
Ferry langsung terbangun karena kaget. Tubuhnya tiba-tiba bergerak dan berguling di atas lantai. Sementara Amel, Ia tampak sibuk memungut pakaiannya yang berceceran di atas lantai, dengan posisi rok dan baju yang letaknya berjauhan, Amel mengambil nya dengan tergesa-gesa. Sementara underwear miliknya tampak berada di samping Ferry yang sedang beranjak untuk bangun.
"Aduh ... !! Mana tuh si panties? Kok nggak ada sih?" Amel tampak bingung mencari panties miliknya, sementara Ferry terbangun dan kaget melihat dirinya bugil dan Amel pun sama. Spontan Ferry tertawa terbahak-bahak melihat penampakan Amel yang sedang sibuk mencari panties miliknya dengan keadaan telanjang bulat.
"Hahahaha ...!"
Ferry tertawa melihat bodi Amel yang ternyata tepos, mimiknya kecil dan rambutnya jarang. Seketika Amel terkejut melihat Ferry yang sedang tertawa terbahak-bahak. Sambil menutupi bagian sensitifnya, Amel berkata kepada Ferry dengan sinis.
"Heh! Ngapain kamu ketawa-ketawa, memang lucu. Ini semua gara-gara kamu tahu, nggak? Ihhh jijik banget!" umpat Amel yang melihat Ferry yang juga sibuk mencari pakaiannya.
"Siapa juga yang ketawa, GR! Eh ngapain kamu telanjang seperti itu? Terus kenapa Aku juga ikut telanjang. Hahh jangan-jangan kamu sudah menodai ku, iya kan?" sahut Ferry yang seketika membuat Amel melototkan matanya.
"Eh dasar peak! Kamu tuh yang udah menodai ku, lihat apa yang kamu lakukan padaku? Kamu sudah membuat kehilangan sesuatu yang paling berharga dariku." ucap Amel sembari menundukkan wajahnya sehingga matanya tertuju pada kaki Ferry yang penuh rambut sedang berdiri di depan nya.
Hingga akhirnya Amel dikejutkan dengan pemandangan sebuah benda seperti terong yang bergelantungan bebas diantara kedua pangkal paha itu, dan itu membuat Amel tertawa kecil karena terong itu berwarna hitam sekali dan berambut keriting.
"Heh ngapain kamu senyum-senyum? Kamu nggak boleh lihat! Kamu bisa saja menodai ku kembali, dan nggak mungkinlah Aku mau sama kamu, emang Aku bisa nafsu gitu sama kamu? Itu nggak mungkin, kalau Aku sampai nafsu sama kamu, itu berarti Aku sudah gila." balas Ferry sambil garuk-garuk kepalanya. Sementara Amel semakin dibuat kesal dengan ucapan Ferry yang membuat geram.
"Emang kamu sudah gila, kamu lupa jika semalaman kamu kempit Aku sampai nggak bisa nafas, udah gitu keteknya bau banget, nafasnya bau jengkol lagi. Nih bibirku sampai dower kamu gigit nggak dilepas-lepas. Apes banget sih hidup ku!" rutuk Amel.
Mendengar pengakuan dari Amel, Ferry pun tak terima, Ia pun balik mengejek Amel.
__ADS_1
"Enak aja dikatain bau jengkol, lagipula siapa yang mau emmut tuh bibir, keinget dulu gigimu kuning, ogah banget sampai bikin bibirmu dower." sahut Ferry mengelak.
"Eh kamu jangan mengelak ya, lagipula Aku juga ogah sama kamu, kalau bukan karena terpaksa dan pengaruh obat itu, mungkin Aku nggak Sudi tidur sama cowok jorok kayak kamu."
Seketika Ferry mengerutkan keningnya saat Amel mengatakan tentang obat.
"Obat? Obat apaan?" tanya Ferry penasaran.
"Hah ... nggak kok, nggak ada apa-apa, dah lah Aku mau pulang, sebelum anak-anak bangun dan melihat kita, sebaiknya pakai bajumu! Minggir-minggir Aku mau ambil itu!" Amel tampak menyuruh Ferry untuk minggir agar Ia bisa mengambil CD miliknya yang berada di belakang Ferry.
"Enak aja nyuruh orang minggir, ambil sendiri sono. Aku juga mau pulang mandi kembang tujuh rupa biar tubuh ku suci lagi karena pastinya kamu sudah menggerayangi tubuhku semalaman. Astaga! Bagaimana bisa Aku melakukan itu, bodohnya aku!" rutuk Ferry yang juga sedang memakai pakaiannya kembali.
Ferry yang masih mengancingkan kemejanya, tampak tersenyum smirk melihat kepergian Amel.
...BERSAMBUNG...
*
*
*
__ADS_1
Pewaris Untuk Musuh
Author: As Cempreng
Namanya Kamila Prameswati gadis berusia 19 tahun yang dilelang di dunia bawah.
Berbekal sebuah informasi anonim dia berpikir jika pria yang telah membeli dirinya adalah pembunuh kedua orangtuanya.
Dalam misi pembalasan dendam, justru kehamilan mengacaukan rencananya. Dia mulai terjebak dengan kelembutan sang musuh yang membuatnya jatuh hati.
Tidak sampai di situ, Kamila terjebak tidak bisa melepaskan diri dari jeratan cinta Mafia, demi menemukan sang pembunuh sebenarnya dan berakhir pada sebuah perjanjian yang memisahkan Kamila dengan cintanya.
Kamila tidak tahu bahwa musuh dari musuhnya ada adalah petarung hebat di dunia Mafia dengan nama Edrik yang adalah kakak tirinya.
Di tengah perjalanannya Ia terjebak dalam dua cinta Mafia.
Jadi kehidupan mana yang akan dipilih Kamila?
...Cuss kepoin segera 🥰...
__ADS_1