
"Eh Bro kamu ngomong yang beneran dong? Kamu dan Amel ... !" seru Marvel yang sangat penasaran apakah benar dugaannya jika Ferry dan Amel sudah melakukan hubungan terlarang itu.
Sejatinya mereka semua adalah teman satu geng, diantara mereka tidak pernah memiliki rahasia, semua nya saling terbuka, termasuk Ferry yang selalu terbuka kepada teman baiknya.
"Aku juga nggak tahu bagaimana bisa kejadian itu terjadi, kalian ingat saat Amel memberikan kita minuman? Kalian tahu nggak dalam minuman itu pasti Amel mencampurkan sesuatu yang membuat kalian tertidur pulas, sementara sialnya Aku yang minum minuman punya Ziyan, yang ternyata Amel sudah mencampurkan obat perangsang di dalamnya."
Seketika ketiga temannya itu melototkan matanya saat Ferry berbicara tentang obat perangsang.
"Obat perangsang? Dalam minuman Ziyan?" Lutfi pun tak kalah terkejut saat tahu jika dalam minuman Ziyan ada obat perangsangnya.
"Seperti itulah, pantas saja Amel tidak membolehkan Aku untuk mengambil minuman itu, dia sengaja ingin menjebak Ziyan." ungkap Ferry
"Tapi kamu suka, kan?" tiba-tiba Arlan berkata demikian sembari melihat ekspresi wajah Ferry yang terkejut kemudian tersenyum.
Seketika Marvel dan Lutfi mendorong Ferry dan berkata, "Ah brengsek! Kamu nikmatin juga, kan?"
Ferry tertawa dan menggelengkan kepalanya melihat ekspresi ketiga temannya yang nyatanya sudah menduga jika dirinya memang menikmati malam bersama Amel meskipun bukan dengan kesadaran penuh, tapi di akhir pertempuran Ferry mulai tersadar jika dirinya sedang bersama teman SMA-nya.
"Dengar ya! Awalnya Aku benar-benar nggak ngerti, Aku merasa badan ku panas dan nggak bisa mengontrol hasrat, mulai saat itu Aku merasa sudah nggak ingat apa-apa lagi, sampai akhirnya pada jam tiga, Aku bangun dan melihat Amel ada di samping dengan memeluk ku njiiir! Kalian tahu dong gimana rasanya jika ada cewek, bugil lagi peluk kita. Masa kita diam saja. Nggak kan! Sikat aja sekalian!" ujar Ferry yang terlalu jujur
__ADS_1
"Masuk tuh masuk-masuk, ya emang susah sih kalau menghindari itu, nggak bisa nyalahin Ferry juga dong!" sahut Arlan sambil manggut-manggut.
"Iya juga tapi kok sampai berantakan gitu tuh ruangan, ngapain aja sih. Untung aja bokap sama nyokap sedang keluar kota. Kalau mereka di rumah bisa disunat kamu!" gerutu Marvel selaku pemilik rumah.
"Namanya juga perang ranjang, ya pasti berantakan lah." sahut Lutfi yang diiringi tawa kecil Ferry.
"Eh ... tapi ingat, Bro! Amel tuh anak gadis orang, tanggung jawab dong! Kalau dia bunting gimana?" seru Marvel.
"Iya Aku tahu, kamu pikir Aku bakal lari dari tanggung jawab, ya enggak lah. Cuma si Amel nya aja yang masih jaim." sahut Ferry.
"Ya udah! Bilang aja kalo kamu mau tanggung jawab, nikahin dia. Apa yang kalian lakukan itu tidak bisa buat main-main, selain dosa itu juga merugikan Amel, kalau dia hamil beneran bakalan jadi aib dia dan keluarganya." seru Lutfi mengingatkan.
"Iya! Aku tahu itu, apa mungkin ini adalah jalan jodoh kami, kalian tahu sendiri bagaimana Aku dan Amel selalu bertengkar, kita berdua selalu ribut, dan kalian juga tahu sendiri, Amel masih mengharapkan Ziyan." ucap Ferry
Arlan mendekat Ferry dan menepuk pundak temannya itu.
"Kita tahu Ziyan tidak pernah suka dengan Amel, kamu masih punya banyak kesempatan untuk mendekatinya. Jadi, kamu harus semangat dan berdoa saja supaya Amel mengandung anak kamu, itu akan memudahkan kamu untuk menikahi nya, karena sudah jelas bahwa kamu adalah Bapak dari anak yang akan dikandung oleh Amel nantinya." ucapan Arlan seketika membuat Marvel dan Lutfi cengar-cengir.
*
__ADS_1
*
*
*
Sementara itu di tempat lain, Ziyan pun berusaha untuk memperbaiki hubungan nya dengan Diva. Ia pun meminta maaf jika sudah menyakiti sang istri, karena pada dasarnya Ziyan tidak pernah menyadari jika Amel akan menjebak nya seperti itu.
"Aku minta maaf, Diva! Aku sudah membuat mu sakit, Aku benar-benar menyesal, tolong maafkan aku!" rengek Ziyan sembari menundukkan wajahnya yang menyesal.
Diva tersenyum dan menatap wajah sang suami dengan mesra, "Sudahlah! Tidak usah minta maaf, setidaknya Aku sudah tahu kenapa kamu bisa seperti itu, Aku bersyukur karena kamu masih kembali padaku, dan kamu masih menjadi Suamiku." ucap Diva
Ziyan memeluk Diva dengan mesra sembari berbisik manja, "Emm apa masih terasa sakit?" tanya Ziyan dengan suara seraknya.
"Hmmm tidak!" Diva menggelengkan kepalanya. Ziyan pun tersenyum dan berkata sekali lagi. "Karena semalam kita sama-sama tidak bisa merasakan kenikmatan, bagaimana jika kita reka ulang? Pasti rasanya beda."
Seketika Diva melotot kan matanya dan melepaskan pelukan Ziyan sembari menatap wajah Ziyan yang tersenyum mesum.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1