Di Jodohkan Dengan Mantan

Di Jodohkan Dengan Mantan
Minuman Ziyan


__ADS_3

"Halo Lutfi!"


"Halo Diva! Apa kabar? Kok kamu masih melek sih, nggak tidur?"


"Aku baik! Enggak aku nggak ngantuk. Emm oh ya Aku mau tanya, aku lihat video di grup, kok ada Amel bersama kalian? Emm kalau boleh tahu ada acara apa, ya?" tanya Diva berpura-pura tidak tahu, padahal sebenarnya dia hanya ingin tahu kenapa harus ada Amel di sana. Sementara suaminya bilang tidak ada cewek dalam acara kumpul-kumpul itu.


"Oh Amel! Iya dia maksa ikut, nggak tahu juga tuh anak, mungkin gara-gara ada Ziyan yang juga ikut, dia maksa ikut nimbrung juga, padahal di sini rata-rata cowok semua. Tau tuh Amel." jawab Lutfi.


"Emm apa? Ada Ziyan juga?" tanya Diva pura-pura.


"Iya Ziyan, mantan kamu itu. Eh Diva! Kamu reuni Akbar nanti ikut, ya! Kita masih mengagendakan kapan nih waktu yang tepat untuk acara Akbar tersebut, Aku juga tidak sabar ingin melihat penampilan mu sekarang, pasti tambah cantik. Ngomong-ngomong kamu masih single kan, Diva?" pertanyaan Lutfi membuat Ziyan mulai geram, Ia pun segera menghampiri temannya itu dan berpura-pura berbicara dengannya.


"Eh Bro! Cepetan kita ke sana! Acara nobar nya udah di mulai tuh, kamu masih asyik-asyikan di sini!" sahut Ziyan agar Lutfi segera menutup ponselnya.


"Iya iya bentar. Eh Diva! Udah dulu ya! Kapan-kapan kita sambung lagi, bobo yang nyenyak, ya! Jangan lupa mimpikan aku nanti!" seru Lutfi yang seketika membuat Ziyan membatin, "Mimpikan mimpikan! Diva nggak bakalan mimpikan kamu, sebelum kamu datang ke mimpinya sudah Aku cegat kamu!"


Setelah itu semua para cowok berkumpul di satu titik untuk menonton pertandingan piala dunia yang sudah mereka agendakan kemarin-kemarin. Lima cowok itu tampak sedang asyik menonton bola, Ziyan pun berusaha membaur meskipun dalam hatinya masih bertanya-tanya kenapa Diva menelepon Lutfi.


Sementara itu, Amel yang sudah merencanakan sesuatu dengan mencampurkan obat perangsang pada minuman Ziyan dan obat tidur pada teman-teman nya yang lain, Ia pun beranjak memberikan minuman kepada semua teman-temannya, kecuali minuman untuk Ziyan, Ia khususkan agar Ziyan masuk ke dalam perangkap nya.


Di saat mereka sedang asyik nonton, tiba-tiba saja Amel datang dengan membawa lima gelas minuman soft drink, tentu saja dengan pura-pura Amel memberikan satu persatu minuman itu kepada teman-teman cowoknya.


"Hai! Aku ada minum nih untuk kalian!"


"Waahhh! Ada waiters guys!" seru Ferry sambil mengambil minuman yang berjejer lima diantaranya minuman yang sudah diberikan obat perangsang untuk Ziyan. Namun, Ferry mencoba mengambil minuman tersebut. Seketika Amel memukul tangannya dan menyuruh Ferry mengambil minuman yang lain, padahal dirinya ingin minuman yang akan diberikan kepada Ziyan, karena terlihat lebih segar dan menggoda.

__ADS_1


"Eh ... itu bukan punya kamu, yang itu untuk Ziyan. Kamu yang ini!" tunjuk Amel pada minuman yang berwarna kuning itu, sedangkan Ziyan diberikan minuman yang berwarna merah dari semua teman-temannya.


"Ya elah! Gitu aja pakai pilih kasih, punya Ziyan paling enak, lah yang lainnya cuma gini doang!" protes Ferry


"Udah-udah! Masih bagus Amel ambilin minuman, lumayan kan kita nggak repot-repot cari pembantu." sahut Arlan.


Amel pun memukul pundak Arlan, "Sialan kamu, memangnya Aku pembantu kalian! Sudah minum! Aku sudah capek-capek bikinin minum untuk kalian, biar Aku duduk di sana aja, biar nggak ganggu kalian!"


"Kenapa kamu nggak pulang aja sih, Mel! Ini sudah malam loh, kita tuh bakal sampai pagi nih begadang nya, kamu nggak dimarahi sama ortu kamu!" seru Marvel pemilik rumah. Seketika Amel bersedih saat Marvel menyebut orang tua nya.


"Nggak ada yang mengkhawatirkan Aku, Mama dan Papa tidak pernah peduli Aku mau pergi ke mana! Aku sendirian guys!" ucapnya yang tiba-tiba bersedih. Melihat ekspresi wajah Amel yang tiba-tiba melankolis, seketika Ferry menjadi kasihan, ternyata Amel termasuk seorang anak broken home.


"Amel! Kasihan juga!" batin Ferry.


"Hmm ya sudah! Di minum, ya! Lupakan ucapan ku, nggak penting." ucap Amel sembari pergi meninggalkan mereka dan duduk di kursi belakang sembari mengamati Ziyan dari jauh.


"Aduh Ziyan! Ngapain sih kamu masih ada di sana!" Diva panik dan terus menghubungi nomor Ziyan, panggilan nya masuk tapi tidak ada yang mengangkat.


"Ayo dong Ziyan! Angkat telepon nya!"


Di saat yang bersamaan, ke lima cowok itu sedang tegang melihat pertandingan yang semakin panas, hingga akhirnya Ziyan merasa jika ada getaran halus pada saku dimana Ia meletakkan ponselnya. Seketika Ziyan segera mengambil ponsel miliknya dan melihat ke layar ponsel, ternyata sang istri tengah menghubungi nya berkali-kali.


"Diva!" Ziyan pun segera menjauh dari posisi semula dan membuka telepon dari sang istri, sementara itu Ferry yang sedari tadi ingin sekali mencicipi minuman yang Amel berikan kepada Ziyan. Pemuda itu tampak mengambil gelas Ziyan yang Ia tinggalkan karena sedang mengangkat telepon dari Diva.


Ferry pun segera meminum air dari gelas milik Ziyan, hingga airnya menjadi seperempat. "Hmmm! Kok rasanya agak pahit, sih!" batin Ferry setelah menghabiskan tiga seperempat minuman Ziyan tanpa sepengetahuan Ziyan.

__ADS_1


Sementara itu Ziyan tampak berbicara serius dengan istrinya.


"Ada apa, Sayang?"


"Pulang!" titah Diva tanpa basa-basi.


"Hah? Apa?"


"Pulang, Ziyan! Kamu nggak dengar!"


"Tapi, Sayang! Nobar nya baru dimulai."


"Nggak usah nobar-nobar segala, cepat pulang! Nonton di rumah kan juga bisa." protes Diva.


Seketika Ziyan berpikir jika di rumah dirinya bukan hanya bisa nonton bola tapi juga bisa main bola, tanpa pikir panjang Ziyan pun segera pergi dan berpamitan kepada teman-temannya.


"Eh guys! Sorry Aku pulang sekarang, besok Aku ada kerjaan penting di kantor, Aku nggak bisa lama-lama." seru Ziyan yang tak sengaja terdengar di telinga Amel. Amel pun segera beranjak berdiri dan menghampiri Ziyan yang sedang berpamitan untuk pulang.


"Waduh! Sayang banget kamu pulang, nggak rame nih. Tapi ya udahlah, Ziyan ini pebisnis guys, jadi dia lebih sibuk ketimbang kita nih yang pengangguran, Hahaha." sahut Ferry yang baru saja menghabiskan tiga seperempat minuman Ziyan.


"Loh Ziyan! Kok kamu pulang. Minuman nya dihabiskan dong!" sahut Amel yang tersenyum bahagia saat melihat minuman Ziyan yang sudah habis lebih dari separuh.


"Bagus! Rencana ku pasti berhasil, Ziyan pasti jatuh ke dalam pelukan ku."


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


...HAYO LOH KIRA-KIRA RENCANA AMEL BERHASIL NGGAK, YA! 🤔🤭...


__ADS_2