Dia Anakku, Bukan Anakmu

Dia Anakku, Bukan Anakmu
Bab 34


__ADS_3

Aku terkejut saat melihat siapa yang datang ke kosan ku, ternyata Andini bersama seorang laki-laki yang tidak aku kenal sama sekali.


Aku terus memperhatikan nya dari jauh hingga akhirnya kami bertatap muka, sungguh ia semakin cantik dan berisi badan nya.


Terlihat anak perempuan yang di gendong oleh laki-laki itu bersama nya, apa dia anak Andin? Tapi siapa laki-laki bertubuh tegap dan tinggi itu?


"Assalamualaikum Anton ..." Sapa nya.


"Waalaikumssalam, yaallah Andin ... Kemana saja kamu?" Tanya ku sambil memeluk nya dengan erat. Namun, ada sedikit mengganjal yang aku rasakan.


Ku lepas pelukan ku dan melihat perut Andin sedikit membuncit, apa kah ia sedang hamil lagi? Tapi dengan siapa kali ini? Apa ia kembali mengalami hal yang sama seperti dulu?


"Aku baik-baik saya, nton. Kamu apa kabar? Aku minta maaf karena dulu aku pergi tanpa pamit dengan mu!" Ucap nya dengan wajah lesu.


"Ayok masuk ke dalam, kita bicara di dalam saja! Mas ayok masuk, maaf kosan ku sempit!" Ucap ku pada nya.

__ADS_1


"Tidak masalah mas Anton!" Jawab nya ramah.


Kami duduk di atas lantai beralas kan tikar bambu yang ku bawa dari kampung.


"Kamu kemana saja Andin? Aku mencari mu kemana-mana tapi kamu tidak ada, aku sangat khawatir dengan mu!" Ucap Anton.


"Aku pergi ke Pekanbaru aku tidak bisa terus menerus di sini, karena aku terlalu takut jika Devan mencari ku lagi. Tapi sayang nya Devan ternyata bekerja di perusahaan suami ku dan dia akhirnya tahu Kanza adalah anak nya!" Jelas ku.


"Bagaimana bisa?"


Aku mulai menceritakan semua nya pada Anton, ia sangat terkejut dengan semua perkataan ku.


"Kamu jangan menangis nton, aku baik-baik saja ko!"


"Aku sedih karena aku tidak bisa melindungi mu sepenuh nya! Sini anak papah!" ucap Anton.

__ADS_1


"Boleh kan ia memanggil ku papah? Karena aku sudah menganggap nya sebagai anakku sendiri," ucap Anton menoleh ke arah ku dan ke arah mas Riki.


Kami berdua mengangguk bersama aku benar-benar terharu dengan sikap Anton, aku sayang dengan nya tetapi aku juga tidak bisa memiliki nya karena aku sudah mempunyai mas Riki.


Laki-laki yang baik hati yang mau menerima ku dengan sangat baik, bahkan ia rela melakukan apapun dengan kebahagiaan dan kenyamanan aku dan Kanza.


"Mas, tolong jaga Kanza dan Andin" Ucap Anton.


"Pasti, aku pasti akan menjaga mereka berdua! Kamu tenang saja."


"Andin, kalau mau perlu apa-apa bilang saja dengan ku! Aku akan tetap ada untuk mu."


"Kamu tenang saja mas Anton, aku akan baik-baik saja. Kamu jangan khawatir itu." Ucap ku meyakinkan.


Singkat cerita ...

__ADS_1


Ku dan mas Riki pergi untuk kembali ke Pekanbaru, aku memberikan sejumlah uang untuk mas Anton. Bahkan mas Riki pun mengajak nya untuk bekerja sama dengan nya di kantor milik suamiku. Tetapi ia menolak nya karena ia sudah terlalu nyaman bekerja di tempat nya sekarang.


Meskipun begitu, mas Riki tetap menunggu keputusan nya untuk bekerja di perusahaan milik nya itu.


__ADS_2