
"Jangan mendekat! Jangan berani menyentuh ku, berhenti di situ!" Diva menyuruh Ziyan untuk berhenti, dan Ziyan pun tetap melangkahkan kakinya mendekati Diva. Diva semakin gugup, bagaimana bisa dirinya pergi dari hadapan pria yang menurutnya sudah menyakiti hati nya itu.
"Zi-Ziyan, Aku bilang berhenti, kamu nggak punya kuping, ya!" hardik Diva yang terus berjalan mundur hingga akhirnya tubuhnya bersandar pada dinding kamar itu.
Nafas Diva terputus-putus, saat Ziyan juga berhenti di depannya, Ziyan menatap wajah sang istri penuh cinta, sejatinya pria itu sangat merindukan Diva, tapi sepertinya Ia harus bersabar untuk meluluhkan kembali hati sang istri, karena Ziyan tahu betul bagaimana saya Diva yang keras kepala.
"Tidurlah! Aku mau mandi dulu!" kata-kata itu keluar dari bibir Ziyan. Setelah itu Ia pun masuk ke dalam kamar mandi. Diva akhirnya bisa bernafas dengan lega, Ia pun mempunyai kesempatan untuk bisa pergi dari kamar pengantin mereka, Diva segera buru-buru untuk keluar, gadis itu benar-benar ingin lari dari pernikahan ini.
"Aman! Ini saatnya Aku segera pergi sebelum semua orang tahu jika Aku lari dari rumah." Diva pun segera mengangkat koper milik nya dan segera membuka pintu kamar, seketika Diva membulatkan matanya saat Ia melihat bodyguard yang berjaga-jaga di depan kamar mereka.
"Siapa kalian?" tanya Diva kepada dua orang yang menjaga di depan kamar mereka.
"Anda mau kemana, Nona?" tanya salah seorang diantaranya.
"Bukan urusan kalian, minggir Aku mau pergi!" ucapnya sembari berjalan meninggalkan dua orang bodyguard itu. Namun, tidak semudah itu Diva bisa pergi dari sana, rupanya kedua bodyguard itu adalah orang-orang suruhan Papa Krisna.
Papa Krisna sengaja menjaga kamar Diva dan Ziyan agar sang putri tidak bisa pergi dari kamar pengantin mereka, karena Papa Krisna tahu, jika sang anak pasti tidak terima dengan perjodohan ini apalagi pria yang dinikahkan dengan nya adalah mantan kekasihnya yang sudah membuat hati Diva tersakiti.
"Eh eh apa-apaan ini, lepasin Aku!" Diva tampak berontak agar dilepaskan, tapi dua orang itu justru membawa Diva untuk masuk ke dalam kamar nya kembali.
__ADS_1
"Maaf Nona! Kami hanya bertugas untuk menjaga Anda agar tidak pergi dari kamar ini, jika Nona membutuhkan sesuatu, Nona tinggal bilang kepada kami, kami akan memberikannya, tapi jika Nona pergi sendiri ke luar rumah, maaf! Kami tidak bisa mengabulkannya. Ini sudah perintah dari Tuan Krisna."
"Apa? Jadi Papa yang sudah nyuruh kalian berdua untuk menjaga kamar ku? Aduuhhh Papa gimana sih, masa Aku dikurung sama Ziyan di sini?" umpat Diva yang mau tidak mau dirinya harus tetap berada di dalam kamarnya.
Setelahnya dua bodyguard itupun memberikan secarik kertas kepada Diva, sebuah tulisan tangan dari Papa Krisna.
"Apa ini?" tanya Diva sembari membuka secarik kertas itu.
"Itu dari Tuan Krisna, Nona! Kami hanya disuruh untuk menyampaikannya."
Setelah itu, Diva membuka surat dari sang Papa dan membacanya.
"Diva anakku! Sebenarnya kami semua sudah tahu hubungan mu dengan Ziyan, Tante Nova sudah cerita semuanya, Papa dan Mama berharap kamu bisa membuka hatimu untuk Ziyan, bicarakan masalah kalian baik-baik, dan satu hal lagi yang harus kamu ketahui, Papa sudah memutuskan untuk menempatkan mu dan Ziyan di rumah ini hanya berdua, Mama dan Papa keluar kota untuk waktu yang cukup lama, ada bisnis yang harus Papa kerjakan dengan mertuamu, maka dari itu, Papa berharap dalam waktu singkat itu, kalian berdua bisa berbaikan, sehingga nantinya kalian berdua bisa terjun membantu kami dalam menangani perusahaan, kamu tahu kami sudah tidak muda lagi, waktunya kami pensiun, kamu dan suamimu sangat kompeten di bidangnya, kalian berdua adalah harapan kami. Semoga kamu mengerti, Diva! Syukur-syukur kamu juga bisa memberikan kami kabar gembira tentang kehamilan mu."
"Papa! Untuk apa coba melakukan hal konyol ini, kalau seperti ini bagaimana Aku bisa pergi dari rumah, seatap dengan Ziyan, ahh ... kacau!" gerutunya sembari merremas surat itu dan membuangnya.
Tak berselang lama Ziyan keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang menutupi sebagian tubuhnya, Ia tampak bertelanjang dada dengan rambut yang basah, Diva segera menoleh ke arah suaminya dan untuk sejenak Diva sedikit pangling dengan bentuk tubuh Ziyan yang sangat berbeda, tidak seperti dulu yang masih terlihat kecil dan belum berotot seperti sekarang.
"Ziyan! Dia sudah banyak berubah, lebih gagah sekarang ... ah nggak nggak, apaan sih muji-muji dia, nggak penting banget!" Diva langsung memalingkan wajahnya dan pergi mengambil handuk tanpa melihat wajah sang suami yang sedari tadi memperhatikannya.
__ADS_1
"Minggir! Aku mau mandi!" ucapnya dengan ketus.
"Hati-hati, tadi ada cicak di balik pintu!" seru Ziyan yang menakut-nakuti Diva, Ziyan tahu jika Diva sangat takut dengan cicak. Tentu saja gadis itu langsung putar balik dan berkata, "Beneran ada cicak? Kamu nggak bohong, kan?" Diva tampak bergidik ngeri, dirinya dari dulu sangat jijik dengan hewan satu itu.
"Iya beneran, masa Aku bohong!" jawab Ziyan santai.
Diva pun kembali duduk dan meletakkan handuknya kembali, sementara Ziyan memperhatikan Diva dengan memicingkan matanya.
"Nggak jadi mandi?" tanya Ziyan sembari mengeluarkan sebatang rokok dan Ia akan menyalakannya. Tentu saja perhatian Diva tersita oleh rokok yang dipegang oleh Ziyan.
"Sejak kapan kamu merokok?" tiba-tiba Diva menanyakan hal itu.
"Sejak kamu meninggalkan ku!" jawab pria itu cuek, Ziyan tetap menyalakan korek api dan tetap menghisap rokoknya. Diva segera beranjak berdiri dan menghampiri Ziyan, setelah itu Ia mengambil secara paksa rokok yang dipegang oleh Ziyan.
"Aku kan sudah pernah bilang, Aku tidak suka melihat mu merokok." Diva tampak mematikan puntung rokok itu dan menginjaknya. Ziyan pun tidak menggubris, Ia kembali mengambil satu batang rokok dan menyalakan kembali. Lagi-lagi Diva mengambil rokok itu dan mematikannya.
Ziyan berdiri dan menatap wajah Diva sembari bertanya, "Kalau kamu sudah tidak perduli lagi dengan ku, kenapa kamu masih melarang ku untuk merokok? Harusnya kamu biarkan Aku merokok, toh kamu sekarang membenciku, kan?"
Diva terhenyak dan salah tingkah, "A-aku Aku cuma ... kamu tahu kalau merokok itu sangat berbahaya, bukan berarti Aku masih mencintaimu, Aku tetap membenci mu, sampai kapan pun akan seperti itu, hanya saja Aku tidak mau kamu ... kamu ... ahhh kamu tahu kan efek negatif rokok itu apa selain mengganggu pernafasan dan menyebabkan kanker."
__ADS_1
Spontan Ziyan tersenyum smirk dan seketika menarik pinggang Diva sembari berkata, "Kamu takut Aku terkena impoten?" ucapnya dengan senyum nakal.
...BERSAMBUNG ...