Di Jodohkan Dengan Mantan

Di Jodohkan Dengan Mantan
Ferry dan Amel


__ADS_3

"Oh iya, Aku minum!" Ziyan meminum sembari tergesa-gesa air dalam gelas minumannya yang tinggal seperempat itu, tanpa Ia sadari jika Ferry sudah meminumnya. Amel semakin yakin jika sebentar lagi Ziyan akan berubah, dan itu kesempatan untuk dirinya mulai melancarkan rencana selanjutnya.


Ziyan tidak menghabiskan semuanya, Ia hanya mencicipi sedikit saja hanya untuk menghargai apa yang sudah Amel lakukan, setelah itu Ia pun langsung berpamitan kepada semuanya dan meminta maaf tidak bisa berlama-lama dengan mereka.


"Oke guys! Aku pulang dulu, sampai jumpa semuanya!" seru Ziyan sembari melambaikan tangannya.


"Oke Bro! Hati-hati!" balas Ferry dan kawan-kawan. Sementara itu Amel pun mengikuti Ziyan pergi, karena Ia merasa jika Ziyan pasti akan terpengaruh dengan minuman yang Ia beri obat perangsang itu. Namun, rupanya dugaan Amel salah. Ziyan yang seharusnya mulai merasakan reaksi obat tersebut, justru pria itu terlihat baik-baik saja dan dab tidak ada gejala apapun.


"Kok Ziyan nggak apa-apa? Seharusnya obat itu sudah bereaksi, apa jangan-jangan obat itu palsu? Sialan, apa jangan-jangan Aku sudah ditipu?" batin Amel yang mulai ragu dengan khasiat obat perangsang yang sudah Ia campurkan pada minuman Ziyan.


"Ziyan tunggu!" panggil Amel kepada Ziyan yang sedang berjalan menuju ke mobilnya. Ziyan menoleh ke belakang dan melihat Amel yang sedang berdiri di belakang nya.


"Ada apa, Mel?" tanya Ziyan.


"Emm kamu baik-baik saja, kan? Apa kamu tidak merasakan hal apapun?" tanya Amel menyelidik.


"Apa? Aku baik-baik saja, Aku tidak merasakan apa-apa, memang nya kenapa?' Ziyan balik bertanya.


"Ohh nggak apa-apa, kali aja kamu meriang atau gimana, tahu sendiri udara malam tuh dingin dan bikin masuk angin, takutnya aja kamu sakit, hehehe!" balas Amel pura-pura.

__ADS_1


"Aku nggak apa-apa, kamu nggak perlu khawatir. Ya sudah! Aku pulang dulu dan sebaiknya kamu pulang, tidak baik anak gadis ada di rumah teman laki-laki nya malam-malam, nanti ada setan loh!" seru Ziyan sambil membuka pintu mobilnya.


Amel tersenyum dan berkata, "Ya ampun Ziyan! Hari gini masih ada setan! Hello ini zaman modern, Aku nggak pernah takut dengan begituan." sahut Amel sembari menggelengkan kepalanya.


"Bukan setan itu yang ku maksud, tapi setan lainnya yang bakal menggoda iman manusia. Sudah! Aku pergi. Sampai jumpa!" Ziyan langsung melajukan mobilnya ke jalan raya. Sementara itu Amel pun merutuki dirinya sendiri, bagaimana bisa dirinya gagal untuk menjebak Ziyan.


"Brengsek! Kenapa Aku bisa gagal sih? Sial!" Amel pun segera mengambil tas miliknya di dalam rumah Marvel, Ia pun berencana untuk pulang ke rumah, karena percuma saja Ia berada di rumah Marvel jika Ziyan tidak ada di sana.


Setelah Amel berada di dalam ruangan dimana teman-teman cowoknya sedang nobar, Ia dikejutkan dengan beberapa teman laki-laki nya yang sudah tertidur dengan pulas, yang ada hanya televisi yang masih menyala dan menunjukkan tayangan piala dunia yang sedang berlangsung.


"Loh kok tidur semua? Marvel woi! Arlan, Lutfi? Kalian malah molor. Eh si Ferry kemana tuh anak?" seru Amel sambil melihat satu-satu temannya. Ia pun baru ingat jika teman-teman nya itu pasti sudah meminum air yang Ia beri obat tidur. Amel melihat isi gelas mereka sudah bersih.


"Hmm pantes molor semua! Aku lupa jika mereka sudah Aku beri obat tidur. Tapi, percuma saja Aku buat mereka tidur. Ternyata sasaran ku sudah pergi. Mending pulang saja, ngapain juga nungguin mereka di sini. Eh tunggu! Masa sih obat perangsang itu tidak mempan, Ziyan baik-baik saja dan nggak merasa ada yang aneh. Hmm biar kucoba!"


Amel pun meminum sisa cocktail yang sudah Ia campurkan dengan bubuk setan itu sampai habis tak tersisa, untuk sejenak Amel bergidik dan terasa sedikit pahit minuman yang sudah terkontaminasi oleh bubuk perangsang itu.


"Kok pait! Hiii apa Aku terlalu banyak mencampurkan nya? Dah lah bodo amat, mending Aku pergi dari sini."


Setelah itu Amel meletakkan kembali gelas itu di atas meja. Ia pun mulai melangkahkan kakinya menuju keluar rumah Marvel. Namun, tiba-tiba saja ada seseorang yang menarik tangan Amel dan membawa gadis itu masuk lagi ke dalam rumah. Tentu saja Amel sangat terkejut dan kaget saat tahu siapa yang sudah menarik tangannya, dan itu ternyata Ferry.

__ADS_1


"Ferry! Ngapain kamu, lepasin!" Amel berusaha melepaskan tangan nya dari cengkeraman tangan Ferry. Sementara itu Ferry terlihat sangat berbeda, Ia merasakan kegerahan dan berkeringat. Ferry seperti orang yang sakau. Amel pun heran dengan yang terjadi pada Ferry, musuh bebuyutan nya sedari sekolah.


"Ferry kamu kenapa?"


"Tolong Mel! Aku sudah nggak tahan!" Setelah mengatakan hal itu, tanpa basa-basi Ferry segera menyerang Amel, Amel pun berontak karena Ia bingung kenapa tiba-tiba Ferry bersikap ganas seperti itu. Ferry menciumnya dengan membabi buta, memaksa Amel untuk melakukan hubungan terlarang.


"Ferry sadar! Aku Amel. Lepasin brengsek!" Amel terus berusaha melepaskan diri dari dekapan Ferry yang sudah dikuasai oleh efek bubuk setan itu.


"Ayolah Mel! Kamu jangan menolaknya, Aku benar-benar tidak kuat lagi."


Ferry langsung membawa Amel ke ruang tengah rumah Marvel, situasi rumah Marvel yang sepi, membuat Ferry sangat leluasa untuk melampiaskan hasratnya kepada Amel, dengan kesadaran yang diluar kendali itu, Ferry memaksa Amel untuk berhubungan dengan nya.


"Ferry lepas! Bajingan kamu!" umpat Amel saat Ferry berani sekali menjamah bagian tubuhnya yang paling sensitif.


Kini Ferry pun semakin gelap mata, Ia benar-benar tidak sadar dengan apa yang ada dalam pikirannya, yang ada hanyalah bagaimana dia menuntaskan gejolak yang sedang menyiksanya itu. Satu persatu kain yang menutupi tubuh Amel, Ferry lepaskan hingga yang tersisa hanyalah pelindung berupa kain berbentuk segitiga dan dua cup yang menutupi dua bongkahan yang menonjol itu.


Hingga akhirnya, Amel sendiri pun merasa ada yang aneh pada dirinya, entah kenapa tiba-tiba Ia merasakan nyaman dan ingin merasakan sentuhan yang lebih dalam lagi, sungguh tubuh Amel mulai kepanasan, reaksi obat itu mulai menjalar pada gadis itu. Amel yang awalnya menolak untuk bercinta dengan Ferry. Kini Ia pun menyambut kedatangan Ferry untuk melakukan hal yang lebih dalam lagi. Karena Amel juga merasa sangat membutuhkan kehangatan dan sentuhan yang membara.


Di saat ketiga temannya tertidur pulas. Ferry dan Amel sedang asyik menikmati kemesraan di ruangan tengah rumah Marvel, tepatnya di bawah sofa, mereka melakukannya dengan penuh gairah yang membara.

__ADS_1


Sementara di sisi lain, Ziyan yang hampir tiba di rumah. Sejenak Ia merasakan tubuhnya sedikit panas, Ziyan sendiri tidak tahu kenapa tiba-tiba dirinya merasa seperti itu. Mungkin efek Ia meminum sedikit minuman yang diberikan oleh Amel kepadanya.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2