Desa Kantil

Desa Kantil
berusahalah


__ADS_3

rombongan ustadz Haris dan Ilya sampai di pondok pesantren, mereka melihat semua sedang melakukan ruqyah dengan Rahayu berada di tengah-tengah.


sosok Rahayu langsung menyeringai saat Ilya datang, "selamat datang timbal ku, ha-ha-ha!" suara tertawa itu begitu nyaring


"semuanya mundur!!" teriak ustadz Haris.


mereka berdua langsung menghampiri Rahayu, dan wanita itu berontak malah kini mencekik Ilya.


"jika kamu mati, aku bisa memakan mu dan janin di perut ku bisa membuatku kembali ke dunia ini," kata Rahayu yang sudah kerasukan.


"tapi itu mustahil karena kamu lupa aku membawa ketus yang seharusnya dari dulu di gunakan untuk membunuh mu," kata Ilya yang langsung menusuk tepat di jantung Rahayu.


wanita itu pun muntah darah, tiba-tiba sesosok bayi berbulu keluar di antara kaki Rahayu.


melihat itu Ilya mendorong Rahayu dan langsung menusukkan keris itu dan ustadz Haris mulai membaca beberapa ayah dan membakar bayi setan itu.


akhirnya bayi itu mati, dan anehnya tubuh dari Rahayu tiba-tiba seperti terbakar menjadi abu.

__ADS_1


semua orang menyaksikannya, "kenapa kamu membunuh ku, aku sudah memiliki kebahagiaan ku, tapi kamu merenggut dariku..." lirih Rahayu mrligat Ilya.


"kita memang lahir bersama, tapi kamu adalah titipan dari Ki Bisono dengan jalur kiriman, kita berbeda, aku memiliki semua kekuatan keluarga Suyono, sedang kamu adalah anak yang akan di jadikan tempat tinggal dan kebangkitan Ki Suryo, jadi aku Gayus membunuh mu," kata Ilya.


"ternyata itu cerita yang aslinya..." kata Rahayu yang hilang menjadi abu.


tiba-tiba tubuh ilya limbung dan jatuh ke tanah, ustadz Haris yang kaget pun berusaha untuk menahan tubuh istrinya itu.


akhirnya semua sudah berakhir, dan berakhir dengan sangat baik dan tak akan ada gangguan lagi.


perlahan Desa Kantil mulai di bangun berkat bantuan pemerintah pusat.


sedang ustadz Harun tetap mengajar dan membesarkan putranya di pondok, dan bayi Musa begitu tenang.


beruntung bayinya adalah anak yang sehat dan menjadi manusia seutuhnya.


itulah kenapa sekarang dia tinggal di luar pondok tapi tetap berkegiatan di pondok menjadi staff pengajar.

__ADS_1


dan bayi mungil itu sering sekali di titipkan ke mami Tasya, karena beliau merasa kesepian saat semua anaknya sibuk.


pagi ini seperti biasa, kegiatan ustadz Haris mengajar para murid di sekolah dan pondok pesantren.


terlihat pria itu kini seperti kehilangan senyum dan semangat hidupnya.


"assalamualaikum ustadz," sapa seorang guru


"waalaikum salam, ada apa pak Edi, apa ada yang bisa di bantu?" tanya ustadz Haris


"tidak ada ustadz, saya hanya ingin menyapa, saya dengar lusa ada rombongan santri yang akan mengadakan wisata ke wali songo apa ustadz ikut," tanya pak Edi penasaran.


pasalnya ustadz Haris menang tak pernah mau ikut kegiatan seperti itu, padahal itu kegiatan yang rutin di adakan.


tapi ustadz Haris belum pernah ikut sama sekali, itulah yang membuat pak Edi dan beberapa guru penasaran di buatnya.


"saya tak tertarik, kenapa kalian begitu suka ke tempat seperti itu, jika makan orang tua saja jarang di kunjungi," jawab ustadz Haris yang membuat pak Edi diam.

__ADS_1


ustadz Haris pun melihat jam tangan miliknya, dan dia pamit karena jam mengajar nya akan segera di mulai.


"bebar juga ucapan ustadz Haris," gumam pak Edi melihat pria itu pergi


__ADS_2