Desa Kantil

Desa Kantil
mengejutkan


__ADS_3

Joko terus melihat keluar rumah, dia merasa ada yang memperhatikan dirinya, tapi entah siapa karena dia tak bisa melihat sosok itu.


sedang di tempat lain, ada ustadz Harun yang di buat bingung dengan sikap Rahayu.


dia sedang menimang putranya yang sedang bangun padahal jam satu malam.


ustadz Harun tentu dengan senang hati mengajak Putranya itu sholat Sunnah malah dan mengaji setelah itu.


bayi mungil itu tetap tenang dan tak ada tangisan sedikit pun, "Musa... semoga kamu jadi anak yang pintar dalam agama dan baik dalam bertindak ya le, bisa menjadi panutan dan pembimbing yang baik untuk umat,"


bayi itu tersenyum seperti menimpali, sedang Rahayu tidur di kamar.


ustadz Harun bahkan sampai ketiduran bersama bayi mungil miliknya.


dan Arif yang terbangun pukul tiga pagi melihat bayi itu begitu tenang di samping ayahnya.


tapi saat dia akan mengambil air wudhu untuk menunaikan shalat tahajud, dia kaget melihat sosok Rahayu yang menyeringai menakutkan.


"ustadz!!!"


mendengar teriakan itu ustadz Harun bangun dan kaget melihat Arif sudah di cekik oleh Rahayu.

__ADS_1


dia pun langsung menyerang dan mencoba menyadarkan wanita itu, yang terlihat begitu marah.


"tolong sadar, kamu ini kenapa?" bingung ustadz Harun yang berhasil membuat sosok yang merasuki Rahayu keluar.


"sebaiknya bawa dia ke pondok saja ustadz, setidaknya neng rahayu bisa di ruqyah dan kasihan jika Musa terus di desa terkutuk ini ustadz," kata Ahmad yang sedang mengendong bayi itu.


"baiklah, kita berangkat malam ini, dan kalian bertiga tolong sampaikan ucapan maaf ku pada ustadz Haris, karena aku tak bisa berpamitan dengannya," kata ustadz Harun yang merasa bersalah.


"inggeh ustadz," jawab Ahmad, Arif dan Hanafi yang tinggal di rumah itu.


bayi Musa di gendong Reza, ustadz Harun menahan tubuh terikat Rahayu yang bisa sewaktu-waktu berontak.


beruntung perjalanan mereka sangat lancar tanpa hambatan, meski beberapa kali Rahayu terus kerasukan.


sedang di gua, Ki Bisono sudah berhasil membuat wanita itu pergi dan menyempurnakan semua ilmunya dan raga itu sudah sempurna karena saat kekacauan tadi.


dia berhasil mengambil jantung miliknya yang di simpan di sebuah arca yang ada di belakang rumah Rahayu.


Ki Bisono tersenyum melihat tubuhnya yang sehat dan sempurna, "sekarang aku bisa menghadapi kalian, dia orang sialan..." gumamnya


Ilya terbangun dari tidurnya dan merasakan jika akan terjadi masalah besar sebentar lagi.

__ADS_1


tapi dia tak tau masalah apa, terlebih suaminya itu juga terlihat masih nyenyak saja terlihat.


Ilya melihat jam dinding ternyata masih jam dua pagi, "mas bangun yuk, kita sholat dulu," kata Ilya membangunkan suaminya.


"capek dek," lirih ustadz Haris.


Ilya mengeleng pelan, bagaimana bisa pria yang selama ini begitu rajin beribadah bisa lelah dan kecapekan seperti ini.


tapi Ilya merasa maklum bagaimana pun suaminya juga tetap seorang manusia yang bisa lelah.


dia pun memutuskan untuk bangun dan sholat sendiri dan melakukan dzikir sambil menunggu waktu sholat subuh.


tiba-tiba dia mendengar suara ledakan yang cukup keras, dan itu memancing ustadz Haris bangun dari tidurnya.


"Allahuakbar!!" kaget Ilya


ustadz Haris ingin lagi keluar,tapi Ilya sempat menahan suaminya itu, pasalnya ustadz Haris masih dalam keadaan kotor.


"mas tolong pakai baju atau setidaknya mandi dulu,kamu hanya pakai boxer," kata wanita itu menahan tawa.


ustadz Haris sadar dan tersenyum malu, "aku lupa jika baru selesai melakukannya dengan mu sayang, dan mumpung masih jam segini aku mau sholat dan mandi dulu ya, love you," kata ustadz Haris lari ke kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2