
"Hehehe slow dong! Aku cuma bercanda, Mel!" ucap Ferry sambil menurunkan tangan Amel dari kerah bajunya. Amel pun dengan gaya centilnya tampak duduk di sebuah kursi dengan menaikkan satu kakinya ke atas paha, tentu saja rok mini yang dipakai oleh Amel membuat paha gadis itu terekspos sempurna, membuat teman-teman cowok nya tampak saling melotot kan matanya.
"Anjiiirrr di kempit guys!"
"Panas euy! Gerah!"
"Tapi kecil kayaknya!" sahut Ferry tiba-tiba. Seketika Marvel dan Arlan menoleh ke arah Ferry.
"Apanya yang kecil, Bro!" tanya Marvel sang pemilik rumah.
"Hehehe itunya!" jawaban ambigu Ferry membuat Arlan dan Marvel garuk-garuk kepalanya. Hingga tak berselang lama mobil mewah milik Ziyan berhenti di depan rumah Marvel. Seketika perhatian semua tertuju pada kedatangan Ziyan. Apalagi Amel yang sedari tadi sudah menunggu kedatangan Ziyan.
"Eh Ziyan tuh!" seru Marvel sembari menunjuk ke arah Ziyan yang sedang turun dari mobilnya, sosok Ziyan yang semakin tampan tentu saja membuat teman-temannya pangling dan terkesima. Ziyan berjalan menuju ke rumah Marvel dimana teman-teman geng nya itu sedang berkumpul.
Tak ketinggalan Amel yang tampak lebih semangat untuk menyambut kedatangan Ziyan, Ia pun mendorong teman-teman nya untuk bisa berada di depan agar dirinya bisa menyambut terlebih dahulu kedatangan Ziyan.
"Eh minggir-minggir! Orang cantik mau lewat!" seru Amel yang tampak mendesak teman-temannya agar dirinya bisa berada di barisan paling depan.
"Ini apaan sih! Desak-desak orang." sahut Ferry kesal.
"Bodo!" balas Amel dengan wajah sinis nya.
Ziyan pun sangat terkejut dengan seorang wanita diantara teman-teman cowok nya, tentu saja Ziyan tidak mengerti, kenapa perempuan yang ikut dalam acara mereka.
"Kok ada cewek! Siapa tuh cewek?" batin Ziyan penasaran. Semakin dekat Ziyan melihat wajah yang tidak asing baginya, Ia pun mulai teringat jika itu adalah wajah Amel, sahabat istrinya yang pernah membohonginya, dan yang menyebabkan dirinya salah faham dengan Diva.
__ADS_1
"Amel? Ngapain dia di sini?" Ziyan pun tak habis pikir, bagaimana bisa Amel ikut datang ke acara para cowok, sementara dirinya adalah perempuan satu-satunya. Ziyan pun tampak langsung menghampiri teman-teman cowok nya sekalipun Amel sedang berada di depannya paling dekat. Amel pun tampak sedikit kesal, ternyata Ziyan cuek padanya.
"Sialan, Ziyan! Awas saja kamu bakal menyesal telah mengacuhkan Amel, tunggu apa yang akan Aku berikan kepadamu." batin Amel sembari melihat keakraban Ziyan dan teman-teman cowok nya.
"Hai semua!" sapa Ziyan kepada teman-teman nya.
"Hai Ziyan! Apa kabar, Bro! Widih makin keren aja kamu!" sapa Marvel sambil merangkul Ziyan. Setelah itu Ferry berganti menyapa Ziyan, "Selamat datang, Bro! Kita senang banget bisa ketemu lagi sama kamu, setelah lima tahun kamu pergi ke luar negeri, gila! Tambah keren aja kamu!"
Ziyan tersenyum dan berkata kepada teman-temannya, "Thanks semuanya, Aku juga senang bisa bertemu dengan kalian semua, gimana nih acaranya?"
Sementara itu Amel pun tidak menyia-nyiakan kesempatan, Ia pun segera datang dan menghampiri Ziyan yang sedari tadi bersikap cuek kepadanya.
"Hai Ziyan! Apa kabar kamu?" sapa Amel sembari tersenyum nakal kepada Ziyan.
"Emm Ziyan! Kamu sekarang tinggal di mana?" tanya Amel basa-basi.
"Ya di bumi lah, masa di pohon!" sahut Ferry yang nyerocos begitu saja, seketika Ziyan tertawa kecil melihat tingkah Ferry.
"Eh Aku tuh nggak tanya kamu peak! Ngikutin mulu!" gerutu Amel dengan kesal.
"Dasar cewek judes, pantesan aja Kamu nggak ada yang naksir, judes sih. Kayak Diva dong! Cantik, kalem, baik hati. Eh ngomong-ngomong sekarang Diva ada di mana, ya?" seketika Ziyan berdehem saat Ferry menyinggung nama istrinya.
"Mana Aku tahu! Ngapain juga jadi detektif nya Diva." sahut Amel yang masih kesal karena mereka membicarakan tentang Diva.
"Mungkin saja Diva udah menikah." jawab Ziyan tiba-tiba, seolah-olah dirinya ingin memberi tahukan kepada semua jika dirinya adalah suami Diva, tapi Ziyan ingin memberikan kejutan untuk teman-temannya tentang hubungan nya dengan Diva.
__ADS_1
"What? Diva sudah menikah? Hmm itu bagus dong! Dengan begitu kamu dan Diva tidak akan bisa balikkan lagi." sahut Amel yang bahagia mendengar jika Diva sudahmenikah.
Ziyan hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Amel. Ia pun kembali berbincang-bincang dengan teman-teman yang lainnya, sungguh Ziyan tidak memperdulikan Amel sama sekali, dirinya hanya berharap acara ini segera berakhir dan dirinya segera pulang menemui istrinya.
Meskipun Amel tahu jika dirinya dicuekin oleh Ziyan, Ia pun tidak kehilangan akal, Amel rupanya mengambil foto dan video tentang kebersamaan mereka saat itu, dan kemudian Ia kirimkan di grup alumni.
Sementara itu di rumah, tentu saja Diva merasa kesepian, kepergian Ziyan rupanya cukup membuat nya rindu, padahal baru setengah hari Ia ditinggal oleh sang suami.
Diva pun menghibur diri dengan membuka ponsel, Ia hendak mengecek akun sosial media miliknya. Namun, perhatiannya cukup terganggu dengan banyak chat yang masuk pada grup alumni sekolah nya. Diva pun penasaran dan ingin membuka percakapan grup, seketika Diva membulatkan matanya saat melihat foto-foto Ziyan bersama seorang gadis yang ternyata itu adalah Amel, sahabatnya yang dulu pernah mengkhianatinya.
"Amel! Kok dia bisa ada di sini sih? Katanya nggak ada cewek nya, apa Ziyan bohongi Aku, ya!" Diva mulai terpancing emosi dan terbakar cemburu. Ia pun langsung menghubungi nomor suaminya. Tapi, ternyata Ziyan tidak mengangkat telepon nya, karena suara musik yang keras dan riuhnya candaan teman-temannya membuat Ziyan tidak mendengarkan dering ponsel miliknya.
"Nggak diangkat sih!" Diva pun semakin panik, jangan-jangan Ziyan dan Amel sedang melakukan apa-apa, Diva pun tak bisa tenang, apalagi foto dan video itu banyak yang mengomentari di grup jika Amel dan Ziyan pasangan yang serasi. Diva pun semakin panas, karena Ia tidak bisa menghubungi suaminya, Diva pun menghubungi nomor Lutfi, teman Ziyan yang sudah mengundang Ziyan ikut ke acara tersebut.
Tentu saja Lutfi yang ikut gabung pada acara itu tampak terkejut saat dirinya melihat nomor Diva sedang memanggilnya.
"Diva! Eh Diva nelpon gaes! Sebentar ya seketika Ziyan terkejut saat mendengar Lutfi mengatakan jika istrinya sedang menelepon Lutfi.
"Diva menelepon Lutfi? Untuk apa?" batin Ziyan curiga. Sementara itu Amel sudah menyiapkan rencananya untuk membuat Ziyan masuk ke dalam perangkap nya. Rupanya Amel berencana untuk mencampur serbuk setan ke dalam minuman Ziyan. Itu bertujuan agar Ziyan jatuh ke dalam pelukannya.
Tanpa sepengetahuan teman-temannya, Amel mencampurkan bubuk itu pada minuman yang akan Ia berikan kepada Ziyan. Sementara Ziyan masih fokus memperhatikan Lutfi yang sedang menerima telepon dari Diva.
...BERSAMBUNG...
...TAHAN YA EMOSI NYA! SABAR. OTHOR SUKA BIKIN KALIAN NYUT-NYUTAN 😁...
__ADS_1