Di Jodohkan Dengan Mantan

Di Jodohkan Dengan Mantan
Pasangan baru


__ADS_3

"Kok gila sih, Mel? Itukan benar. Pasti tusukan ku sudah membuat mu menangis, udah ngaku saja, kalau kamu mau nanti tak kasih lagi deh nggak apa-apa." sahut Ferry yang masih memperhatikan wajah Amel yang sembap.


Amel menatap wajah Ferry dengan kesal sambil berkata, "Tusukan gundul mu! Aku nangis karena sebab yang lain, bukan karena tusukan mu! Dasar sinting!"


Mendengar ucapan dari Amel, spontan Ferry tertawa kecil dan berkata, "Loh kan memang gundul, yang menusuk kan si gundul, kamu lupa ya? Kamu kan sudah mengelus-ngelus nya dengan mesra, dan kamu masukkan sendiri. Masa sih Kamu sudah lupa, Mel!"


Amel semakin dibuat pusing dengan pengakuan Ferry, bagaimana bisa dirinya melakukan hal seperti itu, membayangkan milik Ferry saja udah gedek apalagi sampai mengelusnya.


"Haaa! Kamu sudah gila, Fer! Nggak mungkinlah Aku melakukan hal konyol itu, ihhh pasti geli banget." Amel tampak bergidik ngeri membayangkan tangannya yang lentik menjamah milik Ferry yang berotot dan hitam.


Ferry pun tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah Amel, sementara Amel semakin dibuat stress dengan tingkah teman sekelasnya itu.


"Emang dasar ya dari dulu kamu itu memang sinting! Dah lah Aku mau tidur."


"Eh eh jangan ditutup dong, Mel! Kan Aku belum selesai ngomong, Aku mau bicara sesuatu sama kamu."


"Ya udah ngomong aja! Jangan lama-lama, Aku mau tidur lagi."


"Iya iya, nggak lama kok. Aku minta maaf sama kamu, karena semalam Aku sudah mencetak gol paling keren, lebih keren daripada gol di pertandingan piala dunia. Eh nggak nyangka aja kalo gawang kamu masih sempit, Aku pikir udah kebobolan gol lainnya." sontak apa yang dikatakan oleh Ferry seketika membuat Amel melototkan matanya.


"Ya iyalah gawang ku masih sempit, orang Aku maunya Ziyan yang akan membobol nya, nggak tahunya kena kamu. Apes banget!" gerutu Amel.


"Jangan gitu dong, Mel! Itu artinya kita memang udah berjodoh, mendingan kita kawin yuk! Biar nanti di acara reuni kita sudah resmi menjadi suami istri, biar kita nggak jomblo lagi, pasti anak-anak nanti bakal bawa pasangan mereka masing-masing, sedangkan kita sama-sama nggak punya pasangan." balas Ferry yang membuat Amel sedikit berpikir.


"Hmm iya juga sih, Ah enggak ah, Aku nggak mau nikah dulu, ribet." ucap Amel.


"Ribet? Apanya yang ribet? Aku mau kok bertanggung jawab sama kamu, Aku akan nikahi kamu, Mel!"


"Kamu mau nikahin Aku? Hello seorang Ferry yang biasanya suka jailin Amel, tiba-tiba menikah dengan Amel yang notabennya kita adalah musuh bebuyutan. Ingat itu? Aku nggak akan pernah lupa bagaimana kamu ngata-ngatain Aku si gigi kuning, bilang wajahku burik, kakiku hitam. Eh nggak tahunya kamu doyan juga." celoteh Amel yang membuat Ferry garuk-garuk kepalanya.


"Hehehe tapi kita kan juga impas, Mel! Kamu sendiri juga suka ngata-ngatain Aku, si hitam lah, keteknya bau lah, toh kamu seneng-seneng aja Aku peluk. Malah kamu yang lebih agresif, udahlah Mel kita damai aja yuk!" seru Ferry yang berharap Amel bisa berdamai dengan dirinya.


Amel pun semakin dibuat malu dengan ucapan Ferry yang apa adanya, Ia pun segera mengakhiri panggilan video call nya karena dirinya begitu malu saat Ferry menceritakan bagaimana percintaan mereka berdua.


Layar ponsel Ferry tiba-tiba mati, Amel benar-benar mematikan video call tersebut. Tentu saja Ferry merasa jika Amel pasti masih ingat kejadian semalam, karena di ronde terakhir keduanya sama-sama sudah tersadar dari obat perangsang itu.


Ferry merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, dengan berbantalkan tangannya, Ferry terlihat senyum-senyum sendiri setelah berbicara dengan Amel. Pun sama dengan Amel, gadis itu pun tampak senyum-senyum sendiri setelah mereka melakukan video call.


*


*


*


*


Sementara di tempat lain, Ziyan dan Diva akhirnya saling melempar senyuman, baru saja mereka melakukan reka adegan yang sebelumnya Diva merasa kesakitan. Kini istri Ziyan Aldama itu begitu bahagia, karena dirinya merasa sangat puas.


"Bagaimana? Apa masih sakit?" tanya Ziyan sembari memeluk istrinya.

__ADS_1


"Nggak sama sekali, enak banget rasanya." balas Diva sembari mempererat pelukannya. Keduanya pun tampak begitu bahagia setelah melakukan reka ulang adegan ranjang.


Hingga tiba-tiba ada notifikasi pesan masuk dari ponsel masing-masing. Baik Ziyan maupun Diva memegang ponselnya dan melihat isi pesan dari GC alumni sekolah mereka.


Marvel: "Woi kok sepi amat, kemana saja sih manusianya."


Ferry: Emot tidur.😴


Lutfi: "Tidur woi! Semalam habis begadang tuh Ferry."


Arlan: "Hahaha Ferry hayo lo! Tanggung jawab loh!"


Didin: "Woi berisik banget sih, ngga bisa diem napa, Aku mau berak nih."


Mona: "Idih Didin jorok, berak diceritain."


Didin: "Wkwkwk, kamu mau ikut, Mon?"


Mona: Emot muntah.🤮


Lutfi : "Eh Amel mana nih? Pasti tidur juga sama kayak Ferry."


Marvel: "Mereka lembur."


Tentu saja Ziyan dan Diva tertawa membaca chat teman-temannya. Hingga akhirnya tiba-tiba Amel muncul dalam percakapan.


Amel: "Hai Guys! Sorry Aku capek banget, seharian di kamar doang, ada yang mau ngajak keluar nggak nih, sumpah boring di rumah terus."


Lutfi : "Cie cie ...!"


Amel : "Dihh apaan sih!"


Marvel: "Eh Guys! Pengumuman nih bagi teman-teman, bentar lagi ada teman kita yang mau marriage nih!"


Mona: "Waahh siapa tuh? Kita kondangan rame-rame nih!"


Arlan : "Siapa lagi kalau bukan Amel dan Ferry."


Seketika Ziyan dan Diva saling menatap, apa benar kata teman-teman mereka.


Diva: "Waahh selamat ya buat kalian berdua."


Ferry: Emot malu 🤭


Amel: Emot masa bodo 🙄


Marvel : "Hai Diva! Apa kabar kamu? Kangen nih sama senyum kamu!"


Lutfi : "Jangan percaya Marvel! Dia tukang kibul!"

__ADS_1


Arlan: "Eh Diva, Aku japri ya?"


Ziyan : "Ehem."


Arlan : "Sorry Bro! Aku ambil Diva ya, dia kan bukan pacar kamu lagi, bebas dong!"


Ziyan : "Diva nggak bakalan mau sama kamu!"


Luthfi : "Eh by the way, semalam Diva telepon Aku loh!"


Amel: "Duhh pasangan baru nih!"


Lutfi: "Doain biar Aku dan Diva berjodoh, nanti kalian bakal Aku traktir besar-besaran."


Amel :"Oh sudah pasti, sukses ya dapetin Diva."


Ferry : "Mel! Ayo kita berangkat, nggak usah nimbrung di GC, nanti lama-lama mereka bergosip tentang kita."


Marvel : "Cie yang udah bersatu padu, asyik nih ye keenakan pasti."


Sejenak Ziyan dan Diva mengerutkan keningnya dengan maksud Marvel.


"Bersatu padu? Apa mereka sudah melakukannya?" tanya Ziyan penasaran. Diva hanya mengangkat kedua pundaknya pertanda jika dirinya tak tahu.


Hingga akhirnya percakapan GC ditutup. Namun, Ziyan masih tidak percaya jika Amel dan Ferry benar-benar memiliki hubungan terlarang. Tapi, Ziyan yakin jika semua itu karena pengaruh obat perangsang yang sudah diminum oleh Amel dan Ferry.


Ziyan langsung menghubungi nomor Ferry, dan tidak berselang lama Ferry mengangkat teleponnya.


"Halo! Ada apa Bro?"


"Eh peak! Kamu habis ngapain aja bersama Amel semalam?" tanya Ziyan penasaran.


"Aku nggak ngapa-ngapain, beneran!" jawab Ferry berpura-pura tidak tahu.


"Nggak usah bohong kamu, eh apa kamu bro yang minum minuman ku dalam gelas? Eh itu minuman udah ada obatnya, Bro! Aku minum sedikit, eh nyampe rumah kepanasan, sumpah." ungkap Ziyan.


"Hehehe iya Bro! Dan parahnya Amel juga ikut minum."


"Masa Bro? Terus-terus!" Ziyan semakin penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Ferry dan Amel dalam kondisi seperti itu.


"Yaya ... tahu sendirilah bagaimana reaksi obat perangsang itu, Aku nggak bisa menahannya, Aku lost kendali."


"Jangan bilang kamu melakukannya bersama Amel, iya kan?" desak Ziyan.


"Hehehe ya begitulah! Habisnya kita nggak sadar woi, tahu-tahu udah bangun, eh ada Amel meluk-meluk, ya gas aja sekali lagi."


"Parah kamu, padahal udah sadar loh masih aja dilanjutkan." sahut Ziyan.


"Hehehe mubazir kalau dibiarkan, entar dikerubuti lalat."

__ADS_1


"Wkwkwk anjirrr teman gokil nih, gas Bro jangan kasih kendor! Pepet terus Aku bakal dukung kamu." Seru Ziyan semangat, setidaknya Amel tidak akan mengejar nya lagi


...BERSAMBUNG...


__ADS_2