
Amel menatap kedua orang tuanya dengan kesal. Setelah itu Amel berkata kepada keduanya dengan penuh kemarahan. "Bisa nggak sih Papa dan Mama nggak bertengkar sedikit saja, kuping ku ini sudah bosan mendengar kalian berdua selalu saja saling menyalahkan, saling tuduh, pernah nggak sih sedikit saja Mama dan Papa memikirkan perasaan Amel? Nggak pernah, kan? Amel udah muak dengan semua ini, Papa dan Mama udah egois dan nggak pernah perduli lagi sama Amel, Amel benci kalian berdua. Benci!!!!!!"
Setelah mengatakan hal itu, Amel segera masuk kembali ke dalam kamar dan menutup pintu lalu menguncinya. Dibalik pintu itu, Amel menangis dan Ia benar-benar bersedih, sungguh semua ini tidak pernah Ia inginkan. Gadis itu bersimpuh meratapi nasibnya yang benar-benar sial, Ia tidak bisa merasakan kasih sayang kedua orang tuanya, itulah yang menyebabkan Amel menjadi liar dan sering keluar malam. Sejak SMA Amel sudah merasakan kedua orang tuanya bermasalah, hingga sekarang dirinya sudah terbiasa hidup tanpa perhatian kedua orang tuanya.
"Kenapa? Kenapa Aku merasa hidup ini tak adil untukku, semua orang-orang yang ku sayang tidak pernah memperdulikan Aku, Mama, Papa, bahkan Ziyan. Mereka tidak pernah mau melihat ku sedikit saja, terlalu buruk kah diri ini, tidak ada yang menyayangiku. Hidupku sudah hancur, apalagi yang bisa ku banggakan, Ferry sudah mengambil semuanya, harusnya Ziyan yang bersamaku, kenapa harus Ferry. Apa memang Aku dan Ziyan tidak pernah diizinkan bersama?" ucap Amel sembari menangis dengan memeluk kedua lututnya.
Sementara di tempat lain, Ferry dan yang lainnya pun berpisah dan pulang ke rumah masing-masing, entah kenapa Ferry merasa tidak tenang dengan apa yang sudah Ia lakukan kepada Amel, mereka memang saling bertengkar dan mengejek, tapi Ferry merasa jika dirinya juga bersalah sudah melakukan hubungan terlarang itu bersama Amel.
"Sekarang apa yang Amel pikirkan? Apa Aku harus minta maaf kepadanya, tapi dia juga yang salah. Kenapa harus menjebak Ziyan." pikir Ferry yang mencoba menghubungi nomor Amel.
Hari itu Amel tengah beristirahat karena semalam sudah membuat sekujur tubuhnya kelelahan, Ia perlu mengembalikan energi nya kembali, sadar atau tidak, memang semalam mereka telah melakukannya, bahkan sampai sekarang rasa nyeri itu masih sangat terasa pada tubuh Amel.
Ferry mencoba menghubungi nomor Amel, Ia memberanikan diri untuk minta maaf kepada gadis itu, Ferry menekan nomor Amel dan melakukan panggilan video call.
Sementara itu, Amel yang sedang beristirahat, Ia pun mendengar ponselnya berdering, Ia segera mengambil ponselnya di atas meja kecil di samping tempat tidurnya. Dengan wajah yang lelah dan sembap akibat menangis. Amel melihat ke layar ponselnya, ternyata Ferry tengah melakukan panggilan video call.
"Ferry! Ngapain sih dia pakai VC segala, mana muka berantakan lagi, ah bodo lagipula dia sudah melihat ku yang sudah berantakan." ucapnya saat tahu jika nomor Ferry tertera pada layar ponselnya. Ia pun segera membuka percakapan video call.
__ADS_1
Tentu saja Ferry terlihat gugup saat Amel membuka video call darinya.
"Hai Mel!" sapa Ferry terlebih dahulu sembari memperhatikan wajah Amel yang sembap seolah gadis itu terlalu banyak menangis.
"Hmm ... ngapain kamu?" balas Amel masa bodo.
"Matamu kenapa? Kamu menangis, Mel!" tanya Ferry penasaran.
"Yaaa ...!" jawab Amel malas.
"Astaga Mel! Aku tidak bermaksud membuat mu menangis, Aku nggak menyangka jika kamu akan menangis dengan kejadian semalam." seru Ferry mengira jika Amel menangis gara-gara dirinya.
"Loh jadi kamu bukan nangis karena Aku?"
"Enggak!" jawab Amel spontan.
"Waduh! Berarti kurang greget dong, ya! Buktinya kamu nggak bisa nangis." seru Ferry menebak.
__ADS_1
"Haaaa? Kurang greget, apanya yang kurang greget?" tanya Amel menyelidik.
"Ya ... itunya yang kurang greget." balas Ferry dengan salah tingkah.
"Ngomong yang jelas dong? Apanya yang kurang greget?" Amel semakin dibuat penasaran dengan ucapan Ferry.
"Ya ... tusukkan nya Mel yang kurang greget!" jawab Ferry yang spontan membuat Amel menepuk jidatnya.
"Dasar gila!" umpat Amel.
...BERSAMBUNG...
*
*
*
__ADS_1
...Sambil menunggu author update bab berikutnya, mampir dulu yuk ke karya punya kak Ana Azzura yang berjudul JANGAN RUBAH TAKDIRKU. Cuss kepoin segera 🥰...