
Hari-hari pun berlalu, sudah hampir satu bulan Ziyan dan Diva menikah, Ziyan pun mulai sibuk dengan urusan kantornya, setelah tiga Minggu lamanya Ia berbulan madu dengan Diva.
"Aku berangkat dulu, kamu di rumah baik-baik." pamit Ziyan sembari mengecup keningnya. Diva pun tersenyum kemudian mencium tangan sang suami. Diva mengantarkan Ziyan sampai ke depan rumah. Ia melambaikan tangannya kepada sang suami, mobil mewah Ziyan pun akhirnya keluar dari halaman rumah.
Tiba-tiba Diva merasa perutnya tidak nyaman, tidak biasanya Diva seperti itu, "Ya ampun! Perutku kok mual banget sih, huekkk!" Diva segera berlari ke kamar mandi.
Diva berasa ingin sekali memuntahkan isi dalam perutnya, setelah Ia mengeluarkan semua isi dalam perutnya, Diva pun merasa lemas. Akhirnya Ia memutuskan untuk beristirahat di kamar. Seorang pelayan melihat kondisi Diva yang terlihat lemah, pelayan itu mendekati Diva dan mencoba menawarkan sesuatu kepada Diva.
"Non Diva! Non kenapa? Non sakit, ya?" tanya sang pelayan khawatir.
"Nggak tahu Mbak! Tiba-tiba saja aku mual dan pingin muntah, kepalaku rasanya berat sekali, mungkin saja Aku masuk angin." jawab Diva. Mendengar jawaban dari Diva, sang pelayan tampak tersenyum dan bahagia, bisa jadi apa yang dialami oleh Diva adalah karena sang majikan sedang mengandung.
"Kalau boleh saya bilang, Non Diva ini pasti sedang hamil, melihat dari ciri-ciri wanita yang sedang hamil muda." mendengar penuturan dari sang pelayan, Diva pun tampak bahagia dan berseri-seri, Ia pun tak percaya jika secepat itu Ia akan diberi momongan.
"Aku hamil, Mbak? Benarkah! Jika memang benar Aku hamil, ini akan menjadi surprise untuk suamiku, iya ... aku akan memberi kejutan untuknya."
"Coba aja pergi ke Dokter untuk meyakinkannya Non, atau nggak pakai testpack aja biar ketahuan kalau Non Diva beneran hamil." seru sang pelayan.
"Oh gitu ya, oke deh Aku akan beli testpack ke apotek sekaligus mau beli makanan diluar, lagi pingin yang seger-seger, Mbak ikut ya! Biar Aku nggak sendirian." ajak Diva kepada sang pelayan.
"Iya Non! Kalau begitu Saya mau ganti baju dulu."
"He em." Diva mengangguk dan tersenyum, Ia pun mengelus perutnya yang masih rata, berharap semoga dirinya benar-benar hamil. Sebelum Diva pergi keluar, Ia menelepon suaminya untuk minta izin membeli makanan bersama sang pelayan.
"Halo ...!" Ziyan mengangkat telepon dari sang istri.
__ADS_1
"Halo, Sayang! Aku boleh nggak keluar beli makanan sebentar, Aku lagi pingin makan es bubur kacang hijau, Aku nggak sendirian kok, ada Mbak Ana yang nemenin."
"Hmm boleh dong! Oh ya sayang, nanti siang anak-anak ngajak makan siang di restoran, Aku penasaran sama si Ferry nih, aku dengar-dengar Ferry mau melamar Amel gitu,"
"Oh ya! Itu bagus dong, kita dukung Ferry untuk menikah dengan Amel, pasti satu grup rame nih." balas Diva.
"Pastinya ... oh ya Sayang, aku kangen banget nih sama kamu, Aku pingin pulang aja deh, pingin peluk Kamu yang lama."
"Ya ampun Ziyan! Baru tadi pagi kita ketemu, masa sekarang udah kangen sih."
"Nggak tahu kenapa tiba-tiba Aku pingin banget ketemu sama kamu."
"Ya sudah ya Sayang, Mbak Ana udah nungguin tuh, nanti Aku punya kejutan untukmu!" seru Diva yang memberikan sang suami tebakan.
"Kejutan? Hmm kejutan apa nih? Boleh kutebak?" seru Ziyan penasaran.
"Emmm apa ya? Hmm pasti kamu mau praktekin gaya baru, iya kan? Waaah Aku jadi nggak sabar ingin cepat-cepat pulang." Ziyan pun berkata sambil tertawa.
"Ihhh dasar piktor, udah ah Aku mau pergi dulu, ditungguin dari tadi sama Mbak Ana, nggak enak!" balas Diva.
"Ya udah! Hati-hati."
"Hmm ... bye!"
Akhirnya, setelah semua siap Diva dan sang pelayan keluar rumah untuk membeli makanan sekaligus testpack. Setelah beberapa menit, Diva menghentikan mobilnya di depan sebuah apotek, kemudian Ia turun dari mobil dan segera membeli testpack.
__ADS_1
"Mbak! Testpack nya ada?" tanya Diva kepada sang apoteker.
"Ada Mbak sebentar saya ambilkan." sang apoteker pun segera mengambilkan testpack untuk Diva, sementara tiba-tiba saja dirinya dikejutkan dengan seseorang yang memanggil namanya.
"Diva! Ini Diva, kan? Ya ampun nggak nyangka banget bisa ketemu sama kamu di sini?" sapa seorang wanita yang juga sedang membeli obat di apotek yang sama. Diva spontan menoleh ke arah sang wanita yang ternyata itu adalah teman sesama GC alumni sekolah.
"Hai Grace! Ya ampun ini kamu, sumpah ya Aku nggak ngenalin sama sekali, sorry-sorry apa kabar kamu say?" balas Diva sembari memeluk teman lamanya itu.
"Aku baik, kamu makin cantik aja deh, eh kamu kok di sini sih, beli apa?" tanya Grace basa-basi. Kemudian datang sang apoteker dan memberikan testpack yang diminta oleh Diva.
"Ini Mbak testpack nya, semuanya jadi 25 ribu."
Seketika Grace membulatkan matanya saat melihat testpack yang disodorkan oleh sang apoteker kepada Diva.
"Diva! Kamu beli itu ...!" tanya Grace sembari menunjuk testpack yang diberikan oleh apoteker itu.
...BERSAMBUNG...
*
*
*
*
__ADS_1
...Cuss mampir dulu ke karya punya kak Lili Anti yang berjudul FIONA.🥰🥰...