
Hari-hari pun berlalu, pasangan pengantin baru itu sudah hampir dua Minggu berada di dalam rumah dengan penjagaan ketat, hingga akhirnya kedua orang tua masing-masing datang untuk melihat wajah anak-anak mereka. Papa Krisna dan Mama Rini, juga Papa Baskoro dan Mama Hani.
Ziyan merasa ada yang sedang membunyikan bel pintu, sementara itu keduanya tengah asyik bermain bola sodok, Ziyan mendongak dan dengan dua tangan menyangga tubuhnya dengan posisi tengkurap, sementara Diva tampak ikut mengangkat kepalanya dan mendengarkan dengan seksama suara bel pintu rumah mereka.
Sesaat keduanya saling menatap dan sama-sama berkata, "Ada tamu?"
Rupanya Ziyan tidak perduli dengan tamu yang datang, dalam pikirannya mungkin itu bodyguard yang sedang menjaga rumah mereka, Ia pun tetap melanjutkan aktivitasnya tanpa perduli jika bodyguard itu sedang memanggil mereka.
"Nggak dibuka dulu pintunya? Siapa tahu ada yang mencari kita?" tanya Diva sembari menahan dada Ziyan.
"Halah! Palingan cuma anak buah Papa, sudahlah! Jangan dihiraukan, ayo bermain lagi, nanggung bentar lagi nyampe. Udah tegang banget nih." balas Ziyan dengan wajah mesumnya.
Namun, lagi-lagi suara bel itu semakin lama, Diva pun tidak bisa berkonsentrasi dalam keadaan tak tenang. Ia pun terus mendorong tubuh suaminya agar segera turun dan melihat siapa yang datang.
"Ziyan! Turun dong! Coba lihat siapa yang datang!" ucap Diva. Ziyan pun terpaksa menuruti permintaan sang istri, laki-laki itu segera turun dari atas ranjang dan segera melihat siapa yang datang. Ia berjalan ke arah jendela yang mengarah pada depan rumah, dan Ziyan membuka sedikit gorden jendela. Seketika Ziyan membelalakkan matanya saat melihat kedua orang tua mereka sedang berdiri di depan pintu. .
"Gawat! Ada Mama dan Papa." Ziyan segera cepat-cepat memakai baju dengan tergesa-gesa, sementara itu Diva pun juga mencari bajunya yang entah dibuang kemana oleh sang suami.
"Ya ampun! Mana sih bajuku!" Karena tak kunjung mendapatkan bajunya, Diva pun mengambil baju seadanya, Ia mengambil baju kemeja Ziyan dengan memakai short pendek warna hitam. Ia pun tak mempedulikan Ziyan yang sibuk mencari pakaian untuk menutupi tubuhnya. Karena ruangan kamar yang sengaja Ziyan matikan, sehingga membuatnya sedikit kesusahan untuk mencari keberadaan bajunya.
Diva yang sudah berada di luar kamar, segera berlari kecil menuju ruangan depan untuk membukakan pintu kedua orang tua dan mertuanya. Sementara itu Ziyan masih sibuk memakai apapun untuk menutupi seluruh tubuhnya. Agar kedua orang tua mereka tidak curiga jika keduanya sedang melakukan praktek membuat anak.
Diva membuka pintu dan melihat Papa Krisna dan yang lainnya tampak tersenyum sumringah.
"Halo Diva! Kami semua sangat kangen dengan kalian."
"Diva juga kangen sama Papa dan semuanya."
Diva mencium tangan dan memeluk semuanya, hingga akhirnya sang Papa mertua, Pak Baskoro menanyakan tentang dimana keberadaan Ziyan.
"Loh! Suamimu kemana?"
__ADS_1
"Emmm suamiku masih berada di kamar, Pa!" jawab Diva sembari tersenyum malu.
"Hmmm kalian berdua ini pasti nggak pernah keluar dari kamar, betah pastinya!" goda Mama Hani sembari tersenyum.
Diva pun menundukkan wajahnya yang merah merona karena malu. Hingga akhirnya terdengar suara Ziyan yang datang menghampiri mereka semua.
"Hai Pa! Ma! Kok Papa sama Mama nggak bilang-bilang sih kalo mau datang!"
Seketika semuanya melihat kedatangan Ziyan dengan melongo, melihat penampilan Ziyan yang sedang memakai daster milik istrinya.
"Ziyan!" seru Diva sembari menatap wajah sang suami yang seolah-olah tidak tahu apa-apa.
"Apa?" Ziyan membalas sang istri dan mengerutkan keningnya.
"Itu bajuku, ngapain kamu pakai bajuku?"
Seketika Ziyan melihat kearah dirinya sendiri. Ternyata saking paniknya, Ziyan memakai apapun yang Ia raih, dan ternyata Ia mengambil daster Diva yang bercorak hello Kitty dengan panjang selutut. Menampakkan kaki berotot Ziyan yang ditumbuhi bulu-bulu halus.
"Haaa ... kok bisa salah sih, hehehe maap! Saya ganti baju dulu." spontan Ziyan berlari masuk ke dalam kamar dengan berlari. Sementara itu semuanya tampak tertawa melihat tingkah konyol Ziyan yang salah memakai baju istrinya.
Mendengar ucapan dari Sang menantu, Mama Hani mendekati Diva dan berkata. "Memang seperti itu pengantin baru, kami memaklumi nya, setelah kami lihat. Ternyata kalian berdua sudah berbaikan. Kami sangat bersyukur, semoga saja sebentar lagi kami akan mendapatkan kejutan dengan berita kehamilan mu."
Mama Rini pun mendekati putrinya dan berkata, "Itu benar Diva, kami hanya ingin segera mendapatkan kabar tentang kehamilan mu, karena kami semua sudah ingin sekali menggendong cucu."
"Iya Ma! Aku dan Ziyan sedang berusaha untuk memberikan cucu untuk kalian semua." jawab Diva malu-malu.
Papa Krisna yang mendengar pengakuan dari sang anak, Ia pun turut menghampiri Diva, "Nah kan! Kalian berdua sudah akur, Papa nggak sia-sia kan mengurung kalian selama ini, dan setelah ini Papa akan membebaskan kalian, karena kalian sekarang sudah berbaikan."
Sementara itu di dalam kamar, Ziyan tampak menggelengkan kepalanya, bagaimana bisa dirinya salah mengambil baju istrinya, sementara bajunya sendiri sedang dipakai oleh Diva.
Saat Ziyan sedang memakai baju yang lain. Tiba-tiba saja terdengar suara dering ponsel miliknya yang Ia letakkan di atas meja. Ziyan mengambil ponselnya dan melihat Lutfi sedang menelepon nya.
__ADS_1
"Halo!" Ziyan membuka percakapan.
"Hai Bro! Kamu jadi ikut nggak kumpul reuni di rumah nya Marvel, cukup sesama cowok aja, yang cewek-cewek kita nggak ajak."
"Di rumah nya Marvel? Oke! Kapan?"
"Nanti malam?"
"Hmm ... boleh! Aku pasti datang."
"Oke! Kita tunggu!"
Setelah itu Ziyan pun menutup teleponnya dan meletakkan kembali di atas meja. Setelah Ia memakai baju, Ziyan kembali keluar kamar dan menemui keluarga besarnya.
Sedangkan di tempat lain, Amel tampak tersenyum, Ia pun berhasil membohongi Ziyan dengan menyuruh Lutfi untuk mengundang ke rumah Marvel. Rencana nya Amel akan datang ke rumah Marvel.
"Gimana? Apa Ziyan mau ikut?" tanya Amel penasaran.
"Ya ... dia akan datang. Tapi ingat! Kamu jangan aneh-aneh, lagipula ngapain sih kamu ikut-ikutan datang ke rumah Marvel. Itu kan acara para cowok?" seru Lutfi.
"Ya nggak apa-apa lah, gitu aja nggak boleh. Aku kan cuma ingin ketemu Ziyan. Dia susah banget dihubungi, telepon ku selalu di reject sama dia, sebel!" ungkap Amel kesal.
"Itu artinya Ziyan udah nggak mau ngomong sama kamu lagi, ya udah lah cari cowok yang lainnya kenapa? Nggak capek mengharap Ziyan terus. Kalau Ziyan udah nikah gimana hayo?" ucap Lutfi.
"Ziyan menikah? Itu nggak mungkin. Nggak ada berita tentang pernikahan Ziyan, kalaupun Iya Aku pingin tahu siapa wanita yang jadi istrinya, hmm dan itu pastinya bukan Diva." sahut Amel yakin.
"Kalau beneran Ziyan nikah sama Diva gimana hayo?" imbuh Lutfi.
"Nggak mungkin banget lah, Diva pergi jauh meninggalkan Ziyan, dan setelah itu Ziyan pun pergi ke Amerika. Jadi, nggak mungkin banget mereka berdua tuh ketemu lagi. Percaya deh!"
"Ah terserah kamu aja, nanti kalau ada berita Ziyan nikah sama Diva, kamu nggak usah jantungan. Basi!" seru Lutfi mengingatkan.
__ADS_1
Amel pun hanya bisa tersenyum miring tidak akan pernah percaya jika Ziyan menikah dengan Diva.
...BERSAMBUNG ...