
Aku harus kuat berada di tempat baru, semua sudah aku relakan termasuk masa depan ku. Aku terpaksa berhenti kuliah karena keadaan ku sekarang.
"Kita bertemu lagi mbak."
"Iya mas."
"Ngomong-ngomong nama ku Andre, kalau nama mbak?"
"Saya Andin."
"Salam kenal ya mbak, mbak mau kemana?"
"Saya ... E ... Saya mau cari tempat kosan mas, karena saya baru tinggal di sini."
"Kosan seperti apa?"
"Tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, kira-kira yang cukup untuk saya dan anak saya nanti," ucap ku sedih. Aku selalu merasa sedih jika membahas soal anak.
"Suami mbak dimana?"
"Suami saya ..."
"Oke-oke tidak perlu di jawab, maaf saya banyak tanya. Gimana kalau mbak ikut saya saja."
"Hah?"
"Ikut saya ke tempat kosan saya, kebetulan saya punya kosan di daerah sini. Mungkin mbak bisa aman berada di sana, karena di sini terlalu bebas takut nya mbak di ganggu," jelas nya.
"Oh begitu ya mas, ya sudah kalau begitu boleh!"
"Nah itu jemputan saya sudah datang, ayok mbak ..."
__ADS_1
Aku masuk ke dalam mobil milik Andre, mobil mewah yang jauh lebih mewah dari milik ku.
Kami menelusuri jalanan Pekanbaru di sini lah tempat ku dan anak ku kelak tumbuh, aku akan berusaha sekeras mungkin untuk menghidupi anakku kelak.
Hingga akhirnya kami sampai di depan rumah yang sangat mewah seperti istana.
"Ayok mbak masuk dulu ke dalam rumah, nanti saya antar ke kosan. Itu kosan nya ada di samping rumah!"
"I-iya mas."
Aneh rasanya jika baru kenal sudah seperti ini, tapi aku juga bersyukur karena bisa bertemu dan berkenalan dengan Andre.
Beberapa saat kemudian kami menuju kosan di samping rumah nya, kosan yang nyaman dan bersih.
"Ini kamar untuk mu!"
"Ini terlalu besar mas."
"Berapa harga nya?"
"Tidak perlu, kamu tinggal saja di sini sampai kapan pun kamu mau."
"Tapi aku punya ko uang untuk membayar kosan ini."
"Simpan dan gunakan lah uang itu untuk lahiran kamu."
"Makasih ya mas! Kamu baik sekali dengan ku padahal kita baru saja bertemu di bandara."
"Tidak masalah, kalau begitu saya permisi dulu ya!"
"Iya mas."
__ADS_1
Aku masuk ke dalam kosan baru ku, sungguh beruntung sekali bisa bertemu dengan beliau. Aku mulai membereskan baju-baju ku ke dalam kemari, di kosan ini sudah lengkap dengan kasur dan juga dapur serta perabotan nya.
Saat aku tengah membereskan semua nya tiba-tiba saja ...
Tok ... Tok ... Tok ...
"Permisi ..."
"Ya sebentar ..."
Ceklekk
Pintu ku buka dan ternyata pembantu di rumah mas Andre yang mengetuk pintu kosan ku.
"Maaf non, ini ada makanan di suruh tuan kata nya non harus makan."
"Makanan apa mbok?"
"Untuk ibu hamil."
"Hah?"
"Kalau begitu saya permisi ya non."
"Oh ya makasih banyak ya."
Aku masuk kembali ke dalam kosan dan memandangi makanan itu, saat ku buku ternyata ada tulisan di dalam nya.
"Di makan saja tidak aku berikan racun ko!"
Aku tersenyum membaca pesan itu, teringat saat dulu bersama Anton. Aku jadi merasa bersalah dengan nya karena telah pergi tanpa pamit pada dia.
__ADS_1
"Maaf kan aku, nton! Aku terpaksa melakukan ini semua karena aku tidak ingin terus di ganggu oleh Devan" gunamku.