Dia Anakku, Bukan Anakmu

Dia Anakku, Bukan Anakmu
Bab 6


__ADS_3

Deg


Aku kaget saat mendengar perkataan Anton bahwa dia tahu semua nya mengenai ini semua. Aku bingung darimana ia mengetahui semua ini?


"Ka-kamu tahu semua?"


"Ya tentu saja."


"Tahu dari mana?"


"Tadi saat kamu pergi masuk ke dalam mobil, aku bertenya pada Devan ada apa antara kalian berdua?"


"Lalu?"


"Llu dia membicarakan semuanya, kenapa kamu menyembunyikannya semua ini dari aku, Andin?"


"Aku malu, aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Dia menyuruh ku untuk membuang anak ini."


"Lalu kamu mau?"


"Tidak, aku tidak akan membuang anak ini sama sekali. Aku sayang dengan buah hati ku!"


"Lantas apa yang akan kamu lakukan setelah ini?"


"Entahlah aku bingung."


"Ya sudah, kamu jangan bersedih aku akan ada untuk mu dan anak mu."


"Hah?"


"Aku akan menikahi mu."


"Tidak, aku tidak ingin orang lain menanggung semua ini. Ini semua karena kebodohan ku."

__ADS_1


"Tidak, kamu tidak sendirian. Ada aku di sini."


"Jangan Anton, kamu masih memiliki wanita incaran bukan? Maka kejar lah dia, jangan kamu lepaskan semua itu."


Mana mungkin aku bisa membuat Anton menanggung semua ini? Aku tidak akan membiarkan itu semua terjadi, bukan masalah ekonomi dan atau tampan tidak nya. Aku hanya tidak ingin orang lain menanggung malu akibat semua ini.


Aku masih diam menerang jauh ke depan, aku bingung harus bagaimana. Kedua orang tua ku sudah tidak ada dan aku di kota ini hanya seorang diri.


"Jangan melamun, kamu mau makan sesuatu? Biar sekalian kita mencari nya."


"Hmm aku ingin makan manisan mangga."


"Ya sudah kita cari dulu."


Anton benar-benar mencari nya dan nihil makanan yang ku mau tidak ada di sini, akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke tempat karena hari sudah semakin gelap.


Tetapi Anton bersikeras untuk ikut ke kosan ku, jujur saja aku takut. Aku takut terjadi sesuatu lagi pada ku.


"Kamu tenang saja, aku bukan Devan yang mencari kesempatan dalam paksaan."


"Tentu saja!"


"Ya sudah kita ke kosan ku."


"Nah gitu dong, sambil nunggu jam kerja aku juga."


"Oke."


Akhirnya kami memutuskan untuk pulang ke kosan ku, memang kosan ku ini terbilang bebas membawa pasangan. Banyak muda mudi yang keluar masuk membawa pasangan mereka. Bahkan ada juga yang bekerja sebagai kupu-kupu malam.


Beberapa saat kemudian kami sampai di kosan ku, kami langsung masuk ke dalam dan beristirahat.


"Masuk Anton, maaf kosan ku sempit ya karena aku tinggal sendirian di sini."

__ADS_1


"Tidak masalah, ini pertama kali nya aku menginginkan kaki di sini selama kita berteman. Kosan mu wangi."


"Makasih. Aku buat kan minum dulu ya!"


"Tidak perlu, jika aku ingin minum maka aku akan mengambil nya langsung."


"Baik lah kalau begitu, aku mau mandi dulu."


"Iya."


Aku meninggalkan Anton di ruang tv, lebih tepat nya di atas kasur tempat ku tidur karena kosan ku ini hanya satu ruangan dan tidak ada kamar di dalam kamar.


Jadi apapun kegiatan nya maka di situ lah tempat nya, setelah dua puluh menit aku mandi. Aku melihat Anton sudah tertidur dengan pintu tertutup dan gorden juga.


Aku berpikir mungkin ia silau dengan cahaya dari luar maka nya ia menutup semua itu. Aku mengambil baju ku dan segera memakai nya.


Aku memakai baju crop dan celana pendek, jika hanya di dalam kosan.


"Andin, kau sudah selesai?"


"Iya sudah, tidur saja lagi. Aku akan membeli makan untuk kita."


"Tidak perlu, tadi aku sudah beli dan itu ada di dekat tv beserta manisan mangga nya."


"Benar kah?"


"Ya, perut mu sudah mulai kelihatan Andin."


"Kamu benar!"


"Boleh aku memegang nya?"


"Bo-boleh."

__ADS_1


Anton mengusap perut ku dan mengecup nya, ia berbisik pada perut ku entah apa yang ia ucap kan itu pada nya.


__ADS_2