Desa Kantil

Desa Kantil
tugas bersama


__ADS_3

semua orang menuju ke masjid untuk mengajari para warga di desa, semua pun kaget melihat ada sosok wanita yang datang bersama rombongan dari ustadz Haris.


"salam kenal semuanya, saya mau mengenalkan salah satu ustadzah terbaik di pondok pesantren Miftahul Jannah, dia adalah ustadzah Ilya, jadi mulai sekarang ustadzah Ilya akan membantu kalian semua belajar membaca Al-Qur'an," terang ustadz Haris.


"assalamualaikum semuanya, maaf ustadz Haris berlebihan, saya hanya seorang santri juga, saya akan berusaha memberikan yang tebaik untuk membagikan ilmu yang saya miliki," kata Ilya yang di sambut warga dengan senang hati.


mereka semua pun bahagia, meski tak bisa melihat wajah Ilya, tapi mereka seakan nyaman saat bersama gadis itu.


para ibu pun mulai di ajari mengaji oleh Ilya, bahkan dia memberikan beberapa ilmu tentang rumah tangga.


ustadz Haris membantu ustadz Harun mengajar, sedang Cakra masih berjaga dengan para santri.


"ustadzah sudah menikah, pasti yang jadi suaminya nanti akan sangat bahagia," tanya seorang ibu.


"ibu bisa saja, saya yakin semua disini itu istri yang hebat, tolong jangan memuji terlalu tinggi, saya akan melakukan apapun yang di perintahkan suami,karena ridho suami sangat penting untuk istri," kata Ilya.


"aduh mau gak sama putra saya yang mungkin sepantar ustadzah," kata ibu yang lain lagi.


"aduh ibu, ini kenapa jadi ajak cari jodoh ya, insyaallah jodoh saya sudah ada menunggu di sahkan saja," kata Ilya yang terpaksa mengatakan hal itu.


"yah..." kata semua ibu.


mereka pun kembali mengaji membahas surat-surat pendek, sedang Rahayu menemani saja tanpa bisa membantu apapun.


toh dia juga belum bisa memiliki ilmu sejauh dan sedalam milik Ilya.


Cakra pun tak bisa merasakan kehadiran Ki Bisono, dia sekarang ada di sebuah patung yang di maksud oleh Ilya.


dia pun memagari patung itu agar tak bisa di dekati makhluk ghaib, karena Ilya dan ustadz Haris akan ada kegiatan di luar selama seminggu kedepan.


terlebih itu perintah dari ustadz sepuh, "sekarang ini bisa bertahan untuk seminggu kedepan,"kata Cakra


akhirnya semua yang belajar mengaji selesai, dan mereka bersiap melakukan sholat magrib berjamaah.


Ilya dan ustadz Haris mendapat pesan untuk berangkat ke Tebuireng Jombang.


untuk mengikuti pelatihan untuk menjadi pengajar yang baik dengan berlandaskan agama Islam yang kuat.

__ADS_1


Ilya pun menyimpan ponselnya karena jamaah Sholat magrib akan segera di mulai.


Cakra dan santri juga sudah berada di masjid untuk jamaah, dan mereka pun mulai berjamaah dengan ustadz Harun yang jadi imam.


setelah sholat jamaah, kini mereka membaca istighosah setelah itu semua orang bubar, dan beberapa pria masih di masjid.


"untuk seminggu kedepan,kalian harus pergi ke Tebuireng untuk mengikuti pelatihan,selama seminggu di sana, ini perintah ustadz sepuh apa kalian sudah tau?" tanya Cakra pada ustadz Haris dan Ilya.


"sudah mas," jawab keduanya kompak.


"baiklah, kalian gunakanlah semua waktu kalian untuk memperoleh ilmu sebanyak-banyaknya, dan untuk di sini, insyaallah besok Shafa datang,"


"mbak Shafa ingin turun tangan sendiri juga?" tanya Ilya kaget.


"tentu saja, dukungan seorang suami adalah istrinya," jawab Cakra tersenyum.


malam pun datang, pukul setengah sebelas malam, bola api terbang melayang ingin mendekat ke arah rumah Rahayu.


tapi bola api itu terpental karena rumah itu sudah di Pagari oleh Cakra.


terlebih ada dua ekor ular raksasa yang menjaga rumah itu, seekor ular hitam dan sosok ular merah.


tanpa di duga, sebuah anak panah melesat melukainya dan membuatnya harus mundur.


"tidak bisa seperti ini, aku harus mencari ari-ari bayi lagi, karena kekuatan ku terkuras habis oleh para anak-anak sialan ini," marah Ki Bisono yang terluka parah.


ustadz Haris pun masuk kedalam kamar milik Ilya, membuat gadis itu kaget karena ustadz Haris langsung memeluknya.


"ada apa mas, kenapa mas masuk ke kamar ini, apa tak ada yang curiga?" tanya Ilya takut.


"maaf aku tak bisa menahannya lagi sayang, aku benar-benar ingin memeluk mu," kata ustadz Haris.


Ilya pun tersenyum dan memeluk suaminya, "boleh aku minta hak ku?"


"tentu saja boleh, tapi apa ini tak masalah kita sedang ada di rumah orang mas, dan ustadz sepuh berpesan untuk kita menjaga batasan dulu," kata Ilya menyandarkan kepalanya di bahu ustadz Haris.


"baiklah sayang, kalau begitu, mas keluar untuk menemani mas Cakra, tolong kunci pintu kamar mu," pesan ustadz Haris yang mengecup kening Ilya dan kemudian pergi

__ADS_1


pria itu sangat menjaga Ilya, beruntung saat dia keluar dari kamar Ilya tak ada yang melihat.


kini dia pun duduk bersama dengan Cakra yang sedang menikmati rokok miliknya.


"kenapa kesini, ku kira kalian akan melakukan malam hangat? itulah kenapa aku melakukan sirep pada semua orang di rumah ini," kata Cakra tersenyum.


"memang boleh mas, karena pakde bilang kami harus menjaga hubungan ini agar tetap rahasia terlebih sebelum Rahayu melahirkan," kata ustadz Haris


"lakukan saja, aku akan memastikan semua tak ada yang tau apapun, aku bukan pria jahat yang melarang mu dan istrimu beribadah, toh itu juga kewajiban mu," kata Cakra tersenyum.


mendengar itu, ustadz Haris mencium tangan dari Cakra, "terima kasih mas, kamu begitu perhatian seperti ini," kata ustadz Haris.


Cakra mengeleng melihat tingkah pria itu, yang seperti anak kecil yang mendapat hadiah.


ustadz Haris mengetik pintu kamar Ilya, dan beruntung wanita itu membuka pintu kamarnya.


"ada apa mas," tanya Ilya yang kaget.


"aku ingin mengajak mu beribadah, maaf sejujurnya aku tak bisa menahannya lagi," jujur ustadz Haris.


"baiklah mas, kewajiban ku sebagai istri untuk melayani Suamiku," jawab Ilya tersenyum.


keduanya melakukan sholat sunah terlebih dahulu, ustadz Haris pun melepaskan jilbab istrinya.


tak lupa dia berdoa dulu, setelah itu mulai mengecup kening, kemudian mata baru bibir istrinya.


mereka pun melakukan hubungan suami istri sesuai dengan yang di anjurkan, kemudian Cakra meminta hujan deras.


jadilah semua orang tidur dengan nyenyak hingga tak ada satupun yang akan tau apa yang terjadi.


setelah selesai, ustadz Haris masih memeluk istrinya dengan erat, dan merasa bahagia bisa menikahi wanita yang dia sangat cintai.


"terima kasih mas, aku akan memberikan apapun yang kamu inginkan sebagai hadiah," suara batin ustadz Haris.


"simpan dulu hadiah mu,karena suatu saat aku akan memintanya untuk kemaslahatan semua orang," jawab cakra dengan suara batin juga.


"baik mas, apapun yang anda inginkan, insyaallah akan saya kabulkan," batin ustadz Haris.

__ADS_1


karena baginya ada Ilya di pelukannya itu sudah menjadi hadiah terbesar dalam hidupnya.


__ADS_2