
Setelah sampai di rumah ia langsung masuk ke dalam kamar tanpa menunggu ku terlebih dahulu, dengan cepat ia mandi dan berganti baju.
Lalu pergi ke kamar kanza, aku yang melihat hal itu sedikit aneh karena biasanya ia selalu mengajak ku pergi ke sana. Aku masih memperhatikan nya bermain dengan kanza.
Malam hari tiba saat aku sedang berniat tidur dengan Andin tetapi ia menolak karena menurut nya aku sangat lah bau.
"Mas pergi deh dari dekat ku."
"Lah kenapa sayang? Kan aku mau tidur juga!"
"Kamu itu bau mas."
"Aku udah mandi ko, udah pake minyak wangi juga tuh wangi tahu ihh ..."
"Ih tetep aja bau tahu ihh udah ah sana pergi."
"Ya ampun sayang ..."
Aku bangkit dan berniat untuk pergi tapi saat aku akan meninggalkan nya di kamar.
"Mas mau kemana?"
"Lah tadi kan aku di suruh kamu buat pergi."
"Ih jangan jauh-jauh."
"Ya udah aku tidur di sini aja," ucap ku naik ke atas kasur lagi.
"Ihh kamu bau ..."
"Ya ampun sayang ... Jadi aku harus gimana? Tadi mau pergi kamu larang, sekarang mau di sini juga masih aja di bilang bau ..."
"Ya maaf aku aja enggak tahu mas."
"Ya udah jadi aku harus gimana?"
"Ya enggak tahu aku, terserah kamu aja deh mas! Yang jelas jangan deket-deket jangan jauh-jauh juga."
"Dih punya istri enggak jelas banget!"
"Apa mas?"
"Enggak sayang, boleh gak aku ngomong dulu sama anak aku itu?"
"Tapi bau ..."
"Tahan aja dulu sebentar ya sayang!"
"Ya udah cepat jangan terlalu dekat."
__ADS_1
Aku langsung mendekat ke arah perut Andin yang belum buncit itu, aku berjongkok agar sejajar dengan perut nya.
"Anak papah yang manis, papah tidur dulu yah! Kamu jangan lama-lama dong benci sama papah nya. Kan papah juga mau tidur sama mamah."
Aku bangkit dan berjalan menuju sofa di kamar, beruntung nya ada sofa panjang di dalam kamar jadi aku tidak bingung harus tidur di mana.
"Aku tidur ya sayang!"
"Iya ..."
Aku tertidur dengan nyenyak hingga pagi tiba sampai akhirnya saat masih pagi sekali Andin sudah berada di kamar mandi dengan mual-mual yang ia rasakan.
Hoekk ... Hoekk ... Hoekk ...
Suara Andin di dalam kamar mandi. Aku langsung bangun dan melihat apa yang terjadi dengan nya.
"Sayang kamu kenapa?"
"Aku tidak apa-apa mas, aku hanya sedang mual saja! Ini sudah biasa ko."
Hoekk ...
"Aku buatin air hangat yah sayang!"
"I ... Iya ... Mas ..."
Setelah beberapa menit kemudian Andin duduk bersama ku di sofa, dan bi Juminten pun masuk membawa kan air hangat.
"Minum dulu sayang!"
"Makan yang asam-asam bu, biar mengurangi rasa mual!" Ucap bi Juminten.
"Emang nya bisa ya bi?"
"Bisa tuan."
"Ya sudah tolong siap kan ya! Kanza susah bangun?"
"Sudah, dia lagi main dengan si siti di bawah!"
Sedangkan aku masih bersama Andin di dalam kamar, mungkin aku akan izin tidak masuk ke kantor untuk menemani istri ku ini kasihan sekali ku lihat nya dia sampai lemas begitu.
"Sayang ... Kamu mau makan apa? Atau kamu mau sesuatu?"
"Aku mau seblak mas ..."
"Macam mana bikin nya sayang oii ..."
"Suruh lah si Siti itu bikin, dia pasti tahu mas."
__ADS_1
"Ya sudah nanti aku suruh dia bikin. Ada lagi tidak?"
"Aku mau boba."
"Emang nya boleh?"
"Mas ..."
"Iya-iya tapi aku mandi dulu yah, nanti kamu bilang aku bau pula."
"Iya jangan lama."
"Iya tidak lama ..."
Aku berjalan masuk ke dalam kamar namun tiba-tiba ...
"Mas ..."
"Apa?"
"Ihh kasar!" Ucap Andin bersiap menangis.
"Alah sayang maafkan aku, aku tidak berniat membuat mu menangis sungguh! Kenapa sayang?"
"Aku mau ikut ..."
"Kemana?"
"Mandi ..."
"Lah sayang ..."
"Ya udah deh enggak jadi ..." Jawab nya cemberut.
Aku mengkerut kan kening merasa bingung sekali aku menghadapi orang hamil satu ini, tapi seru juga!
"Ya sudah ayok ..."
Akhirnya aku dan Andin mandi bersama, hanya mandi saja kami. Aku tidak berniat mengajak nya macam-macam sungguh aku merasa kasihan sekali melihat nya menderita seperti itu.
Setelah selesai aku dan Andin turun ke bawah, dan melihat putri ku berlari ke arah kami berdua.
"Papah ..." Lirih nya.
"Anak papah sudah makan?" Ia mengangguk.
Singkat cerita Andin sudah mendapatkan apa yang ia mau, aku benar-benar tidak masuk kerja hari ini dan semua pekerjaan ku aku limpah kan pada Andre dan asisten nya.
Karena memang hari ini ada jadwal untuk meeting bersama klien, tetapi aku tidak tega meninggalkan Andin atau membawa Andin pergi ke kantor bersama ku.
__ADS_1