Di Jodohkan Dengan Mantan

Di Jodohkan Dengan Mantan
Minuman buatan Amel


__ADS_3

"Aku tidak apa-apa." jawab Diva mencoba menutupi kesedihannya.


"Tidak apa-apa? Tapi Aku melihat nya ada apa-apa, katakan! Apa yang terjadi? Bukankah Aku sudah pulang? Apa kamu tidak suka melihat Suamimu pulang, bukankah itu yang kamu mau?" desak Ziyan.


"Iya! Aku memang senang kamu sudah pulang. Tapi, kamu sudah menyakiti ku." mendengar jawaban dari sang istri, Ziyan pun semakin tidak mengerti kenapa Diva berbicara seperti itu.


"Menyakiti mu? Aku menyakitimu, Diva? Apa yang sudah Aku lakukan padamu, Aku merasa tidak melakukan apa-apa." sanggah Ziyan yang dirinya benar-benar tidak ingat apapun tentang semalam.


"Tidak melakukan apa-apa? Kamu sudah lupa?" tanya Diva serius.


"Iya ... Aku tidak melakukan apa-apa, memang nya Aku kenapa, seingat ku bukankah semalam Aku tidur bersama mu." ungkap Ziyan yang masih belum mengingat sama sekali kejadian semalam.


"Terus! Apa hanya itu yang kamu ingat? Kamu sudah lupa jika kamu memaksa ku untuk melayani mu, kamu tahu Aku kesakitan, tapi kamu nggak dengerin rintihan ku, kamu terus saja melanjutkan nya, tanpa perduli jika Aku sebenarnya Aku merasa sakit." Diva menjelaskan dengan nada merendah. Sontak Ziyan mulai berpikir tentang keadaan nya saat terbangun dari tidurnya dengan kondisi polos.


"Apa kita melakukan nya?" tanya Ziyan sembari melototkan matanya.


"Hmm iya!" jawab Diva cepat.


"Hah? Masa sih! Kok Aku nggak ingat, seharusnya sesuatu yang enak-enak itu Aku bisa ingat, kok semalam bisa nggak ingat, ya?" balas Ziyan dengan ekspresi wajah terkejut.


"Nggak tahu, pokonya kamu tuh udah kasar banget semalam, kamu nggak denger omongan ku, bahkan tangisan ku yang menyayat hati pun tak kamu hiraukan, sebel sebel!" Diva tampak memukul-mukul dada Ziyan.


"Eh eh tenang dong, Sayang! Kok kamu marah sih, harusnya Aku juga ikut sebel. Aku juga nggak bisa merasakan apa-apa, beneran! Aku nggak ingat apapun tentang semalam tentang hubungan kita. Yang aku tahu Aku sudah ada di kamar dan melihat kondisi ku yang sudah tidak menggunakan apa-apa, Aku pun bingung kok Aku bisa bugil? Padahal aku nggak ngerasa menyentuh kamu. Beneran, Aku nggak bohong?" ungkap Ziyan yang nyata-nyata dirinya memang tidak ingat apapun tentang semalam.


"Tapi, bagaimana bisa kamu melakukan hal itu dengan sangat kasar, Ziyan! Aku tuh nggak bisa ngapa-ngapain saat kamu ... kamu ... ya gitu deh pokoknya, sakit tahu nggak!" ucap Diva sembari mengerucutkan bibirnya.


"Makanya itu Aku juga heran."


"Apa kamu tidak mengonsumsi makanan atau minuman aneh di rumah Marvel, kali aja kamu ada makanan aneh tapi dimakan juga." ucap Diva menebak.

__ADS_1


Sejenak Ziyan mengingat kejadian saat dirinya masih berada di rumah Marvel, Ziyan ingat dirinya hanya minum sedikit cocktail buatan Amel, itupun cuma dua teguk dan tidak semuanya.


"Iya! Aku ingat. Semalam Aku minum cocktail buatan Amel, dan teman-teman lainnya juga, apa karena itu Aku bisa tidak ingat apa-apa?" mendengar pengakuan dari sang suami, Diva pun mulai menduga jika Amel sudah berusaha menjebak suaminya. Benar-benar Amel tidak pernah berubah dari dulu.


"Apa? Minuman buatan Amel?" Diva menatap wajah sang suami dengan serius.


"Iya! Hanya itu yang Aku minum, semua anak-anak juga meminumnya." ungkap Ziyan yang membuat Diva berpikir jika Amel sudah mencampurkan sesuatu pada minuman suami dan teman-temannya.


"Amel nggak pernah berubah, dari dulu dia selalu ingin mendapatkan mu dengan cara apapun, syukur lah kamu masih dilindungi oleh Tuhan, dan kamu masih bisa bersama ku lagi." Diva berkata sembari memeluk suaminya, sungguh apa yang dilakukan oleh Ziyan itu sangat wajar. Karena dirinya terpengaruh oleh reaksi obat perangsang yang sudah Amel campurkan pada minuman miliknya.


"Amel! Apa maksudmu, Diva? Apa hubungannya dengan Amel?" tanya Ziyan yang masih belum mengerti. Diva melepaskan pelukannya dan menatap wajah sang suami dalam-dalam.


"Apa kamu belum mengerti maksud ku? Kamu pulang dengan keadaan yang kacau, kamu tiba-tiba menyerang ku dan kamu tidak ingat apa-apa setelah nya? Apa coba yang kamu pikirkan?"


Ziyan mulai berpikir tentang sebuah benda yang membuat siapa saja menjadi lupa dan hilang akal.


"Hmm ... Amel sengaja menjebak mu, agar Suami ku bisa tidur dengannya, dan setelah itu dia akan merebut mu lagi dariku. Tapi, kali ini dia tidak akan pernah berhasil merebut suami ku, karena Aku tidak akan biarkan dia mendekati mu lagi." ungkap Diva sungguh-sungguh.


Ziyan memeluk istrinya dengan mesra, sesekali ia mencium kening istrinya.


"Maafkan aku! Aku benar-benar tidak menyadarinya, sepertinya Aku harus lebih waspada dengan Amel. Tunggu-tunggu, seingat ku, Aku tidak minum terlalu banyak, cuma dua teguk saja dan itu pun tinggal seperempat gelas saja. Aku yakin pasti salah satu diantara mereka ada yang meminumnya. Astaga! Bisa gawat kalau mereka meminumnya?" ungkap Ziyan yang mulai sadar jika dirinya minum cocktail dalam gelas itu sudah tersisa seperempat gelas.


"Apa? Itu artinya ada yang sudah meminum minuman itu sebelum kamu!" sahut Diva yang mulai faham.


"Iya bener! Tapi siapa? Oh ya ya Aku ingat sekarang, Ferry ... iya Ferry!"


Ziyan pun mulai ingat jika sebelumnya Ferry meminta gelas yang akan diberikan oleh dirinya. Tapi, Amel melarangnya dan memberikan gelas yang lain. Dari situ Ziyan paham mengapa Amel melarang Ferry untuk mengambil minuman yang berwarna merah.


"Ferry? Omaigad! Mudah-mudahan mereka tidak terjadi sesuatu, kamu tahu sendiri bagaimana mereka bertengkar terus sedari dulu, Amel dan Ferry musuh bebuyutan." ucap Diva yang tahu betul bagaimana sifat keduanya.

__ADS_1


"Ya bagus dong!" Ziyan justru senang jika mereka berdua terjadi sesuatu di malam itu.


"Kok Kamu malah senang sih?" ujar Diva sembari mengerutkan keningnya.


"Ya iyalah senang, coba bayangkan jika Amel dan Ferry melakukan hal itu sama-sama. Aku nggak bisa bayangin ekspresi wajah mereka saat keduanya sudah saling mendesaah. Gila nggak sih! Lagipula Amel nggak bakalan ngejar-ngejar Aku lagi, kamu harusnya seneng dong, beneran penasaran Aku gimana reaksi mereka jika tahu jika mereka sudah tidur bersama."


*


*


*


*


Sementara itu di tempat lain. Amel mulai mengerjabkan kedua matanya, Ia tampak memperhatikan sekeliling, sejenak Ia merasakan ada sesuatu yang tidak nyaman pada inti tubuhnya. Ia pun beranjak bangun dan duduk. Alangkah terkejutnya saat ia melihat Ferry yang sedang tidur di sampingnya sembari meletakkan kakinya pada kaki Amel. Seketika Amel mendorong tubuh Ferry dengan kuat, sehingga tubuh pemuda itu tampak menggelinding dengan keadaan telanjang bulat.


"Awwww! Pergi kamu!" Amel melihat Ferry dengan jijik apalagi saat itu Ferry tanpa busana apapun sama seperti dirinya.


...BERSAMBUNG...


*


*


*


...Jangan lupa kepoin karya punya kak Nurmay yang berjudul GADIS KESAYANGAN TUAN AGRA...


__ADS_1


__ADS_2