
Semenjak kejadian itu, mas Riki mengajak ku pindah ke rumah yang baru. Karena ia tidak ingin jika aku terus di ganggu oleh mantan istri nya itu.
Aku mengikuti semua keputusan mas Riki karena aku sendiri pun belum berani melawan mantan istri mas Riki. Aku akui ia jauh lebih cantik dari aku, yang ia katakan semua benar jika aku ini hanya wanita tidak benar.
Tetapi aku tidak terima jika anakku di panggil dengan sebutan anak h*r*m, karena mau bagaimana pun ia tetap anakku anak yang sudah aku kandung dan aku lahir kan secara susah payah!
Aku menyimpan rasa sakit itu sendirian tanpa banyak bicara dengan mas Riki, karena aku sendiri sudah sangat bersyukur saat mas Riki mau mencintai ku dan juga anakku.
"Besok kita pindah ke rumah yang baru ya sayang! Aku tidak ingin mengambil resiko jika Aurel nekad datang lagi di saat aku bekerja."
"Iya."
"Sayang ku kenapa?"
"Aku baik-baik saja ko mas."
"Jangan di pikirkan apa yang di katakan Aurel, dia memang seperti itu. Jadi kamu jangan terlalu di ambil hati ya sayang! Sampai kapanpun aku akan tetap mencintai kamu dan juga anak kita, ingat dia itu anak kita bukan anak mu saja."
__ADS_1
"Iya, maakasih ya mas! Hanya saja aku masih kepikiran sedikit atas omongan mbak Aurel."
"Kenapa dia? Apa dia berkata kasar pada mu?"
"Tidak bukan itu mas."
"Lalu?"
"Dia mengatakan anak aku adalah anak ..."
"Shuttt ... Jangan di bahas lagi, dengar sini ya. Aurel itu tidak punya hak untuk mengatur atau mengatakan apapun tentang anak kita."
"Anak kita! Aku tidak akan biar kan hal itu terjadi. Jadi kamu yang sabar ya, besok kita pindah ke rumah baru. Aku akan membawa pembantu yang sudah sangat lama bekerja dengan mamah bahkan sejak aku kecil."
"Siapa? Apakah bi inem?"
"Bukan, tapi bi juminten. Dia sudah sangat lama bekerja dengan mamah bahkan jauh sebelum mamah dan papah sukses bekerja."
__ADS_1
"Baik lah mas. Aku hanya takut saja!"
"Sudah jangan takut lagi, masih ada aku yang bisa melindungi mu dan juga anak kita. Ingat anak kita ihhh jangan kamu lupa lagi."
"Iya-iya maaf."
Sungguh beruntung nya kamu nak, kamu memiliki ayah yang sangat sayang dengan mu. Ibu harap kamu bahagia selama nya dan tumbuh dengan sehat.
Aku sudah tidak tahu lagi kabar Devan seperti apa sekarang, karena aku sudah tidak pernah mengaktifkan kembali hp lama ku.
Kini aku memakai hp baru yang di beli saat ke pasar waktu itu dengan mbak Intan, aku sengaja membeli hp baru dan nomor baru karena aku tidak ingin semua data-data di wa pun pada hilang jika aku berganti nomor.
Keesokan harinya ...
Kami berangkat menggunakan mobil yang sama sekali tidak ku kenal, bahkan mas Riki pun tidak memberitahu mobil siapa yang ia bawa.
Kami melakukan perjalanan sekitar satu jam setengah dari kantor, mas Devan mengajak ku pindah yang tidak jauh dan tidak juga dekat dengan kantor.
__ADS_1
Agar ia bisa lebih memantau ku dan juga kanza, benar kata mas Riki. Jika bi Juminem sudah sangat lama bekerja dengan mamah. Sampai ia sudah menganggap bahwa mas Riki adalah anak kandung nya sendiri tidak seperti anak-anak kandung bibi yang menelantarkan bibi.
Itu lah bibi bertekad untuk menjadi pembantu sekaligus pengasuh untuk maa Riki.