Dia Anakku, Bukan Anakmu

Dia Anakku, Bukan Anakmu
Bab 19


__ADS_3

Bari ini mamah dan papah mengadakan acara akikah dan tasyakuran dedek kanza di rumah mereka, aku dan mas Kiki sudah menginap di sana sejak kemarin.


Meskipun aku kini sudah menikah dengan mas Kiki tetapi aku tidak melupakan kenangan bersama para tetangga ku selama aku hidup di kosan.


Karena mereka juga aku bisa bertahan sampai saat ini. Meskipun berat bagi ku tetapi aku tetap menjalani nya.


Semua para tamu undangan dari berbagai kalangan, mulai dari rekan bisnis papah dan juga rekan arisan mamah semua hadir tanpa terkecuali semua karyawan mas Kiki.


Mereka sangat antusias sekali melihat wajah bayi ku ini. Aku merasa cemas karena pasti mereka akan menyebut jika putri ku tidak mirip dengan mas kiki.


"Sayang ... Kenapa kamu melamun?" Tanya mas Kiki pada ku.


"Aku hanya sedang memikirkan sesuatu."


"Apa itu?"


"Aku takut jika nanti ada yang bertanya kenapa anak ku tidak mirip dengan mu.*


"Maka aku akan menjawab jika putri ku ini lebih mirip dengan ibu nya! Gampang kan?"


"Tapi ..."


"Sudah lah ayok kita ke depan, dan jangan memikirkan apapun yang membuat kepala mu sakit."

__ADS_1


"Baik mas."


Kami berdua keluar bersampingan. Menemui pada saudara dan tamu di sana.


Benar saja, ada beberapa ibu-ibu bertanya kenapa anak nya tidak mirip dengan suami ku.


Aku hanya bisa menjawab dengan senyuman. Setelah acara selesai tiba-tiba mantan istri mas Riki datang kembali ke rumah ia selalu berusaha untuk menghancurkan hubungan rumah tangga ku dengan mas Riki.


"Oh di sini rupanya si j4 l4 n6 ini?" Ucap nya.


"Mau apa lagi kamu Aurel?" Tanya mas Riki.


"Aku hanya ingin kamu kembali padaku ku, Rik. Aku akan memberikan anak untuk mu jika itu yang kamu mau. Anak kandung yang jelas halal!"


Deg


"Jangan pernah menghina menantu ku!" Bela ibu mertua.


"Apa sih istimewanya dia? Dia itu hamil di luar nikah bahkan laki-laki itu saja meragukan bahwa anak yang dia kandung adalah anak kekasih nya itu."


Deg


Aku kembali di buat terkejut dengan perkataan nya itu, aku bingung dari mana ia tahu tentang semua ini? Apa ia bertemu dengan Devan? Aku berharap Devan tidak mencari ku hingga kemari.

__ADS_1


Aku benar-benar cemas saat ini, aku tidak tahu harus seperti apa sekarang! Bahkan aku pasrah jika mas Riki mencerai kan ku dengan masalah ini di usia pernikahan kami yang masih baru.


"Jangan pernah ikut campur lagi dengan urusan rumah tangga ku, Aurel! Aku tidak peduli dengan status Andin, mau dia hamil di luar nikah atau bahkan anak nya tidak di akui bapak kandung nya sekali pun aku tidak peduli! Yang jelas dia sudah memberikan aku anak dan memberikan ibu ku cucu. Dia lebih baik dari kamu!" Bentak mas Riki.


Hati ku terasa tenang saat mendengar ucapan nya itu, aku senang suami dan mertua ku ikut membela ku tetapi aku tetap saja takut jika Devan kembali dalam hidup ku sekarang.


"CK dasar di kasih berlian malah pilih debu!" Gunam Aurel.


"Lebih baik memilih debu yang bisa di bersih kan daripada berlian yang hanya di pajang tanpa ada fungsi nya."


"Jelas ada dong."


"Sudah lah Aurel, lebih baik kamu pulang saja! Keberadaan mu di sini tidak akan mengubah apapun itu."


"Aku tetap tidak akan pergi," Ia berjalan mengarah ku.


Plakkkk


Plakkkk


Dia menampar ku beberapa kali, bukan hanya itu dia juga menjambak ku dengan sangat kuat.


Siapa pun yang melihat ini semua kaget bukan main, mereka tidak menyangka jika Aurel sangat bar-bar seperti ini.

__ADS_1


Aku meringis kesakitan sedang kan Aurel di bawa pergi oleh satpam di rumah ini, semua pekerja ikut memisah kan kamu karena tenaga Aurel lebih besar dari tenaga ku.


Aku tidak bisa membalas semua serangan dari nya, karena aku masih belum pulih seutuh nya.


__ADS_2