
Setelah beberapa jam, Diva tidur dengan memeluk suaminya, kesalahpahaman diantara mereka pun sudah pudar, berganti kemesraan demi kemesraan yang ada di antara mereka berdua. Diva menyandarkan kepalanya pada dada bidang sang suami, memainkan bulu dada Ziyan yang tumbuh halus menghiasi permukaan kulit pria itu, tampak begitu eksotis.
"Ziyan!"
"Hmm!"
"Apa selama ini kamu mencari ku? Kamu kan berada di luar negeri?" tanya Diva sembari mendongak menatap wajah Ziyan yang penuh dengan keringat asmara. Ziyan menundukkan kepalanya dan membalas tatapan Diva.
"Bagaimana aku bisa mencarimu, kamu memblokirnya semua sosial media mu, kamu blokir nomor ku, kamu menghilang begitu saja saat itu, Aku datang ke rumah Tante Nova dan Om Wawan, kamunya sudah berangkat ke Semarang, padahal Aku ingin menjelaskan semuanya kepada kamu tentang masalah Aku dan Amel. Tapi, Aku tahu betul dari dulu kamu selalu keras kepala, susah dibilangin, terpaksa Aku mengikuti saran Papa untuk melanjutkan studi ke Amerika, mencari mu pun percuma, kamu pasti tidak mau mendengarkan ku." ujar Ziyan dengan menatap bola mata Diva dalam-dalam.
"Waktu itu, Aku tidak bisa berpikiran jernih, Aku dikuasai oleh cemburu yang berlebihan, melihat kamu berpelukan seperti itu, sakit tahu nggak!" ucap Diva sembari mencubit dada Ziyan.
"Awwww ... dicubit sih, sakit!" rintih Ziyan sambil mengusap-usap dadanya.
"Itu nggak seberapa dibandingkan rasa sakit hatiku saat itu, ngerti ngga sih."
"Iya iya Aku ngerti, kan kamu udah tahu yang sebenarnya, jangan marah lagi dong, cantiknya ilang loh." goda Ziyan sembari mencolek hidung istrinya. Diva pun tersenyum dan memeluk Ziyan kembali semakin erat.
Tiba-tiba ponsel keduanya yang terletak di atas nakas sama-sama menyala, baik Diva maupun Ziyan sama-sama mengambil ponsel mereka masing-masing. Keduanya membuka ponsel mereka bersamaan. Ziyan dikejutkan dengan notifikasi GC baru yang berisi teman-teman alumni SMA mereka, pun sama Diva juga mendapatkan notifikasi GC baru alumni SMA.
__ADS_1
"Eh grup apaan nih? Grup alumni?" seru Ziyan.
"Eh Aku juga diundang masuk grup, siapa sih adminnya?" sahut Diva yang juga terkejut tiba-tiba nomornya masuk ke dalam GC alumni.
"Kayaknya si Budi nih adminnya. Mereka tahu nomor ku dari mana, ya? Perasaan Aku nggak pernah kasih nomorku pada siapapun." ujar Ziyan bingung.
"Eh ada Amel juga adminnya, kok dia tahu juga nomorku, apa Tante Nova ya yang kasih tahu." pikir Diva menebak.
Hingga akhirnya mereka masuk ke dalam percakapan GC.
"Hai semua, apa kabar? Aku Mona. Mimin cantik di GC ini, Kalian masih ingat, kan? Yuk yang baru masuk, say hai dulu dong @Lutfi, @Elsa, @Amel, @Arlan, @Diva dan @Ziyan. Ayo guys nongol, kita reunian lagi yuk."
"Wah ada @Ziyan juga! Aku japri ya!"
Spontan Diva menoleh ke arah suaminya, Ia pun melihat ke layar ponsel sang suami setelah membaca isi chat dari GC, dimana Amel sedang menghubungi suaminya. Dan benar saja, ada satu chat masuk.
"Amel!" ucap Diva spontan, karena Ia tahu jika yang sedang mengirim chat pada Ziyan adalah Amel. Ziyan pun memberikan ponselnya kepada sang istri, karena dia tidak mau ada kesalahpahaman lagi setelah lima tahun membuat hubungan mereka merenggang.
"Apa ini?" tanya Diva sembari menerima ponsel Ziyan.
__ADS_1
"Kamu aja yang baca, Aku malas. Nanti kamu salah paham lagi." jawabnya tidur dan memeluk Diva yang masih sibuk memegang ponsel.
Diva pun membuka chat yang dikirim oleh Amel untuk Ziyan.
"Hai Ziyan! Akhirnya Aku bisa nemuin nomor kamu setelah lima tahun kamu pergi meninggalkan Indonesia, Aku pingin banget kita ketemuan, kamu kangen nggak sama Aku?"
Diva berinisiatif untuk mengerjai Amel dengan berpura-pura menjadi suaminya. Ia pun menjawab chat dari Amel. "Siapa ini? Nggak usah sok kenal." balas Diva sembari cekikikan.
"Ya ampun Ziyan! Ini Aku Amel, sahabat nya Diva, masa kamu lupa sih."
"Diihh ngaku-ngaku sahabat ku, sahabat tidak mungkin mengkhianati." batin Diva kesal.
"Amel Amel ... oh Amel yang giginya kuning itu, ya!" balas Diva yang tahu betul bagaimana fisik mantan sahabatnya itu. Ia pun tampak tertawa saat membalas chat Amel.
"Ziyan! Kok kamu gitu sih, mentang-mentang aku nggak secantik Diva, kamu tega melakukan hal itu padaku!" balas Amel. Diva pun membalas. "Memang cantikan Diva jauh, kamu tuh kayak pelepah pisang, tipis. Makanya Aku nggak suka." balas Diva.
Sementara Diva yang sibuk membalas chat dari Amel, Ziyan sibuk memasukkan kepalanya pada selimut yang menutupi tubuh mereka. Sehingga Ziyan tampak membenamkan kepalanya di bawah selimut. Entah apa yang Ziyan lakukan, tiba-tiba Diva tampak menggigit bibir bawahnya dan sesekali menghela nafasnya.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1