
Ilya masih berdzikir di ruang tamu sambil melihat ada sosok bermata merah melihat ke arah rumahnya, tapi sosok itu tak berani maju.
ustadz Haris selesai sholat sunah dan duduk di lantai berdekatan dengan istrinya.
"apa dia ingin melakukan sesuatu mas?"
"tidak sayang, tapi dia seperti ingin mengatakan sesuatu yang akan datang, seperti marabahaya," kata ustadz Haris.
benar saja, sosok itu langsung pergi saat melihat ustadz Haris duduk dan terbangun.
tak terduga Ahmad dan Hanafi datang ke rumah ustadz Haris, sebelum mereka sampai
Ilya dan ustadz Haris membukakan pintu, "masuk kedalam dan jangan berdiri saja di sana," kata ustadz Haris.
"baiklah ustadz," jawab keduanya yang masuk sebelum itu mereka mengucapkan salam.
"ada apa kalian datang kesini jam segini? tak mungkin jika tak ada sesuatu yang terjadi," tanya ustadz Haris.
"kami ingin memberitahukan jika ustadz Harun sudah pergi ke pondok, karena neng Rahayu, pasalnya neng Rahayu terus menyerang kami tanpa ampun," kata keduanya.
"ya Allah sebenarnya wanita itu kenapa?" bingung ustadz Haris.
"sudah mas, aku yakin nanti di pondok semua pasti bisa menolongnya," kata Ilya.
__ADS_1
mereka pun memutuskan untuk berangkat ke masjid untuk melakukan sholat berjamaah subuh.
tapi dalam perjalanannya, mereka melihat ada burung gagak yang cukup banyak hinggap di dahan pohon.
ustadz Haris menyadari sesuatu yang tak enak, "ada apa ini?"gumamnya.
"sudah mas, kita terus jalan saja," kata Ilya.
mereka sampai di masjid dan ternyata di tempat suci itu terlihat begitu kotor.
pasalnya banyak sampah dedaunan yang berserakan, "semuanya mari kita bersihkan segera," kata ustadz Haris.
"baik ustadz," jawab Hanafi dan Ahmad.
"mas!!" teriak Ilya.
"Laa haula wala quwwata illa billah, Allahuakbar!!" kata ustadz Haris yang berhasil mengusir burung gagak itu dengan ayunan tongkat.
Ilya masih menutup wajahnya, tak lama tiba-tiba ada angin bertiup kencang sosok pria yang di tunggu kedatangannya pun menunjukkan diri.
"bagaimana pembukaan dariku, apa kamu sudah sadar kekuatan mu bocah," ejek Ki Bisono.
"sepertinya anda salah perhitungan," kata Ilya yang membuka wajahnya dan tersenyum kearah pria itu.
__ADS_1
ustadz Haris pun melihat kearah pria yang sedang terkejut itu, "kenapa anda terkejut,bukankah seharusnya anda senang bisa melihat ku dan istriku,"
"sialan, ternyata kalian tadi berpura-pura," geramnya.
"kami melakukan apa yang anda lakukan, jadi tak ada yang salah," kata ustadz Haris.
Ki Bisono ingin lari tapi sebuah jaring terlempar ke arahnya,dan saat untaian tali jaring itu menyentuh tubuhnya.
tubuh pria itu memerah seperti terbakar, terlihat ustadz Haris sedang membaca sesuatu.
"kamu harus binasa,karena kamu terus membuat semua orang sengsara," gumam ustadz Haris yang membuat Ki Bisono berteriak kesakitan.
"tidak bisa, aku manusia yang tak terkalahkan, pergi sialan!!" maki pria itu yang berhasil mengoyak jaring itu.
Ki Bisono ingin pergi tapi sebuah tombak kayu trembesi meledak menembus tubuh pria itu tepat di dadanya.
pria itu pun muntah darah dan berusaha untuk tetap pergi menghindar dari hadapan ustadz Haris dan Ilya.
pria itu tak menyangka kekuatannya yang pulih bisa hancur di tangan dua orang itu lagi.
tak hanya itu, bahkan Ilya dan ustadz Haris tanpa ampun melawannya.
sedang di kejauhan ada beberapa warga yang awalnya ingin kembali menjadi pengikut Ki Bisono.
__ADS_1
tapi setelah melihat semua itu,mereka mengurungkan niatnya dan takut jika mereka harus berhadapan dan melawan sosok ustadz Haris dan yang lainnya.