
Tak berselang lama, Diva datang kembali ke meja teman-temannya, kali ini Ia sedikit mendingan. Tapi, sepertinya Diva tidak bisa lama-lama. Maka dari itu, Ia pun berpamitan kepada semuanya untuk pulang ke rumah.
"Eh itu Diva!" tunjuk Ferry ke arah Diva yang terlihat pucat. Belum sampai Diva di meja makan. Ziyan pun spontan menghampiri istrinya dan Ia terlihat sangat mengkhawatirkan keadaan Diva. Tentu saja apa yang dilakukan oleh Ziyan membuat keempat temannya melongo.
"Waaahhhh si Ziyan parah nih, guys! Kita harus sadarkan teman kita ini, sebelum Ia terlalu jauh berhubungan dengan Diva." sambung Marvel.
"Ya ya bener." Arlan pun turut menyetujui usulan Marvel.
"Eh eh tunggu dulu deh! Kayaknya si Diva juga gitu, dia nemplok aja sama Ziyan. Waaahhhh parah banget ini sumpah, fix lah mereka berdua pasti main hati." sahut Lutfi yang melihat Diva tampak bergelayut pada tangan sang suami.
Sedangkan di sisi lain, Ziyan meminta kepada pelayannya untuk mengantar Diva pulang. Namun, karena saat itu Diva menyetir sendiri mobilnya, akhirnya Ziyan memutuskan untuk mengantar Istrinya pulang. Tentu saja sebelum mereka pulang, baik Diva maupun Ziyan berpamitan kepada teman-temannya.
Diva berjalan didampingi sang suami dan berkata kepada semua teman-temannya, "Eh sorry ya, Aku pulang duluan. Kepalaku pusing banget, kayaknya Aku nggak enak badan. Kalian nggak apa-apa, kan?"
__ADS_1
"Waaahhhh kasihan banget Ayang Diva, Aku antar pulang, ya? kamu terlihat pucat sekali." seru Arlan yang menawarkan jasanya untuk mengantarkan Diva pulang. Namun, dengan cepat Ziyan berkata, "Nggak perlu! Biar Aku yang mengantarkan Diva pulang."
"Loh jangan Bro! Nanti bakal terjadi pitnah, kamu udah nikah, Diva juga sudah nikah, apa kata dunia? Mending Aku aja." tawar Arlan.
"Baiklah! Aku juga nggak maksa, kita tanyakan saja langsung kepada Diva. Dia mau diantar oleh siapa." sahut Ziyan dengan santai. Karena sudah pasti istrinya akan memilih dirinya.
Kemudian Ferry pun bertanya kepada Diva, "Emm Diva, kami tidak ingin terjadi apa-apa denganmu, kamu kelihatan sakit dan nggak fit, dan kami tahu kamu sudah menikah. Tapi, sebagai teman yang baik, kita semua menawarkan bantuan untukmu. Kita semua bersedia kok jadi sopir Kamu, kita antarkan kamu sampai di rumah dengan selamat."
mendengar itu, Diva pun menjawab pertanyaan Ferry. "Terima kasih kalian udah baik banget sama Aku, tapi untuk kali ini biar Ziyan saja yang mengantar Aku pulang, nggak apa-apa Kok. Kita berdua nggak akan ngapa-ngapain juga, kalian tenang saja. Suamiku juga nggak akan marah, karena suamiku udah kenal Ziyan dengan baik."
"Tuh! Kalian dengar Diva ngomong apa? Dia lebih memilih Aku, mantan terindah nya." seru Ziyan sembari mengedipkan matanya sebelah ke arah teman-temannya sebelum Ziyan pergi membawa Diva pulang. Setelah mengatakan hal itu, Ziyan pun segera pergi sembari merangkul pundak Istrinya, dan tentu saja itu membuat keempat temannya semakin melongo.
"Asseeemmm tuh Ziyan!"
__ADS_1
"Ziyan menang guys!"
"Mereka berdua sudah bermain api."
"Gimana jadinya kalau pasangan mereka tahu, bisa kiamat tuh!"
"Wah wah kita lihat saja bom waktu yang akan meledak sebentar lagi."
Sementara itu, Grace yang ingin sekali tertawa melihat ekspresi wajah keempat temannya, Ia tampak berusaha menutupi rahasia Ziyan dan Diva.
"Eh kalian tuh cowok loh, kok mulutnya kalah ya dengan akun-akun gosip lambe ndower sih, Haaahhh .... aku juga mau pulang, dah lah ngga usah urusin mereka. Mereka have fun ya udah biarin aja. Lagian Diva dari dulu memang cocok dengan Ziyan. Kalau mereka mau CLBK Yo dah nggak usah syirik ye Kalian!" seru Grace sembari beranjak pergi meninggalkan keempat teman-temannya.
"Kok kamu malah mendukung perselingkuhan mereka sih, Grace? Waaahhhh parah nih!" celetuk Marvel. Grace pun semakin ingin tertawa.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...