Di Jodohkan Dengan Mantan

Di Jodohkan Dengan Mantan
Pertengkaran orang tua


__ADS_3

Amel pulang ke rumah dengan kondisi yang berantakan, Ia berjalan sedikit sempoyongan, mungkin disebabkan efek obat setan itu masih ada dalam tubuhnya, Ia langsung masuk ke dalam kamar tanpa mempedulikan panggilan sang Ibu yang sedang berdiri memperhatikan Amel yang baru pulang.


"Dari mana saja kamu, Mel? Semalaman nggak pulang Jam segini belum datang." seru Reni, Ibu Amel yang merupakan seorang wanita karier.


"Bukan urusan Mama!" jawab Amel sembari terus masuk ke dalam kamar. Tak terima sang anak yang tidak mendengarkan ucapan darinya, Reni berteriak memanggil nama sang anak.


"Amel! Mama mau ngomong sama kamu, darimana saja kamu semalaman?" ucap Reni dengan ekspresi marah dan emosi melihat putri satu-satunya batu saja pulang dari kelayapan.


Amel pun menghampiri sang Mama dan berkata, "Tumben Mama tanya Amel pulang dari mana, selama ini Mama kemana saja? Bukankah itu sudah kebiasaan Amel pulang malam, hooo iya Amel lupa, jika Mama tidak pernah ada waktu untuk Amel, Mama tidak pernah ada di rumah saat Amel membutuhkan Mama. Jadi, jangan salahkan Amel jika Amel pergi mencari hiburan di luar untuk mengusir kesepian Amel, Amel merasa tidak pernah punya orang tua, meskipun kedua orang tua Amel masih utuh. Mama dan Papa tidak pernah memperhatikan Amel. Amel benci Mama, Amel benci Papa. Kalian berdua egois!"


Setelah mengatakan hal itu dengan penuh emosi, Amel pun segera menutup pintu kamar nya dengan menangis sesenggukan.


"Amel! Buka pintunya! Mama melakukan ini untuk kamu juga, Mama pergi ke luar kota untuk urusan bisnis, semua ini untuk kamu Amel!" teriak Reni dari luar pintu kamar Amel.


Amel tidak memperdulikan ucapan sang Mama, Kedua orang tua Amel adalah sama-sama pebisnis, keduanya terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka sehingga melupakan jika putri mereka satu-satunya sangat membutuhkan perhatian dari keduanya.

__ADS_1


Sementara itu suami Reni yang tak lain adalah Ayah Amel datang melihat istrinya yang sedang berteriak di depan pintu kamar sang anak.


"Ngapain kamu teriak-teriak di situ?" tanya Roy kepada Reni.


"Itu tuh anak kamu, manja nya minta ampun, kamu tahu jam segini dia baru pulang, semalaman Aku tidak melihatnya ada di dalam kamar, lama-lama itu anak semakin kurang ajar." jawab Reni kepada suaminya.


"Itu seharusnya tanggung jawab kamu sebagai seorang Ibu, seharusnya kamu tahu kemana saja Amel pergi, anak pergi semalaman nggak tahu perginya kemana, kamu tahu kalau Aku sangat sibuk, jadi Aku nggak mungkin tahu kemana dan dengan siapa Amel pergi, kamu yang harus disalahkan!" tunjuk Roy kepada sang istri.


"Apa? Kamu nyalahin Aku, Mas! Kamu sendiri juga tidak pernah memperhatikan Amel, kamu juga tidak pernah menanyakan tentang bagaimana dirinya, kok cuma aku sih yang disalahin, kamu sebagai bapak harus lebih dekat dengan Anakmu, Aku juga bekerja untuk keluarga." balas Reni yang tak terima jika hanya dirinya saja yang disalahkan.


"Itu salahmu, Mas!"


"Salahmu! Itu salahmu sebagai ibu yang tidak becus!"


Suara kedua orang tua Amel dengan berteriak, sehingga membuat Amel kehilangan kesabaran, Ia pun membuka pintu kamar dan berteriak kepada kedua orang tuanya yang sedang bertengkar.

__ADS_1


"Diaaaaammmmm!" teriak Amel sekencangnya.


Seketika baik Reni dan Roy diam melihat sang anak yang sedang berteriak kesal kepada keduanya.


...BERSAMBUNG ...


*


*


*


...Mampir yuk ke karya punya kak Pipih Permatasari yang berjudul BERTAHAN TERLUKA. Cuss kepoin segera 🥰...


__ADS_1


__ADS_2