bahkan calon pengantin saja tak tau apa yang di lakukan oleh para orang tua.


pasalnya ini sudah terlalu membahayakan, karena satu desa sudah mengalami teror yang sangat mengerikan.


dan sekarang desa Kantil dalam masalah besar karena Rahayu, wanita yang paling di incar untuk di jadikan tumbal sudah ada di sana.


selesai mengajar, Ilya di panggil ke rumah oleh Bu Aisyah dan umi Kalila akan di rias.


"umi... ibu... ini sebenarnya ada apa, kenapa aku harus di dandani seperti ini?" tanya Ilya bingung.


"kamu akan menikah, karena setelah ini kalian harus berjuang membantu mas Cakra," kata Bu Aisyah yang sebenarnya menahan tangis

__ADS_1


"bismillahirrahmanirrahim, ibu tolong restui dan doakan anak mu ini pasti akan kembali bersama nantinya," kata Ilya.


Bu Aisyah dan umi Kalila mengangguk dan menyelesaikan semua dengan singkat.


tak butuh waktu ustadz Haris duduk untuk segera melakukan akan nikah, tapi karena Ilya anak angkat ustadz Amir.


dia tak bisa menjadi wali dadi anaknya itu, dan Ilya meminta tolong pada asli hakim untuk menikahkan mereka.


pernikahan mereka juga sudah resmi secara agama dan negara, setelah acara sungkeman Keduanya bersiap untuk pergi bersama.


tak lupa ustadz Haris menerima keris yang dia ambil dari Rahayu, "kami berangkat berjuang ya semuanya, tolong doakan kami akan segera bisa pulang dan berkumpul lagi bersama dengan kalian semua,"


"pasti le," jawab semua orang.


keduanya pun berangkat menuju ke desa Kantil setelah pamitan yang penuh dengan air mata.


selama perjalanan, keduanya bisa melihat berbagai makhluk yang sedang menuju ke desa itu.


ya Ilya juga di buka mata batinnya oleh ustadz sepuh, jadi kini keduanya bisa melihat apa yang terjadi.


saat sampai di gapura desa itu, terasa aura desa itu sangat pekat dan tak nyaman terasa.


"tenangkan dirimu istriku, karena sekarang hari-hari kita akan penuh hal seperti ini dan berdampingan dengan mereka," kata ustadz Haris begitu lembut.


bahkan dia bisa mencium tangan dari Ilya, dan berhasil membuat Ilya malu, jantungnya juga terus berdebar kencang.


mobil itu sampai di depan rumah Rahayu, terlihat ustadz Harun dan Cakra sudah berdiri di depan rumah.


bahkan Rahayu terlihat bingung dan seperti orang kesakitan, Ilya turun dari mobil dan semua makhluk halus pun merasakan kedatangan pemimpin desa di masa lalu.


"lari ada Dewi Sartika, semuanya ada Dewi Sartika datang!!" teriak semua makhluk yang tiba-tiba lari pergi.


Ilya lari ke arah Rahayu yang terlihat kesakitan, saat menyentuh perut Rahayu, wanita itu tiba-tiba bisa bernafas normal lagi.


Ilya membacakan surat Yasin, dan sosok kuntilanak merah itu tak terima karena dia hampir bisa mengambil janin itu.

__ADS_1


karena aroma janin itu sangat menggoda untuk di nikmati dan para makhluk itu percaya jika mereka bisa menambah kekuatan jika bisa kenalan janin Rahayu.


ustadz Haris memanggil busur pasopati dan mulai membaca mantra.


kemudian melepaskan tali busur tanpa anak panah, dan membuat semua makhluk terpukul mundur dan pergi.


tiba-tiba suasana desa membaik, "siapa pun tolong bawa mbak Rahayu masuk kedalam rumah," panggil Ilya yang menahan tubuh wanita itu.


mendengar panggilan itu, ustadz Harun lari ke arah wanita itu dan menggendongnya.


Cakra tersenyum ke arah Ilya, tapi ustadz Haris memukul kepala kakaknya.


"jangan senyum seperti itu ke istriku, muka mu itu menyebalkan," ketus ustadz Haris.


"hei santai saja bung,"


"apa santai kamu bilang mas, hei dulu saja aku jamu suruh menjaga pandangan iada mbak Shafa, dan sekarang kamu ingin ganjen, pingin aku adukan sama istrimu hah," kesal ustadz Haris.


perbedaan ustadz Haris sangat terlihat, pasalnya saat ini pria itu sangat marah saat Ilya di pandang pria lain.


padahal wanita itu mengenakan jubah lebar dan cadar,sedang dulu ustadz Haris bersikap biasa saat melihat Rahayu ikut duduk saat dia berbincang dengan pria lainnya.


"jangan terlalu ketara, kasihan mereka sedang berjuang untuk bertahan, mengerti kan Haris,"


"baik mas, kami bahkan sudah di wanti-wanti dari pondok sebelum kesini," kata ustadz Haris menghela nafas panjang.


"baiklah, Ilya tolong masuk dan jaga Rahayu, dan panggilkan ustadz Harun dan Alif, karena kami gadis berkeliling desa untuk melihat apa yang akan terjadi malam ini, karena ini bulan purnama," terang Cakra.


"baik mas, saya akan panggilkan," kata ilya.


para pria keluar, Ahmad, Mahmud, Reza dan Ilham, duduk di teras kemudian mulai membaca tasbih untuk menjaga rumah itu.


sedang keempat pria itu mulai berjalan untuk menjaga desa, dan mencari tempat pria itu menyembunyikan jantungnya.


karena jika jantung itu tak bisa di temukan, maka tak mudah untuk membunuh makhluk itu.

__ADS_1


Ilya sedang membaca Al-Qur'an di samping Ilya yang tertidur karena kelelahan dan kejadian yang baru menimpanya.


jadi malam ini semua orang tak bisa beristirahat karena tugas mereka sangat berat, menjaga Rahayu dan seluruh warga desa Kantil dari Ki Bisono.


__ADS_2