
Ziyan menurunkan tangan Diva yang menutupi wajah cantik Istrinya, sementara itu Diva masih memejamkan matanya erat-erat. Diva belum berani membuka matanya karena pastinya akan ada pemandangan yang benar-benar membuatnya takut dan menyeramkan.
"Buka dong matanya!" titah Ziyan sembari perlahan menarik taplak meja yang menutupi tubuh sang istri. Spontan Diva menahan taplak meja yang Ziyan tarik.
"Jangan ditarik! Aku malu." Diva berkata sembari membalikkan badannya dengan menghadap sebuah cermin besar di depannya. Ziyan semakin mendekati Diva, kini wanita itu sudah menjadi miliknya, Ia bebas melakukan apapun terhadap Diva. Tak ada dosa dan tak ada cela, sebuah bentuk ibadah yang diwajibkan bagi setiap pasangan suami istri. Saling memberikan kasih sayang dan kelembutan untuk membahagiakan pasangannya.
Ziyan memeluk Diva dari belakang, mengecup pundak Diva lembut sembari berbisik mesra pada telinga Diva. "Tubuhmu sangat harum, masih sama seperti dulu, selalu membuat ku mabuk dan lupa segalanya, dan sekarang harum itu semakin memabukkan, apalagi Aku bisa menyentuh semuanya, ini, ini dan ini." seru Ziyan sembari meraba bagian tubuh paling sensitif milik Diva. Dari dua bukit yang menantang hingga lembah indah yang baru saja Ziyan jelajahi.
"Jangan sentuh!" Diva menepis tangan Ziyan agar menjauhi tempat terlarang itu.
"Kenapa?" Ziyan menatap wajah sang istri dari pantulan cermin yang ada di depannya. Memandangi wajah Diva yang tampak bersemu merah.
Diva menoleh ke arah sang suami dan berkata, "Masih sakit."
__ADS_1
Ziyan tersenyum dan mencium pipi Diva dan memeluk penuh kasih. "Hmm ... maafkan aku! Aku pikir sudah tidak sakit, perasaan tadi kamu tidak mengeluh kesakitan, malah minta terus dan lagi, ya udah Aku teruskan saja, orang rasanya enak banget kok."
"Hiii Ziyan! Itu Aku lagi akting, sebenarnya masih sakit rasanya, ngilu, perih. Pokoknya sakit banget kayak ada yang sobek. Kira-kira bisa dipulihkan kayak semula nggak sih, sumpah nggak enak banget rasanya." rupanya ucapan Diva membuat Ziyan tersenyum.
"Untuk apa dipulihkan lagi, memang ada penjahit yang mau menjahit robekan selaput dara, enak gitu dibiarkan bolong, biar Aku bisa masuk setiap saat, lama-lama kamu pasti terbiasa, mungkin sekarang masih sakit, karena luka itu masih baru." Diva menundukkan wajahnya karena malu. Memang ini adalah pengalaman baru baginya.
Ziyan mengangkat dagu Diva dan menyentuh bibir Diva dengan jari jemarinya, bermain pada bibir sang istri dengan tatapan yang nakal. Hingga akhirnya tiba-tiba saja Diva menggigit jari Ziyan, seketika pria itu menarik jarinya dari gigitan Diva, setelah itu Diva segera berlari menghindari Ziyan.
"Awww ... Diva! Kamu benar-benar membuatku ingin menerkam mu!" seketika Ziyan berlari mengejar sang istri yang sudah berada sedikit menjauh darinya. Diva yang tahu jika Ziyan akan mengejar dirinya, Ia pun ancang-ancang untuk segera menghindar dari sergapan sang suami.
"Aduh pakai jatuh lagi, pakai apa, ya?" Diva panik, sementara Ziyan sudah berada di belakangnya dan langsung menangkap Diva.
"Awww lepas Ziyan! Lepas!" rengek Diva sembari berontak agar suaminya melepaskan dirinya.
__ADS_1
"Nggak semudah itu, sekarang kena kamu!"
Ziyan langsung menghempaskan tubuh sang istri di atas ranjang, untuk kedua kalinya Ziyan dan Diva menikmati manisnya pengantin baru. Diva kembali menahan rasa perih dan sesak tatkala benda itu masuk kembali, tapi yang ini tidak sesakit yang pertama, lebih mudah dan terasa lebih nikmat tentunya.
*
*
*
Sementara itu di tempat lain, seorang wanita membaca pesan WhatsApp dari salah satu temannya, jika Ziyan sudah kembali ke Indonesia. Untuk sesaat wanita yang bernama Amel itu tersenyum bahagia.
"Ziyan pulang! Akhirnya, semoga saja Ziyan tidak bertemu dengan Diva lagi, mereka berdua kan sudah putus. Ini saatnya Aku mendekati Ziyan." ucap Amel yang masih belum tahu jika Ziyan dan Diva sudah menikah. Karena sejatinya pernikahan Ziyan dan Diva tidak banyak orang yang tahu. Karena pernikahan mereka sangat cepat dan mendadak.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...